Tuesday, April 28, 2026

Pertanian Modern, Teknologi Penyiraman Praktis Hemat Waktu dan Tenaga

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Para pelaku pertanian perkotaan kini banyak yang menerapkan teknologi canggih untuk penyiraman atau pemupukan. Salah seorang yang memakai teknologi dalam penyiraman adalah Suharini Eliawati, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta.

Pekarangan rumah Suharini Eliawati seluas 100 m2 penuh aneka tanaman. Suharini menanam beragam komoditas seperti tomat, terung, dan bayam. Aneka sayuran itu tumbuh subur. Kadang-kadang saat di kantor, Suharini menyiram tanaman-tanaman itu. Ia menyiram tanaman dari kantor dengan bantuan teknologi.

Suharini hanya mengatur aplikasi smart farming atau pertanian pintar di telepon genggam pribadinya. Meskipun sedang di kantor, ia bisa menyiram atau memupuk tanaman sewaktu-waktu.

Menurut Suharini, penggunaan pertanian pintar membantu masyarakat untuk berkebun. Ia menyebut teknologi pintar itu bukan hanya dapat diterapkan pada agribisnis skala besar, melainkan untuk skala rumahan pun bisa.

Apalagi, minat masyarakat Jakarta untuk berkebun meningkat sejak pandemi. Menurutnya, berdasarkan survei, 95% masyarakat Jakarta berminat melakukan aktivitas urban farming. Tentu kehadiran teknologi pintar itu sangat cocok untuk mereka yang ber-urban farming.

Sugiyanto dan sembilan rekan lainnya yang tergabung dalam Kelompok Tani Kebun Berseri juga menerapkan teknologi penyiraman. Mereka mengelola lahan seluas satu hektare di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Lahan satu hektare itu terbagi menjadi tiga petak masing-masing berukuran 3.000 m2. Di petak pertama, Sugiyanto memasang 200 sprinkler berjarak 4 m dan tinggi 60 cm. Mereka juga memasang irigasi tetes di petak kedua.

Petani itu menyiram tanaman 2 kali sehari pada pukul 06:30 dan 16:30. Ia cukup menekan tombol dan air akan menyembur dari ujung nozel di sprinkler dan irigasi tetes. Sangat praktis untuk menyirami aneka tanaman.

Waktu penyiraman menggunakan sprinkler dan irigasi tetes rata-rata 25–30 menit. Hal itu lebih cepat dibanding penyiraman manual. Penyiraman manual memerlukan waktu lebih lama yakni 2–3 jam.

“Waktu untuk berkebun bisa lebih fleksibel dan penggunaan teknologi meringankan pekebun,” kata Sugiyanto.


Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This