Saturday, December 3, 2022

Polar Bisa Tingkatkan Produktivitas Panen Jamur Tiram

Rekomendasi

Trubus.id — Lazimnya, petani jamur tiram memakai dedak sebagai bahan baku baglog. Namun, tahukah Anda, polar juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan baglog. Bahkan, penggunaan polar dinilai mampu meningkatkan produktivitas jamur tiram.

Fakta itu dibuktikan oleh Asih Sugianti Rara, petani jamur di Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Rara menggunakan polar sebagai bahan baku baglog sejak 2018.

Polar merupakan bagian dalam kulit gandum yang mengandung pati dan protein. Adapun polar yang dipakai Rara adalah limbah penggilingan gandum menjadi terigu. Baglog jamur tiram miik Rara campuran dari serbuk kayu, polar, dan dolomit dengan perbandingan tertentu.

Penggunaan polar membuat Rara mampu memanen 0,4–0,5 kg jamur tiram per baglog per panen. Sebelumnya, dengan memakai bahan baku dedak, Rara hanya menuai 0,25–0,3 kg jamur tiram per baglog per panen.

Tentu saja pendapatan Rara bertambah berkat peningkatan produksi baglog. Hasil panen pun relatif stabil. Oleh karena itu, sampai saat ini Rara selalu memakai polar sebagai bahan baku pembuatan baglog.

“Pemakaian polar tetap ekonomis dan menguntungkan meski harga polar lebih tinggi daripada dedak,” kata Rara.

Ia tidak kesulitan mendapatkan polar karena bekerja sama dengan peternakan sapi di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang menjual polar.

Penggunaan polar sebagai bahan baku baglog yang meningkatkan produksi sejalan dengan riset Rizky Maulidina dan tim dari Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur

Rizky meriset pengaruh umur bibit dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih.

Hasil penelitian menunjukkan kombinasi umur bibit 21 hari setelah inokulasi dengan media tanam berupa 100 kg serbuk kayu sengon, 5 kg polar, dan 2,5 kg tepung jagung menghasilkan penyebaran miselium dan panen pertama yang lebih awal.

Komposisi

Adapun komposisi media tanam berisi 100 kg serbuk kayu sengon, 5 kg polar, dan 2,5 kg tepung jagung menghasilkan diameter tudung, total bobot segar badan buah, serta interval panen dan frekuensi panen jamur yang lebih optimal.

Dengan perlakuan itu, bobot total segar badan buah mencapai 340,77 gram. Jumlah itu lebih tinggi daripada perlakuan 100 kg serbuk kayu sengon, 2,5 kg polar, dan 5 kg tepung jagung yang menghasilkan 301,25 gram badan buah segar.

Tudung buah jamur tiram dengan perlakuan 100 kg serbuk kayu sengon, 5 kg polar, dan 2,5 kg tepung jagung juga lebih besar yakni 10 cm.

Tim peneliti menduga unsur nitrogen dalam media tanam mendukung perkembangan badan buah. Apalagi, hasil uji laboratorium menunjukkan nitrogen dalam 100 kg serbuk kayu sengon, 5 kg polar, dan 2,5 kg tepung jagung 1,75% lebih tinggi daripada komposisi media lainnya.

Lebih lanjut, Rizky dan tim menyatakan, nitrogen merupakan sumber protein yang dibutuhkan sebagai penyusun jaringan yang sedang aktif tumbuh sehingga memengaruhi diameter tudung jamur.

Pembentukan sel-sel badan buah tidak terlepas dari keberadaan kandungan pada media tumbuh dalam jumlah yang cukup banyak. Nutrisi yang dibutuhkan bagi pertumbuhan miselium dan perkembangan badan buah jamur tiram adalah komponen utama dinding sel yakni selulosa, hemiselulosa, lignin, dan protein.

Setelah terdekomposisi, senyawa itu menghasilkan nutrisi yang dibutuhkan jamur. Polar menambah ketersediaan karbon yang merupakan sumber utama bagi media tumbuh jamur.

Selain itu, polar berfungsi membangun miselium dan enzim yang dibutuhkan dalam budidaya jamur tiram. Kandungan enzim menyebabkan produksi jamur tiram bertahan cukup lama.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img