
Kiat panen rutin 100—150 kg jambu kristal setiap hari.

Trubus — Pandemi virus korona justru melambungkan permintaan jambu kristal yang kaya vitamin C itu. “Permintaan tetap tinggi,” ujar pekebun di Bumiaji, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, Rakhmad Hardiyanto. Ia memanen 100—150 kg jambu kristal setiap hari. Bandingkan dengan pekebun lain yang panen hanya pada waktu-waktu tertentu. Harga panen raya pada April, Agustus, November, hingga Desember.
“Pada bulan lain kami tetap produksi, meski tak sebanyak saat panen raya,” ujar alumnus Fakultas Teknik Universitas Brawijaya itu. Bahkan, pada musim panen raya, Hardi bisa memetik 200—300 kg per hari dari 8.000 pohon produktif berumur di atas 3 tahun. Pekebun sejak 2008 itu menanam jambu kristal di lahan 7 hektare. Ia membagi 8.000 pohon itu menjadi 17 perlakukan agar panen berkesinambungan.
Buah berkualitas
Jumlah pohon setiap blok beragam menyesuaikan luasan lahan. Harap mafhum, kebun Hardi tersebar di beberapa lokasi. Menurut Hardi sejak muncul bunga hingga siap panen, memerlukan waktu 2 bulan. Oleh karena itu, satu siklus sejak pemangkasan hingga tanaman berbuah mencapai 3 bulan. Sementara itu produktivitas per pohon mencapai 40 kg. Satu kilogram buah terdiri atas 13 buah kelas A.
Hardi mengatur pembuahan hari agar bisa panen setiap hari juga. Hardi panen setiap hari karena melakukan budidaya intensif. Selain produktif, Hardi juga memanen jambu kristal berkualitas. Jambu kristal berkelas A mencapai 80%. Ciri-ciri grade A, bobot jambu di atas 300 gram dan lebar 4 jari. Harga jambu kristal kelas A Rp15.000 per kg. Adapun buah kelas B berbobot 250—300 g, lebar 3 jari, dan harga Rp13.000. Kelas terbawah C untuk buah berbobot sekitar 200 g dengan harga Rp10.000 per kg.

Pantas semua produksi terserap pasar. Saat pandemi sekalipun Hardi tetap bisa memproduksi dan menjual jambu kristal. Padahal, pekebun lain belum panen. Ia memasarkan jambu kristal ke pasar swalayan di Malang dan Surabaya, keduanya di Provinsi Jawa TImur, Provinsi Yogyakarta, Provinsi Bali, dan Jakarta. Bahkan saat pandemi korona ia memaksimalkan pasar keluar pulau Jawa seperti Kalimantan dan Sulawesi.
Pekebun jambu kristal asal Taiwan, Lai Yi Rong, menuturkan panen berkelanjutan setiap hari memungkinkan jika pekebun memberi pupuk, memangkas ranting dan buah, dan membungkus buah. Pekebun harus menerapkan prinsip rutin dan tepat waktu dalam budidaya (lihat boks: Panen Jambu Bermutu). Menurut ahli Fisiologi Tumbuhan dari Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir. Ni Made Armini Wiendi, M.Sc. pemangkasan tanaman secara serempak dapat memunculkan cabang-cabang baru, bunga, dan buah secara serempak pula.
“Itu bisa diterapkan pekebun jambu kristal yang ingin membuahkan secara serempak,” kata Armini. Doktor Agronomi alumnus Institut Pertanian Bogor itu mengatakan, pemangkasan cabang-cabang yang tegak lurus maupun yang terserang hama dan penyakit juga bermanfaat ganda. “Pohon tidak terlalu tinggi dan produktivitas buah di cabang yang dipangkas bisa maksimal,” ujar Armini.
Distribusi nutrisi

Rakhmad Hardiyanto termasuk kelas A. (Dok. Rakhmad Hardiyanto)
Menurut Armini distribusi nutrisi ke buah lebih maksimal pada pohon pendek yang rutin dipangkas. Lai Yi Rong menyarankan untuk mulai memangkas jambu kristal sejak dini. “Jika tinggi bibit sudah semeter, pangkas batang utama jambu kristal sepanjang 25 cm dari ujung batang,” ujarnya. Dua bulan kemudian muncul cabang baru. Pilih tiga cabang yang sehat dan arah tumbuhnya berlawanan, sisanya pangkas.
Cabang-cabang itu kemudian tumbuh besar menjadi dewasa yang siap produksi. Hardi menuturkan, biaya perawatan sebuah pohon per bulan mencapai Rp20.000—Rp25.0000. Biaya itu relatif sama dengan pekebun konvensional yang hanya panen 3 kali setahun. (Bondan Setyawan/Peliput: Andari Titisari)
