Monday, August 15, 2022

Pala: Rempah Pereda Mag

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Siti Mariah terbebas dari sakit mag setelah mengonsumsi paduan rempah
Siti Mariah terbebas dari sakit mag setelah mengonsumsi paduan rempah

Mag selama 3 tahun membaik setelah mengonsumsi biji pala.

Baru 40 hari bekerja, Siti Mariah terpaksa mengundurkan diri pada Januari 2013. Padahal, pekerjaan sebagai pegawai pabrik itu ibarat penolong setelah sang suami mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun, apa daya, Ria-sapaanya-setiap kali bekerja mengeluh  sakit seperti ditusuk-tusuk pada perut di sebelah kiri. Bila demikian, ia terpaksa bolos kerja dan hanya bisa tergolek lemah di rumah. Ria menduga nyeri itu karena magnya kambuh. “Sejak hamil anak pertama pada  2010 saya sudah menderita mag, tapi kejadian Januari itu yang paling parah,” katanya. Mag membuat Ria sulit makan. Tiap kali makanan masuk ia muntahkan lagi. Belum lagi rasa mulas yang membuatnya  5 kali sehari ke peturasan.

Karena sulit makan, kondisi Ria melemah. Berbagai obat mag yang diminum belum mampu mengurangi rasa sakit itu. “Saya tidak menyangka sakit mag  sangat menyiksa,” kata ibu satu putra itu.   Tak tega melihat Ria kesakitan, Maulana Hasby, sang suami lantas memboyong Ria ke Rumahsakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hasil diagnosis dokter menunjukkan Ria tak hanya mengalami peradangan lambung tapi juga peradangan hati (lever). Ria pun diopname dan mendapat obat-obatan pereda nyeri seperti parasetamol. Setelah 2 hari dirawat, Ria memutuskan untuk menyudahi pengobatan di rumahsakit.

Infeksi kuman

Menurut dokter sekaligus herbalis di Jakarta, dr Willie Japaris MARS, mag bisa terjadi pada setiap orang. “Salah satu penyebab mag karena  serangan kuman penyakit Helicobacter pylori di lambung disertai menurunnya daya tahan tubuh. Kuman itu mengiritasi lapisan lambung sehingga timbul peradangan, seperti bengkak,” kata Willie. Pemicu lain stres (tukak stres) dan iritasi zat makanan. Dampak dari peradangan itu muncul rasa kembung, perih, panas, sampai keram di ulu hati. Efek lainnya adalah mual, muntah, dan diare. Tiga efek terakhir itu  yang dialami oleh Siti Mariah.

Willie menjelaskan iritasi menjadi parah bila menembus dinding lambung secara keseluruhan atau perforasi. “Bila sampai tahap itu bisa terjadi kebocoran lambung yang menyebabkan nyeri perut mendadak, keracunan, bahkan kematian,“ kata Willie. Menurut Willie secara umum mag timbul karena  pola hidup tidak teratur. Pada kasus Ria, misalnya ia sering telat dan makan sembarangan.  Magnya semakin parah lantaran tekanan pekerjaan dan stres. “Suami saya tidak bekerja lagi sehingga saya harus mencari nafkah,” kata Ria. Puncak sakit pada Januari 2013 dipicu makan gorengan bercitarasa pedas yang menyebabkan perempuan 26 tahun itu merasa nyeri luar biasa di perut.

Jalan kesembuhan datang setelah Ujang Edi, tetangga sekaligus herbalis datang membesuknya. Edi menyarankan Ria untuk mengonsumsi daun babadotan, rimpang kunyit, dan temulawak.  Menurut Edi daun babadotan dan temulawak berguna untuk mengatasi radang lambung dan hati, sementara  kunyit sebagai antiseptik untuk membunuh kuman penyakit di saluran pencernaan.

Biji bakar

Ria mengikuti saran itu. Ia mengambil  sepotong rimpang kunyit Curcuma domestica dan temulawak Curcuma xanthorriza sebesar ibu jari kaki orang dewasa lalu membersihkan dan mengiris halus kedua empon-empon itu. Ia  juga menyiapkan  15 g daun babadotan alias bandotan Ageratum conyzoides dan merebus dengan 1 liter air bersama kunyit dan temulawak.  Setelah mendidih, ia mendinginkan ramuan tersebut dan membagi ke dalam 9 gelas masing-masing 90—100 ml untuk dikonsumsi selama 3 hari.

Setelah sepekan mengonsumsi ramuan itu, sakit di perut mulai sirna dan diare pun berkurang. Hanya saja ia masih sulit makan karena merasa mual karena asam lambung masih tinggi. Edi lalu menyarankan Ria untuk mengonsumsi air seduhan sebutir biji pala per hari. Sebelum diseduh, Ria membakar biji pala Mystrica fragrans  itu selama 5 menit lalu menggerus hingga halus kemudian menyeduhnya dengan segelas air hangat. “Fungsi biji pala untuk  menetralkan kondisi lambung,” ujar Edi. Biji dibakar dulu supaya senyawa aktif di dalamnya terbebas dicirikan timbul rasa hangat di lambung..

Pemakaian biji pala untuk mag itu sejalan dengan riset Muhamad Jan dari Departemen Farmasi dan Mikrobiologi Saidu Medical College Swat dan Postgraduate Medical Institute, Lady Reading Hospital (LRH), Peshawar, Pakistan. Risetnya  pada 2011 memperlihatkan biji pala  mengandung senyawa penghambat kalsium, pemicu produksi asam lambung berlebih. Senyawa itu  adalah verapamile. Penelitian itu menggunakan 30 sampel kelinci yang diinjeksi 500 mg ekstrak biji pala per 1 kg bobot kelinci. Hasilnya kandungan verapamile biji pala mampu menurunkan kadar asam lambung hingga 36,11 %.

Setelah sepekan rutin mengonsumsi seduhan satu butir biji pala setiap hari, kondisi tubuh Ria membaik dan ia bisa makan normal kembali.  “Tidak mual seperti dulu,” kata Ria yang kini menjaga pola hidupnya. Kegemarannya pada pedas secara bertahap  ia kurangi.  Menurut Willie salah satu cara mencegah mag adalah menjaga pola makan. “Hindari makanan iritatif, jangan terlalu asam, asin, pedas dan lainnya.   Atur pola hidup serta kendalikan stres,” kata dokter  kelahiran Jakarta 54 tahun silam itu.  Tiga bulan setelah konsumsi biji pala, Ria kini sudah bisa kembali bekerja.

Namun Willie yang juga ahli pengobatan tradisional Cina mewanti-wanti biji pala mengandung zat miristin. Zat itu dalam dosis besar bisa menyebabkan keracunan. “Bagi orang dewasa konsumsi tepung biji pala sebanyak 7,5 g  bisa mengakibatkan pusing-pusing serta hilang kesadaran hingga melantur,” kata dokter di Cempaka Putih, Jakarta Pusat  itu. Setiap biji pala berbobot 6,7 g. Untuk itu, sebaiknya konsumsi biji pala harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter ataupun herbalis. Dengan dosis tepat, biji pala membuat mag Ria reda.  (Nurul Aldha Mauliddina Siregar)

Previous articleMadu Padamkan Luka
Next articleTomat Pulihkan Tenaga
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img