Friday, December 2, 2022

Persik Tua di Kaki Fuji

Rekomendasi

Buah persik kaya nutrisi antara lain 8% vitamin C, 5% vitamin E, dan 2% vitamin KPohon persik dan tanaman anggur berumur ratusan tahun di Yamanashi, Jepang, tetap produktif.

Suasana di Kin Ou En, kebun milik Horiachi Madoka di Prefektur Yamanashi, Jepang, begitu ramai hari itu. Senyum tak pernah tanggal dari wajah Madoka yang ramah menyambut tamu. Maklum, saat Trubus berkunjung ke sana pada pertengahan April 2013, di Yamanashi tengah musim semi. Pada saat itulah pohon persik Prunus persica tengah semarak berbunga. Hampir seluruh bagian tanaman dibalut bunga cantik berwarna merah muda sehingga menyuguhkan pemandangan yang indah.

Bagi para pelancong, suasana itu menjadi magnet untuk menghabiskan waktu di tengah kebun. Beberapa pengunjung tampak asyik menikmati santap siang di bawah rindangnya tanaman anggota famili Rosaceae itu. Pemandangan itu sangat kontras di lahan anggur Vitis vinifera. Tanaman anggota famili Vitaceae itu tampak meranggas karena hanya tersisa batang dan ranting yang menjalar pada pergola kawat baja. Menurut ahli nutrisi di Jakarta, Yos Sutiyoso, pada musim gugur dan dingin, sebagian besar tanaman subtropis menggugurkan daun untuk mengurangi evapotranspirasi akibat kondisi udara yang kering.

“Pada kondisi itu, jaringan absisi yang menyekat pangkal tangkai daun menutup rapat sehingga pasokan air dan hara dari akar berhenti,” kata alumnus Institut Pertanian Bogor itu. Akibatnya, perlahan daun menguning dan akhirnya gugur. Pada musim semi barulah muncul tunas baru. Di kebun Madoka, tunas-tunas itu belum bermunculan sehingga masih tampak meranggas. Pada Juli—Agustus, suasana di Kin Ou En kembali ramai. Pada saat itulah para pengunjung dari seluruh penjuru negeri Sakura beramai-ramai datang untuk menikmati panen raya persik.

Di kebun Madoka para pengunjung dapat memetik langsung buah persik dari pohonnya, lalu menyantapnya di tempat, atau membawanya pulang setelah dikemas dalam kotak. Cukup dengan merogoh kocek 250 yen atau setara Rp25.000 pengunjung dapat memboyong sekilo buah persik segar. Sementara pada Agustus—November, giliran anggur yang panen raya. Pada pengujung tahun itu para pengunjung juga dapat menikmati anggur segar dengan memetik langsung dari tanamannya.

Selain menikmati anggur segar, silakan cicipi segelas anggur hasil fermentasi pada hasil panen tahun sebelumnya. Madoka mengolah sendiri buah anggur menjadi wine. Menikmati segelas anggur di pengujung tahun menjadi favorit warga Jepang yang mulai memasuki musim dingin itu. Suasana meriah saat musim bunga dan panen persik serta anggur itu bukan hanya terjadi di kebun Madoka, tapi juga di kebun-kebun lain di Prefektur Yamanashi.

Kota yang ditempuh selama tiga jam bermobil dari Kota Tokyo itu memang sentra produksi persik dan anggur terbesar di Jepang. Saat Trubus menyusuri kota Yamanashi, hampir di setiap pekarangan rumah warga tumbuh kedua komoditas itu. Beberapa di antaranya mengebunkan dalam skala luas. Salah satunya Horiachi Madoka yang mengebunkan persik di lahan 1,7 ha dan anggur 1,8 ha.

Menurut direktur jenderal Departemen Pariwisata Prefektur Yamanashi, Hisao Horiuchi, pada 2009 produksi buah persik di Yamanashi mencapai 50.200 ton per tahun. Jumlah itu hampir dua kali lipat produksi persik di Fukushima yang hanya memproduksi 30.100 ton per tahun. Kota yang terkena hantaman tsunami pada Maret 2011 itu merupakan sentra persik terbesar kedua di Jepang. Seluruh hasil panen untuk memenuhi permintaan pasar swalayan di Jepang. “Selebihnya ada juga yang diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat,” kata Horiuchi.

Sementara jumlah produksi anggur Yamanashi mencapai 50.600 ton per tahun. Jumlah itu juga hampir dua kali lipat jumlah produksi sentra terbesar kedua di Jepang yakni Nagano yang hanya memproduksi 27.100 ton. Selain dijual dalam bentuk segar, anggur juga difermentasi menjadi minuman. Oleh karena itu di Yamanashi terdapat beberapa pabrik produsen wine. Beberapa di antaranya sudah beroperasi sejak 100 tahun silam. Salah satu winery—sebutan pabrik minuman anggur—terkemuka di Yamanashi adalah Kizan Winery Co Ltd dan The Koshu Wine Project, keduanya di Kota Koshu.

