Trubus.id–Pemulia anggrek di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, Dedek Setia Santoso merakit anggrek baru bernama Dendrobium Shreya. Anggrek anyar itu rilis pada 20 Maret 2024.
D. Shreya memiliki bunga putih dengan motif keungu-unguan. Sosok itu begitu anggun. Wajar Dedek menyematkan nama Dendrobium Shreya. “Shreya berarti cantik. Jadi, saya memberi nama itu sesuai bentuk dan warnanya yang anggun dan cantik,” tutur pemulia itu.
Ia menuturkan D. Shreya merupakan hasil persilangan anggrek Dendrobium Airey Peach dan Dendrobium Queen Paradise. Dedek mengombinasikan dua gen anggrek unggul itu untuk menghasilkan dendrobium baru yang lebih unggul dari kedua tetuanya.
Dedek menggabungkan dua anggrek itu bukan tanpa alasan. “D. Airey Peach unggul dari bentuk bunga yang bulat dan warna soft terang plus rajin berbunga,” kata Dedek. Sementara keunggulan D. Queen Paradise yakni bentuk bunga yang besar dan bersusun.
Dua kombinasi itu melahirkan D. Shreya yang berbunga besar, umur berbunga pendek atau genjah, plus memiliki warna bunga yang variatif. Warna bunga yang bervariasi itu menurut Dedek karena kedua induknya memiliki warna bunga yang sedikit berbeda dengan warna putih dan merah muda.

“Kondisi itu bisa memunculkan sifat-sifat yang sebelumnya resesif yang muncul pada generasi berikutnya,” kata Dedek.
Pebisnis anggrek di Kotamadya Batu, Taj Abdul Aziz, menuturkan penampilan D. Shreya secara keseluruhan bagus.
“D. Shreya bentuknya bagus yaitu bulat dan overlap. Overlap itu istilah untuk menggambarkan petal melebihi atau sampai menutupi sepal,” tutur Taj.
Dendrobium itu menurut Taj juga bisa melawan dominasi produk Thailand pada segmentasi dendrobium komersial.
“Kalau dari segi warna masih ungu yang merupakan warna mayoritas dendrobium bulat dan warna ini sangat banyak kompetitornya,” kata Taj.
