Trubus.id— Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak masyarakat pembudidaya memanfaatkan bahan-bahan baku lokal untuk diolah menjadi pakan ikan (pelet). Apalagi pakan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan hasil panen.
KKP melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) selama ini rutin menggelar pelatihan membuat pakan mandiri.
Menurut Riyanto, nstruktur Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, salah satu UPT BRSDM KKP, dengan pembuatan pakan mandiri pembudidaya dapat menentukan komposisi terbaik terhadap pakan yang akan dihasilkan.
Biaya produksi juga menjadi lebih murah karena pakan yang dibeli di pasar harganya cenderung tinggi sebab mengandalkan bahan baku impor. Ada beberapa bahan baku lokal yang dapat diolah menjadi pakan mandiri di antaranya tepung jagung, tepung ikan, tepung kedelai.
“Tentu setiap daerah memiliki bahan yang berbeda-beda. Seperti di Tegal, terdapat pabrik fillet ikan yang kepalanya merupakan limbah dan dapat kita manfaatkan untuk membuat tepung ikan,” papar Riyanto, dilansir dari laman Kementrian Kelautan dan Perikanan.
Lebih lanjut, menurut Riyanto dalam pembuatan pakan ikan atau pelet, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari ketersediaan bahan baku hingga kualitas bahan baku sehingga dapat dicerna sempurna oleh komoditas budidaya.
Artinya, dalam membuat pakan mandiri tidak boleh menggunakan bahan baku yang beracun atau sudah tidak layak digunakan. “Dengan membuat pakan mandiri, kita juga dapat menentukan kebutuhan nutrisi untuk setiap jenis pakan dan setiap jenis ikan yang dipelihara,” ujarnya.
Riyanto menyebut pakan ikan terbagi dalam dua jenis, yaitu pelet terapung dan pelet tenggelam. Pelet tenggelam biasanya digunakan untuk komoditas budidaya udang, dan pelet terapung untuk ikan.
“Dengan membuat pelet tenggelam, kita dapat menghemat sekitar 40—50 persen biaya pakan. Yang terpenting juga bagaimana kita itu tahu membuat program feeding yang tepat,” tutur Riyanto.
