Thursday, July 25, 2024

Panen Kubis Bermutu Tinggi

Rekomendasi
- Advertisement -

Pupuk hayati meningkatkan produktivitas dan mutu kubis.

Pupuk hayati meningkatkan produksi dan mutu kubis.
Pupuk hayati meningkatkan produksi dan mutu kubis.

Ahmad Dulkowim senang bukan kepalang. Musababnya petani di Desa Ngabab, Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu menuai 1,5 ton kubis dari lahan 250 m2. Sebelumnya ia hanya memanen 1 ton Brassica oleracea di lahan sama. Harga kubis saat panen pada Desember 2015 itu Rp4.000 per kg atau total omzet Rp6-juta. Setelah dikurangi biaya produksi Rp450.000, Dulkowim memperoleh laba Rp5,55-juta.

Ongkos produksi itu 44% lebih rendah dibanding penanaman sebelumnya yang mencapai Rp800.000. Harga jual kubis kepunyaan Kowim—sapaan akrab Ahmad Dulkowim—pun Rp500—Rp1.000 lebih tinggi daripada produk serupa. Selain itu, “Masa panen lebih cepat 5 hari,” kata Kowim. Ia memanen kubis saat tanaman berumur 80 hari setelah tanam (hst), lazimnya berumur 85 hst.

Pupuk hayati

Pupuk hayati bikinan Tosin.
Pupuk hayati bikinan Tosin.

Panen lebih singkat menguntungkan karena ia lebih cepat mendapat uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Konsumen pun meminati kubis produksi Kowim karena berbobot 1,25—1,5 kg. Bobot itu 50% lebih besar dibanding kubis dari lahan tetangga. Kelebihan lain kubis milik Kowim yakni tahan simpan hingga 7 hari setelah panen, lazimnya hanya bertahan 4 hari.
Apa rahasia Kowim sehingga dapat memproduksi kubis dengan semua kelebihan itu? “Saya menggunakan pupuk hayati,” kata pria kelahiran 29 Maret 1987 itu. Menurut ahli mikrobiologi tanah dari Balai Penelitian Tanah, Bogor, Jawa Barat, Prof Dr Rasti Saraswati MS, istilah pupuk hayati digunakan sebagai nama kolektif untuk semua kelompok mikrob tanah—bakteri, cendawan, mikoriza—sebagai penyedia hara dalam tanah.

Pupuk hayati adalah sumber hara berbahan organisme hidup yang berfungsi bagi tanaman. Bagaimana mekanisme pupuk hayati meningkatkan produksi tanaman? Rasti mengatakan mikroorganisme menyediakan sumber hara bagi tanaman, merangsang sistem perakaran agar berkembang sempurna, dan memperpanjang umur akar. Kowim tidak hanya menggunakan pupuk hayati di lahan. Ia menggunakan pupuk hayati sejak persemaian.
Kowim menolak membeli bibit siap tanam karena kualitas tidak terjamin. Itulah sebabnya ia menyemaikan benih bermedia 15 kg pupuk kandang dan 0,5 kg pupuk SP36. Selain itu ia juga mengencerkan 200 ml pupuk hayati dalam 30 l air. Ia mengocorkan larutan itu ke media persemaian. Sambil menunggu bibit besar, Kowim mengolah lahan. Mula-mula ia mencangkul tanah agar gembur.

Muhamad Tosin Glio memproduksi pupuk hayati untuk semua tanaman termasuk kubis.
Muhamad Tosin Glio memproduksi pupuk hayati untuk semua tanaman termasuk kubis.

Lalu ia menyemprot lahan dengan 200 ml pupuk hayati yang diencerkan dalam 60 l air. Selang 28—30 hari Kowim menanam bibit kubis di lahan. Sebelum ke lahan Kowim mencelup akar bibit ke dalam larutan trichoderma selama 1 menit. “Tujuannya untuk merangsang akar,” kata petani kubis sejak 2013 itu. Setelah bibit tertanam ia mencampur 200 ml pupuk hayati dengan 30 l air.

Aneka mikrob
Kowim mengocorkan 30 liter lartan pupuk itu ke lahan secara merata. Pemupukan selanjutnya setiap 10 hari dengan dosis sama. Dua puluh hari menjelang panen Kowim mengganti nutrisi. Saat itu ia memanfaatkan pupuk untuk pertumbuhan generatif agar pertumbuhan kubis maksimal. Dosisnya 0,5 l pupuk hayati dicampur 160 l air. Takaran itu untuk 2—3 kali pemupukan. Lazimnya ia mengocorkan pupuk hayati setiap 5 atau 6 hari.

Jika daun tanaman kerabat sawi itu menguning, ia memberikan nutrisi. Semula beberapa petani tetangga meremehkan Kowim karena menggunakan pupuk hayati. “Kenapa menggunakan air itu? Memang bagus?” kata Kowim menirukan ucapan petani lain. Ia bergeming dan tetap memberikan pupuk hayati. Hasil panen kubis melimpah bukti nyata keunggulan pupuk hayati.

Ahmad Dulkowim menanam kubis dengan pupuk hayati sejak 2013.
Ahmad Dulkowim menanam kubis dengan pupuk hayati sejak 2013.

Sekitar 30 teman Kowim bertanya mengenai pupuk hayati yang ia gunakan. Kini 15 orang dari mereka mengaplikasikan pupuk hayati di lahan masing-masing. Kowim mengenal pupuk hayati dari seorang kawan pada 2013. Ia tertarik menggunakan pupuk hayati karena hasil panen wortel kepunyaan teman bagus. “Produksi wortel milik teman meningkat dan ukurannya pun lebih besar,” kata petani berusia 29 tahun itu.

Sang teman menyarankan Kowim menemui Muhamad Tosin Glio untuk mengetahui lebih lanjut penggunaan pupuk hayati. Tosin lalu membimbing Kowim membudidayakan kubis menggunakan pupuk hayati. Tosin mengatakan nutrisi yang Kowim gunakan produk Pusat Pengembangan Agen Hayati (PPAH) Pujon. Pupuk itu mengandung aneka mikrob seperti Trichoderma sp. dan Basillus subtilis. Cara bikin pupuk hayati relatif mudah (lihat ilustrasi).

Binder1.pdf“Nutrisi itu berfungsi menggemburkan tanah, menstabilkan pH, dan merangsang perakaran,” kata pria yang menggeluti dunia mikrob sejak 1994 itu. Nutrisi kreasi Tosin juga memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah. Tanah yang semula keras menjadi gembur. Jika sebelumnya hanya ada beberapa unsur nutrisi, setelah pemberian pupuk, zat hara tanaman tercukupi.
Tosin berprinsip tanaman sehat berasal dari tanah yang subur dan sehat. Oleh karena itu ia menganjurkan Kowim menggunakan pupuk hayati mulai dari persemaian, olah tanah, dan penanaman. (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kembangkan Kelapa Genjah Merah Bali, Pekebun Panen Lebih Cepat

Trubus.id—Gede Sukrasuarnaya kesengsem penampilan kelapa genjah merah bali. “Warnanya cantik jingga kemerahan. Buahnya lebih banyak dan lebih besar dibandingkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img