Panen Pisang Bermutu

Rekomendasi

Budidaya intensif menghasilkan pisang bermutu tinggi.

Pisang raja temen hasil budidaya Ahmad Zainal Abidin. (foto : dok. Trubus)

TRUBUS — Pisang jenis raja bulu hasil budidaya Ahmad Zainal Abidin menjadi juara dalam Festival Buah Jawa Tengah 2020. Ukuran besar, tampilan mulus, dan cita rasa manis. Itu buah perawatan intensif. Pekebun pisang di Kelurahan Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah, itu mengatakan, hasil panen sebetulnya masih bisa lebih dioptimalkan lagi. Harap mafhum, Zainal memanen pisang itu pada Maret, bukan di musim terbaik atau di luar hitungan pranata mangsa.

Menrut Zainal pranata mangsa merupakan hitungan bulan tepat untuk menanam. “Agustus-September waktu terbaik menanam pisang,” kata petani pisang sejak 2018. Menanam sesuai pranata mangsa mengoptimalkan panen dan mencegah gangguan dari hama penyakit. Meski demikian menurut Zainal petani memungkinkan menanam di luar musim. Namun, hasil biasanya tidak akan sebagus sesuai pranata mangsa.

Bibit sehat

Menurut Zainal penanaman pisang menjelang musim hujan menyebabkan ketersediaan air untuk pertumbuhan terpenuhi. Petani berusia 64 tahun itu mengolah tanah dengan membuat lubang tanam 80 cm x 80 cm berkedalaman 60 cm. Jarak tanam 2,5 m x 2,5 m. Populasi bisa mencapai 1.600 tanaman per hektare. Namun, Zainal hanya menanam pisang di pekarangan 100 meter persegi, populasi 16 tanaman. Ia menambahkan 5—7 kg pupuk kandang terfermentasi sebagai pupuk dasar di lubang tanam.

Pekebun pisang di Desa Krajan, Kelurahan Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Ahmad Zainal Abidin.

Langkah berikutnya, Zainal mengaduk rata dan mendiamkannya selama lima hari. Kemudian pria kelahiran Kabupaten Semarang 64 tahun silam itu menambahkan 2,5 kg kapur pertanian per lubang tanam. Tujuannya mencegah perkembangan bibit penyakit dan cendawan di tanah. Lahan baru siap ditanami pada 2—3 pekan kemudian. Selama menunggu itu ia mengaduk lubang tanam agar pupuk dan kapur tercampur. “Persiapan penanaman bisa satu bulan,” kata Zainal.

Setelah lubang tanam siap tanam, barulah Zainal memilih anakan dari tanaman di lahan lain miliknya. Menurut Zainal satu tanaman rata-rata menghasilkan 3—5 tunas atau anakan sebagai calon bibit. Syarat bibit harus sehat, pertumbuhan segar dan tegak lurus, tinggi 80 cm—150 cm, terdiri atas 5—6 daun, dan berdiameter batang 15—20 cm. Kemudian ia merendam bibit pisang itu pada air hangat 50oC selama 5 menit untuk mencegah hama seperti ulat dan penyakit cendawan.

Menurut peneliti di Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu), Dra. Jumjunidang, M.Si., perendaman air hangat 50oC mengurangi inokulum cendawan di permukaan luar. Perlakuan itu juga efektif membunuh telur atau larva hama penggerek bonggol atau batang pisang. Menurut Jumjun pemberian kapur pertanian pada lahan sebelum tanam upaya mencegah serangan cendawan.

Cendawan fusarium misalnya berkembang pada tanah dengan pH kurang dari 7. Kapur menjadikan tanah lebih basa sehingga cendawan sulit berkembang. “Media tanam dan bibit ibarat modal. Jika media dan anakan jelek hasil pun pasti jelek,” kata ayah 4 anak itu. Selain itu nutrisi juga kunci menghasilkan pisang berkualitas. Pemupukan susulan hanya dua kali, saat tanaman berumur 6 bulan dan pematangan buah pada umur 10—11 bulan.

Pisang raja bulu hasil budidaya Ahmad Zainal Abidin, peraih juara 1 di Festival Buah Jawa Tengah 2020. (foto : dok. Trubus)

Zainal memberikan tiga sendok makan Urea yang dilarutkan pada 1 liter air. Pemupukan dalam bentuk pupuk cair agar tanaman mudah menyerapnya. Siasat lain Zainal mengoptimalkan ukuran buah dengan memberikan 1 sendok teh urea dilarutkan pada 330 ml air dan menyiramkan di media di sekitar tempat atau sisa pemotongan jantung pisang. Pemberian terutama 2—3 bulan jelang pematangan buah.

Kunci lain berupa penyinaran matahari. Hindari tanaman ternaungi apalagi dari arah terbitnya matahari. “Tanaman condong sedikit ke arah timur biasanya panen lebih optimal,” katanya. Pada masa pertumbuhan Zainal menjaga tanaman menghaislkan maksimal tiga tunas. Jika berlebih bisa berpengaruh pada kompetisi nutrisi. “Panen buah bisa kurang optimal jika anakan terlalu banyak,” katanya.

Pengendalian hama ulat juga perlu. Zainal menyemprotkan pestisida untuk pencegahan hama sekali salama musim tanam. “Terutama nematisida sekali pada tanaman berumur 4—6 bulan berbarengan dengan penyiraman,” kata anak ke-2 dari 4 bersaudara itu. “Jika menanam masih musim panas penyiraman cukup tiga hari sekali, musim hujan tidak perlu penyiraman,” kata pekebun yang mengebunkan pisang raja bulu dan raja temen itu.

Tanaman anggota famili Musaceae itu berbunga pada umur 8—9 bulan sejak tanam. Artinya jika penanaman pada September, tanaman berbunga pada Mei—Juni. Pisang raja bulu rata-rata menghasilkan 10—12 sisir per tandan. Sejak muncul bunga hingga semua sisir keluar, memerlukan waktu 21—30 hari. Ia lantas memotong bunga agar pertumbuhan buah optimal. Selain itu ia juga menyemprotkan pupuk Urea di bekas pangkasan.

Ciri pisang raja bulu siap panen, kulit luarnya mulus berwarna hijau agak tua. “Paling mudah sudah ada masak kekuningan 1—2 buah,” katanya. Zainal mewanti-wanti mesti segera panen. Sebab, buah matang bisa mengundang hama kelelawar. Satu tandan pisang hasil panen Zainal rata-rata bisa 35 kg—40 kg, terdiri atas 10—12 sisir harga jual mencapai Rp250.000—Rp300.000 per tandan. Petani memanen pisang raja bulu pada umur 11—12 bulan. (Muhamad Fajar Ramadhan/Peliput: Riefza Vebriansyah)

Artikel Terbaru

Distribusi Pangan Pengaruhi Keterjangkauan Harga Beras dan Cabai

TRUBUS.ID – Surplus pangan nasional belum menjamin masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Dosen Ekonomi Pertanian dan Agribisnis...

More Articles Like This