Thursday, February 9, 2023

Pasar Mancanegara Melirik Gabus Hias Hasil Tangkaran Pehobi Indonesia

Rekomendasi

Trubus.id — Bisnis gabus hias sedang naik daun. Tidak hanya pasar domestik, pasar mancanegara juga melirik gabus hias tangkaran dari Indonesia. Oleh karena itu, tidak sedikit pehobi yang terjun di dunia budidaya gabus hias.

Yanuar Bayu, S.T., pehobi sekaligus penangkar gabus hias di Jakarta Timur, mengaku biasa mengekspor gabus hias hasil budidayanya sendiri. Yanuar menjual 2.000–3.000 burayak gabus berukuran 7–8 cm (rata-rata berumur 2–3 bulan) ke Singapura melalui eksportir atau transhipper di Jakarta.

Pengiriman gabus hias ke Singapura tiap 3 bulan sekali atau 4 kali setahun. Jenis gabus hias untuk mengisi pasar di negeri jiran itu beragam antara lain Channa andrao, Channa asitica, Channa pulchra, dan Channa marulioides.

Menurut Bayu, permintaan gabus hias juga berasal dari Brunei Darussalam dan Malaysia. Bahkan, negara di Asia Selatan dan Timur Tengah seperti Banglades, Qatar, dan Arab Saudi juga meminati dan menggandrungi gabus hias.

“Total permintaan mencapai 10.000 burayak beragam jenis setiap bulan ke berbagai negara,” kata penangkar gabus hias sejak 2017 itu.

Pasar mancanegara biasanya mensyaratkan gabus berukuran seragam 7–8 cm, sehat, aktif, sirip sempurna, dan ekor normal. Bukan hanya permintaan yang tinggi, melainkan harga beli pasar mancanegara juga terbilang menggiurkan.

Harga eceran gabus hias jenis blue pulchra berukuran 7–8 cm di Indonesia sekitar Rp45.000 per ekor. Adapun harga borongan ekspor sekitar Rp70.000–Rp80.000 per ekor. Artinya, harga lebih tinggi nyaris dua kali lipat.

Omzet Bayu dari ekspor itu pun minimal Rp140 juta per sekali pengiriman. Namun, menurutnya, harga jual mahal itu juga berisiko tinggi. “Jika ikan mati selama perjalanan mesti mengganti pada pengiriman selanjutnya,” kata Bayu.

Sementara itu, menurut Joty Atmadjadja, pakar sekaligus transhipper ikan hias di Jakarta, gabus hias dan cupang mengalami tren peningkatan, baik ekspor maupun impor selama pandemi terutama pada 2020–2021.

Salah satu pemicunya banyak pehobi baru yang ingin memelihara ikan hias selama berkegiatan di rumah. Joty menambahkan, pada 2022 memang tidak seramai sebelumnya. Namun, tren ekspor dan impor masih ada dan stabil.

Kebanyakan jenis yang disenangi pasar global adalah ikan yang lazim ditangkarkan seperti Channa pulchra dan Channa gachua.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Meybi Kantongi Omzet Rp75 Juta Sebulan dari Daun Kelor

Trubus.id — Daun moringa alias kelor bagi sebagian orang identik dengan mistis. Namun, bagi Meybi Agnesya Neolaka Lomanledo, daun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img