Monday, August 8, 2022

Panen Naik karena Silika

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Ketersediaan silika dalam tanah perlu diperhatikan untuk menunjang intensifikasi pertanaman padi.

Silika dan kalsium dari batuan mineral meningkatkan produksi gabah kering panen.

Tras atau pupuk silika yang telah melalui tahap pemanasan.

Padi merupakan tanaman akumulator unsur silika (Si). Artinya dalam pertumbuhan Oryza sativa itu membutuhkan silika dalam jumlah banyak. Unsur yang berasal dari batuan itu berperan dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres, mengurangi toksisitas logam, dan meningkatkan aktivitas enzim pada tanaman khususnya padi.

Silika dikenal sebagai elemen yang bermanfaat, tetapi kerap luput dari perhatian petani. Unsur golongan 14 dalam tabel periodik itu sejatinya terdapat di dalam lapisan tanah dan diserap tanaman dalam bentuk asam monosilikat (H4SiO4). Namun, ketersediaannya terbatas karena masih berikatan dengan unsur lain. Akibatnya sulit larut dan belum siap diserap langsung oleh tanaman.

Lebih tersedia

Aplikasi pupuk kalsium silikat ke dalam tanah sebelum penanaman dapat meningkatkan ketersediaan silikat. Salah satu sumber pupuk silika adalah tras. Tras adalah salah satu bahan alam yang terbentuk dari abu vulkanik yang mengandung unsur kalsium dan silika. Biasanya tras digunakan untuk pembuatan keperluan bangunan seperti batako. Penambahan tras pada pertanaman padi terbukti meningkatkan produksi gabah kering giling secara signifikan pada tanah oxisol dan vertisol.

Kandungan silika pada tanah Oxisol tergolong rendah, sedangkan pada tanah vertisol terbilang tinggi. Berbeda pada tanah inceptisol yang tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Itu artinya unsur silikon bukan faktor pembatas pada tanah inceptisol. karena terdapat kandungan unsur besi (Fe) dan mangan (Mn) yang tinggi. Setiap jenis tanah diberi perlakuan dosis tras yang berbeda. Tujuannya agar diketahui takaran yang pemberian tras yang tepat. Riset menunjukkan, dosis 10 gram pupuk silika dari tras yang diberikan dalam 1 kg tanah yang terbaik.

Adapun produksi rata-rata meningkat menjadi 44,19 gram per pot atau setara 7,07 ton per hektare. Bila dibandingkan dengan tanpa penambahan tras (kontrol), rata-rata produksi hanya 38,36 gram per pot atau setara 6,13 ton per hektare. Tras yang digunakan berasal dari Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengujian sebelumnya menunjukkan, pupuk silika terbaik bersumber dari campuran tras dan kalsium karbonat (CaCO3) yang dipanaskan.

Hal itu ditandai dengan kandungan Si tertinggi, yakni 156,12 mg SiO2 per kilogram. Sebelum pemanasan, tras diayak dengan saringan berukuran 100 mesh setara dengan diameter lubang 0,147 mm. Lalu tambahkan CaCO3 dengan perbandingan masing-masing 83,33% dan 16,67%. Campuran dipanaskan pada suhu 700oC selama 120 menit. Penambahan CaCO3 dan air bertujuan mengubah bentuk silika yang tersedia dan dapat diserap oleh hampir semua tanaman.

Pemanasan kedua bahan itu bertujuan meningkatkan kelarutan silika dalam air. Akibatnya menjadi bentuk asam monosilikat yang dapat diserap oleh tanaman. Setelah pemanasan, campuran pupuk didinginkan hingga suhu ruangan. Lalu tambahkan 330 ml akuades dan panaskan kembali pada suhu 500oC selama 60 menit.

Perawatan tetap

Pada praktiknya, penambahan pupuk silika saat persiapan media tanam. Selain itu petani dapat memberikan silika ketika bahan tanah telah kering udara dan dihaluskan. Tanah yang digunakan adalah tanah yang lolos saringan dengan diamaeter 5 milimeter. Selanjutnya tanah ditimbang masing-masing 5 kilogram kemudian campurkan dengan pupuk Si. Setelah pengadukan rata, inkubasi media dalam kondisi tergenang ±5cm.

Setelah masa inkubasi berakhir, tanam bibit padi berumur 20 hari. Jumlah 3 bibit setiap pot. Pupuk dasar tetap diberikan sesuai dosis rekomendasi. Pupuk Urea dan KCl diberikan 3 kali, yakni ketika penanaman dan 2 pekan setelah taman. Pemberian terakhir ketika padi berumur 8 pekan setelah pemberian kedua atau saat vegetatif maksimum. Pemberian Urea 0,6 gram per kg tanah setara 300 kg per hektare.

Sementara itu berikan 0,2 gram KCl per kg tanah setara 100 kg per hektare. Adapun pemberian pupuk SP36 hanya sekali ketika penanaman. Jumlahnya 0,2 gram per kg tanah atau setara 100 kg per hektare. Pertahankan kondisi air menggenang selama praktik. Bila ditemukan gulma, lakukan penyiangan secara manual atau cabut langsung. Pengendalian hama menggunakan insektisida nabati berbagan aktif beta siflurin. Lakukan hal itu hingga panen tiba atau masak kuning atau 90% malai menguning. (Mirawanty Amin, S.P., M.Si., Peneliti ahli pertama BPTP Sulawesi Utara)

Previous articleDukungan Industri Benih
Next articleBriket Sorgum
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img