Trubus.id — Sektor komoditas buah-buahan terus berkembang. Seperti halnya pada buah pepaya. Majalah Trubus merekam perkembangan sektor budidaya dan bisnis pepaya. Berikut ini catatan perkembangan komoditas pepaya selama 20 tahun, mulai dari 2001 hingga 2022.
2001
Produsen buah di Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, Boga Tani memperkenalkan pepaya hawai jumbo berbobot 1 kg. Bibit pepaya dari Singapura.
2002
Pekebun di Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Syamsul Bahri mengebunkan pepaya seluas 1,2 hektare. Ia rutin memetik 4 ton per pekan. Jenis pepaya itu bangkok dan kalifornia.
2004
Varietas pepaya IPB-1 dari Pusat Kajian Buah-buahan Tropika (PKBT), Institut Pertanian Bogor berumur genjah. Umur panen hanya 140 hari. Sosoknya mini, hanya 500–700 gram. Rasa manis setara dengan melon kualitas standar, 11–120°briks. Selain itu, ada varietas IPB-2 dengan umur panen 150 hari.
2010
Pekebun di Desa Korelet, Kecamatan Curug, Kota Tangerang Selatan, Banten, Tatang Halim, mampu mencegah serangan layu pada pepaya. Ia membuat guludan, menabur pupuk kandang, dan memerhatikan drainase.
2011
JK Soetanto mendongkrak produksi pepaya dari tanaman tua dengan memelihara cabang baru. Panen hingga 75 kg pepaya, sebelumnya hanya 40–50 kg.
2016
Risun warga Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah sukses mengebunkan pepaya varietas IPB 9. Umur 9 bulan pascatanam mendulang pendapatan Rp12 juta hasil penjualan 6 ton pepaya dari 1.000 tanaman.
2018
Serangan penyakit akibat infeksi Papaya Ringspot Virus (PRsV) kembali mewabah. Menyerang beberapa daerah seperti di Jawa Barat (Sukabumi dan Bogor), Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatra Utara, Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo.
2021
Imam Ma’arif sukses mengebunkan pepaya calina berkualitas premium. Pepaya itu dikebunkan secara intensif. Ia bersama tim memprioritaskan tanam pepaya di dataran rendah seperti Tuban (Jawa Timur) dan Blora (Jawa Tengah). Tingkat kemanisan pepaya panenan di kebun dataran rendah mencapai 16°briks.
2022
Ali Imron menanam pepaya arum sebanyak 8.000 tanaman di lahan seluas 8 hektare. Kapasitas produksi kebun Ali mencapai 6 ton setiap pekan. Bobot pepaya 500–600 gram tingkat kemanisan pepaya itu mencapai 15°briks.
