Friday, January 16, 2026

Perawatan Khusus untuk Aglaonema Mutasi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Aglaonema mutasi memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya menarik bagi para kolektor tanaman hias. Namun, perawatan ekstra menjadi hal yang wajib agar tanaman tampil prima.

Henry Biantoro, kolektor aglaonema asal Cilandak, Jakarta Selatan, mengalami hal pahit saat mutasi angelina miliknya terserang kutu putih. Bekas gigitan kutu tersebut menjadi sarang cendawan yang merusak daun dan batang.

Akibat serangan itu, Henry terpaksa memangkas daun dan batang sampai bersih agar cendawan benar-benar hilang. Ia hanya bisa berharap agar tunas baru tumbuh dari sisa batang yang ada.

Mutasi aglaonema memerlukan perhatian khusus, terutama yang memiliki perubahan warna mencolok. Tanaman dengan mutasi warna cenderung mengalami penurunan kadar klorofil.

Klorofil yang berkurang menyebabkan daun hijau dominan berubah menjadi merah atau putih. Akibatnya, proses fotosintesis terganggu dan tanaman menjadi mudah stres.

Hal ini terbukti saat Henry mencoba memisahkan empat anakan angelina mutasi. Dua di antaranya mati karena tidak mampu bertahan menghadapi stres.

Selain itu, aglaonema mutasi juga rawan mengalami busuk akar. Untuk mengatasi masalah ini, Henry mencampur media tanam dari sekam mentah hasil fermentasi, andam, cocopeat, sekam bakar, pasir malang, dan batu zeolit.

Ia juga rutin menyiramkan pupuk hayati dan gula pasir ke media tanam. Mikroorganisme menguntungkan dari campuran ini membantu mencegah pertumbuhan bakteri penyebab busuk akar.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img