Sunday, January 25, 2026

Pencuri Hati dari Benua Hitam

Rekomendasi
- Advertisement -

Tanaman berbatang nyentrik dan langka dari Afrika.

Habitat asal Commiphora sp. nova di Provinsi Bakool, Somalia.
Kulit batang berwarna cokelat dan mengelupas, sedangkan
daunnya kecil-kecil dengan tepi mengeriting.

Trubus — Para pehobi jatuh hati pada sosok caudiciform—tanaman berpangkal batang dan akar gembung. Pantas jika mereka acap mengincarnya. Salah satu jenis tanaman itu adalah Commiphora. Kolektor kaktus dan sukulen di Surabaya, Jawa Timur, Sugita Wijaya, menuturkan keistimewaan genus commiphora pada bentuk dan warna batang. Batang mirip tonjolan-tonjolan otot, ada yang berduri atau berkulit mengelupas.

Sosok Boswellia nana kerdil menyerupai bonsai.

Begitu pula dengan warna batang. Ada tanaman berbatang cokelat, kuning, dan biru. Sugita mengoleksi commiphora berpenampilan eksotis yakni Commiphora sp. nova yang berhabitat asal Provinsi Bakool, Somalia. Tanaman dalam balutan pot gerabah cokelat itu berbatang kokoh dengan cabang dan daun rimbun. Kulit batang berwarna cokelat dan mengelupas, sedangkan daunnya kecil-kecil dengan tepi mengeriting.

Cadangan makanan

Susunan cabang tanaman anggota famili Burseraceae itu banyak muncul di ujung batang. Sugita memperoleh commiphora langka itu dari nurseri sukulen di Jerman. Menurut Sugita populasi commiphora kian langka di alam. “Oleh karena itu, perburuan commiphora di beberapa negara di Afrika seperti Namibia, Somalia, dan Afrika selatan, sudah tidak diperbolehkan lagi,” katanya. Commiphora—dalam bahasa Yunani berarti pembawa getah—banyak tumbuh di Benua Afrika dan Madagaskar.

Kaudeks Adenia aculeata menggembung sebagai tabungan makanan di lingkungan ekstrem.

Spesies tertentu commiphora mengeluarkan getah yang dimanfaatkan untuk bahan pewangi dan pengobatan. Commiphora hanya salah satu caudiciform koleksi Sugita. Pria yang berprofesi sebagai arsitek itu memiliki aneka genus tanaman caudiciform lain seperti Adenia, Sesamothamnus, dan Boswellia. Yang paling menarik adalah Adenia aculeata. Kaudeks tanaman gembung, berkulit cokelat, dan bertekstur cenderung kasar.

Adapun batang tanaman hijau dan berduri. Sementara daun berwarna hijau dan berlekuk tiga. Tanaman anggota keluarga Passifloraceae itu juga endemik di Somalia, Kenya, dan Ethiopia. Kini harga A. aculeate mencapai Rp12 juta. Habitat tanaman yang dideskirpsikan kali pertama oleh Heinrich Gustav Adolf Engler pada 1891 itu tumbuh di ketinggian 500—750 m di atas permukaan laut (m dpl). Ketika memasuki fase generatif A. aculeata berbunga hijau kekuningan.

Tanaman eksklusif itu menyukai lingkungan bersinar matahari terik, semigurun, dan berkapur. Sugita menuturkan tanaman yang hidup di habitat ekstrim memiliki cara bertahan dengan menyimpan cadangan makanan di batang. Oleh karena itu batang A. aculeata menggembung. Sugita menanam kerabat markisa itu dalam pot bermedia tanam berupa campuran 60% pasir malang, 15% tanah, 10% serbuk sabut kelapa, 10% pupuk kandang fermentasi, dan 5% perlit.

Rentan

Penampilan Sesamothamnus busseanus juga membuat Sugita kesengsem. Ia mendatangkan tanaman istimewa itu dari Amerika Serikat. Layaknya caudiciform lain, S. busseanus juga memiliki batang gendut. Pada ujung batang muncul cabang-cabang panjang ke segala arah. Di setiap cabang terdapat dedaunan berbentuk oval dan duri-duri tajam. Habitat asal S. busseanus menyebar di berbagai negara yakni Ethiponia, Kenya, dan Somalia.

Sesamothamnus busseanus berbatang gendut dengan percabangan memanjang.

Adapun Boswellia nana juga tak kalah menawan. Sugita menebus B. nana US$250 dari Amerika Serikat pada 2010. Kini di pasar internasional harga tanaman melonjak hingga US$1.000 setara Rp14 juta. “Nilai tanaman naik karena penampilannya yang eksotis dan langka,” kata Sugita. Menurut International Union for Conservation of Nature’s Red List B. nana merupakan spesies vulnerable alias rentan musnah, Habitat asal tanaman anggota keluarga Bursercaee itu adalah Pulau Socotra, Yaman. Di sana tanaman tumbuh di antara bebatuan dan tebing-tebing berkapur. Di alam ukuran B. nana paling tinggi sekitar 60—100 cm. Mereka hidup pada ketinggian tempat 300—500 m dpl. Penampilan tanaman amat menarik dengan batang gemuk dan dedaunan berwarna merah. Tanaman berbunga pink yang muncul di ujung dan sisi cabang. (Andari Titisari)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img