Wednesday, August 10, 2022

Peluru di Sekujur Pohon

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tak ada rotan akar pun jadi, maka tak ada kulit buah manggis, daun pun berkhasiat.

Selama ini para herbalis dan dokter memang hanya memanfaatkan kulit buah manggis untuk mengatasi beragam penyakit. Riset mutakhir kemudian menyingkap bahwa kulit buah Garcinia mangostana memiliki sekitar 50 jenis senyawa xanthone. Jumlah itu adalah yang terbanyak di antara 200-an jenis xanthone hasil isolasi dari alam. Artinya, dari 200-an jenis xanthone, seperempat di antaranya terdapat pada kulit buah manggis.

Senyawa aktif multikhasiat memang terkonsentrasi di kulit buah. Harap mafhum, kulit buah benteng pertahanan terhadap musuh biotik seperti serangga hama. Menurut periset di Departemen Kimia, Universitas Indonesia,  Dr Ir Antonius Herry Cahyana, manggis menyimpan xanthone lebih banyak di kulit buah sebagai pelindung terhadap gangguan lingkungan. Sebab, pada buahlah manggis memperbanyak diri secara alami  atau perbanyakan generatif.

Tersebar
Namun xanthone juga ditemukan di daun, batang, dan, akar pohon anggota famili Clusiaceae itu. Periset di Sekolah Farmasi, The Ohio State University, Amerika Serikat, Young Won Chin dan rekan, berhasil mengisolasi dua jenis senyawa xanthone baru pada daging buah manggis, yakni 1,2-dihydro-1,8,10-trihydroxy-2-(2-hydroxypropan-2-yl)-9-(3-methylbut-2-enyl)furo[3,2-a]xanthen-11-one dan 6-deoxy-7-demethylmangostanin.
Mehtab Parveen dan Nizam Ud-din Khan dari Departemen Kimia, Aligarh Muslim University, India, mengungkap adanya xanthone pada daun manggis. Mereka berhasil mengisolasi dua jenis senyawa xanthone, yakni 1,5,8-trihydroxy-3-methoxy-2[3-methyl-2-butenyl]xanthone dan 1,6-dihydroxy-3-methoxy-2[3-methyl-2-butenyl]xanthone. Itulah sebabnya, Herry Cahyana mengatakan daun manggis juga berkhasiat obat. Apalagi manggis juga tak berbuah sepanjang tahun. Pada bulan-bulan tertentu, ketika kerabat nyamplung itu tak berbuah, kita dapat memanfaatkan daun untuk obat.  
Herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, meresepkan daun manggis bila pasien merasa efek samping konsumsi kulit buah manggis, yakni mual, sakit kepala, dan sakit perut. Lukas menyarankan untuk merebus 3 lembar daun manggis tua berukuran sedang dalam 3 gelas air hingga mendidih, dan tersisa 1—1,5 gelas. Pasien silakan minum air rebusan itu setiap pagi dan sore. “Daun manggis dapat digunakan untuk mensubtitusi kulit manggis dan berkhasiat memperbaiki pencernaan serta gangguan metabolisme tubuh,” ujar alumnus Universitas Diponegoro itu.

Akar pohon
Selain pada daun, inti batang manggis juga mengandung xanthone sebagaimana hasil riset Nilar dan Leslie J. Harrison dari Departemen Kimia, Universitas Nasional Singapura. Mereka mengisolasi 20 jenis senyawa xanthone pada inti batang tanaman. Peneliti di Jurusan Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Wahyu Budi Sukarni, menemukan senyawa xanthone pada akar manggis yang berkayu.
Bahkan, kulit akar manggis pun tetap mengandung senyawa xanthone.  Itulah hasil penelitian Rike Violentina dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang menemukan betamangostin. Lina Mardiana, herbalis di Yogyakarta memanfaatkan akar manggis untuk menetralisir efek samping dari kulit manggis seperti sakit perut. Beberapa pasien mengeluh sakit perut setelah mengonsumsi kulit buah manggis. Ketika itulah ia menumbuk akar manggis hingga memperoleh serbuk berbobot 50 gram, lalu merebus dalam setengah gelas air hingga menjadi seperempat gelas. Dalam waktu 2—3 hari, keluhan pun hilang.
Menurut ahli farmasi dari Universitas Airlangga, Dr Mangestuti Agil Apt MS, daun, akar, dan kulit batang manggis memiliki potensi yang sama seperti kulit buah manggis untuk dijadikan obat. Secara tradisional masyarakat Filipina terbiasa memanfaatkan daun dan kulit batang sebagai obat penurun panas, diare, disentri, dan sulit berurine. Masyarakat Jepang memanfaatkan daun dan akar manggis untuk mengobati eksem dan penyakit kulit lain.    
Khasiat kulit batang manggis sebagai obat disentri dan diare seperti kebiasaan masyarakat Filipina itu sejalan dengan riset Ai Kuraishin dari Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Bandung. Khuraishin membuktikan bahwa kulit batang manggis berkhasiat antibakteri terhadap bakteri penyebab diare Bacillus cereus, Escherichia coli, dan Pseudomonas aeruginosa. Pada konsentrasi 2%, ekstrak etil asetat dari kulit batang mampu menghambat 17,90 mm B. cereus, 16,72 mm E. coli, dan 16,18 mm P. aeruginosa. Jadi, meski musim buah manggis belum tiba, kita tetap dapat mereguk khasiat xanthone dengan mengonsumsi daun manggis. (Andari Titisari)

 

Senjata Ampuh Ratu Buah
Daun mengandung 1,5,8-trihydroxy-3-methoxy-2[3-methyl-2-butenyl]xanthone dan 1,6-dihydroxy-3-methoxy-2[3-methyl-2-butenyl]xanthone.
1,2-dihydro-1,8,10-trihydroxy-2-(2-hydroxypropan-2-yl)-9-(3-methylbut-2 enyl)furo[3,2-a]xanthen-11-one dan 6-deoxy-7-demethylmangostanin adalah senyawa xanthone anyar pada daging buah manggis
Kulit buah sang ratu mengandung sekitar 50 jenis senyawa xanthone, antara lain α- mangostin, β-mangostin, ɣ-mangostin, mangostanol, mangostenol, 1-isomangostin, 1-isomangostin hydrate, 3-isomangostin
Ai Kuraishin telah membuktikan kulit batang manggis mampu melawan bakteri penyebab diare pada konsentrasi 2% ekstrak etil asetat.
Pada initi batang pohon manggis teridentifikasi 20 jenis senyawa xanthone, antara lain garcinafuran, dimethylmangostin, 1,6-dihydroxy-3,7-dimethoxy-2-(3-methylbut-2-enyl)-8-(2-oxo-3-methylbut-3-enyl)-xanthone dan 1,6-dihydroxy-3,7-dimethoxy-2-(3-methylbut-2-enyl)-xanthone
Di akar terdapat β-mangostin dan 1,3-dihidroksi-bis[6’,6’-dimetilpirano (2’,3’:5,6:7,8)]xanthone

 

Keterangan foto

“Xanthone menyebar di seluruh bagian tanaman manggis tak hanya di kulit buah,” ujar Dr Herry Cahyana
Daun manggis mampu menetralisir efek samping konsumsi kulit manggis

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img