Pemandangan unik tampak di kebun-kebun anggur. Di sana tanaman anggur ditanam dengan jarak yang sangat renggang, yakni mencapai 10 m x 10 m. Namun, setiap tanaman anggur itu memiliki cabang yang panjang dan dibiarkan menjalar pada pergola dari kawat baja. “Dengan teknik budidaya itu produktivitas anggur ditentukan dari jumlah dan panjang-pendeknya percabangan,” kata Yos. Dengan begitu, semakin tua tanaman, maka produktivitas semakin tinggi karena sudah memiliki percabangan banyak dan panjang.

Itulah sebabnya di beberapa kebun tampak beberapa tanaman anggur yang sudah tua. Menurut Madoka tingkat ketuaan tanaman anggota famili Vitaceae itu dapat dilihat dari diameter batang. “Untuk batang berdiameter 20 cm saja kemungkinan umurnya sudah lebih dari 100 tahun,” ujarnya. Tingkat ketuaan pohon juga terlihat dari percabangan yang sudah merambat hingga puluhan meter.

Kondisi itu berbeda dengan kebun-kebun anggur yang pernah Trubus saksikan saat berkunjung ke Swiss atau Italia. Di sana pekebun membudidayakan anggur berjarak tanam rapat. Mereka juga rutin memangkas sehingga tanaman tidak memiliki percabangan yang merambat. Pekebun di Eropa itu menopang batang anggur dengan tiang atau mengikatsecara vertikal pada tali baja yang dibentangkan horizontal seperti tiang jemuran.

Adakah perbedaan antara kualitas buah anggur yang muncul di dekat batang utama dan yang jauh dari batang utama? Menurut Madoka, kualitas buah anggur yang dihasilkan sama saja. Yos menuturkan kualitas buah keduanya akan sama-sama bagus jika nutrisi tanaman terpenuhi. Teknik budidaya serupa pernah Yos saksikan pada budidaya tomat ceri di sebuah farm di Belanda. Di sana pekebun merambatkan tomat secara horizontal di permukaan lantai hingga puluhan meter. Setiap cabang yang muncul dari batang lalu diikat secara vertikal. Meski begitu nyatanya tanaman tetap berproduksi tinggi dan berkualitas seragam.

Yos menuturkan di negara subtropis teknik budidaya anggur seperti di Yamanashi memungkinkan untuk diterapkan dan tetap menghasilkan buah berkualitas prima dan seragam. Itu karena di negara subtropis tanaman dapat “menabung makanan” pada musim semi dan musim panas. Matahari pada kedua musim itu bersinar lebih lama yakni bisa mencapai 16 jam sehingga hasil fotosintesis berupa karbohidrat melimpah di tanaman.

Yamanashi merupakan prefektur yang intensitas mataharinya paling tinggi di seluruh Jepang. Dalam setahun, lama penyinaran matahari di Yamanashi totalnya mencapai 2.225 jam. Pada musim gugur dan musim dingin, tanaman menggugurkan daun. Pada saat itulah metabolisme dan pertumbuhan tanaman berhenti sehingga cadangan makanan masih banyak terkumpul di tanaman. “Jadi pada saat tanaman dorman, C/N ratio (perbandingan jumlah karbon dan nitrogen) tanaman tinggi sekali,” kata Yos.

Begitu memasuki musim semi dan panas, “tabungan makanan” itu cukup untuk pertumbuhan bunga dan buah anggur meski lokasi buah jauh dari batang utama. Sebagai nutrisi tambahan, Madoka hanya memberikan pupuk organik dengan dosis 100 kg untuk 300 pohon atau rata-rata 300 g per pohon. Pupuk diberikan saat daun sudah rontok yakni pada November—Desember.

Berbagai daya tarik di bidang pertanian itulah yang mendorong PT Garuda Indonesia Tbk tertarik mengadakan promosi Garuda Indonesia Bike to Japan 2013.  Prefektur Yamanashi, Jepang, sebagai salah satu tujuan wisata di Jepang. “Apalagi Yamanashi dikenal sebagai ‘rumahnya’ Gunung Fuji yang menjadi ikon negara Jepang. Dengan begitu diharapkan semakin banyak wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Yamanashi, tentunya dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia,” ujar Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Emirsyah Satar. Bila berkunjung ke Jepang, jangan lupa singgah di Yamanashi. (Imam Wiguna)

 

FOTO:

 

  1. Buah persik kaya nutrisi antara lain 8% vitamin C, 5% vitamin E, dan 2% vitamin K
  2. Di Jepang musim berbunga persik saat musim semi atau Maret-April dan buah dipanen pada Juli—Agustus
  3. Prefektur Yamanashi sentra persik terbesar di Jepang. Produksi persik 50.000 ton setahun
  4. Kebun Kin Ou En saat musim buah persik
  5. Anggur hasil dari pohon berumur ratusan tahun
  6. Buah persik mengandung 39 kkal
  7. Wine di Jepang banyak diproduksi di Yamanashi dan Hokkaido
  8. Semakin tua tanaman, makin panjang percabangan sehingga produksi pun kian tinggi
  9. Jepang mengenal wine dari misionaris Portugis, Francis Xavier pada abad ke-16
Previous articleTaman 400 Tahun
Next articlePilihan Baru Apel Cinta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img