Pompa air bertenaga surya mengalirkan air hingga 3,6 liter per menit.

Trubus — Bambang Erbata Kalingga ingat persis letusan Gunung Merapi pada Mei 2018. Lima hari setelah letusan mereda, ia datang ke salah satu lokasi terdampak erupsi. Warga Dusun Gumuk, Desa Sumber, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, itu menenteng kotak mirip koper. Itulah pompa air DC bikinannya sendiri. Ia datang ke lokasi itu untuk membantu warga setempat yang membutuhkan air bersih.
Menurut Bambang setelah letusan gunung sumber air di area letusan banyak yang rusak. Selain itu Bambang juga menguji coba pompa air DC dengan solar sel di area bencana. Pria 49 tahun itu membantu mendistribusikan air bersih bagi korban bencana. “Hasilnya cukup memuaskan. Sumber air dapat diambil dari kedalaman 1,4 meter berhasil didistribusikan sejauh 25 meter,” ujar Bambang. Padahal, terdapat perbedaan ketinggian kurang lebih 6 meter.
Tenaga surya
Air mengalir lancar dengan debit 3,6 liter per menit sehingga mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Bambang menggunakan pipa berdiameter 0,5 inci. Menurut pria kelahiran 28 Mei 1970 itu pemilihan diameter dapat membantu meningkatkan laju aliran air. Bambang berharap inovasi pompa air miliknya dapat terdistribusi ke seluruh Indonesia.
Alumnus Politeknik Manufaktur Bandung itu tergerak meniptakan pompa bertenaga surya karena banyak wilayah Indonesia yang belum teraliri listrik. Menurut Badan Pusat Statistik 12.000 desa belum teraliri listrik pada 2015. Selain itu sering kali sumber air lebih rendah daripada daerah yang membutuhkan air. Bambang mengatasinya dengan membuat pompa air portabel, bobot hanya 3 kg.
Sumber energi memanfaatkan listrik tenaga surya. Bambang menyebutnya poma air DC. Bentuknya mirip koper berukuran 53 cm x 34 cm x 2,5 cm. Di dalam panel surya itu terdapat peralatan tambahan berupa regulator, akumulator, dan pompa. Bambang membentangkan panel surya di daerah yang paling banyak terpapar sinar matahari. Cara kerjanya menerapkan sistem fotovoltaik alias mengubah energi matahari menjadi arus listrik.
Panel surya yang terdiri atas sel-sel surya berupa silikon tipe-N dan tipe-P bekerja membentuk medan listrik hingga akhirnya mengalirkan listrik. Panel surya berukuran 20 Wp (Watt-peak), artinya nominal watt tertinggi yang dapat dihasilkan sebesar 20. Energi listrik kemudian mengalir menuju regulator yang berfungsi menstabilkan tegangan listrik yang masuk dan akan dialirkan.
Bambang membuat regulator sendiri untuk pompanya. Menurut pira 49 tahun itu regulator di pasaran mudah rusak. Listrik dengan tegangan yang stabil kemudian diteruskan menuju akumulator (aki). Energi listrik disimpan aki dalam bentuk energi kimia. Bambang menggunakan akumulator dengan tegangan 12 Volt dan berkapasitas 7,2 Ah (Ampere hours). Dari akumulator listrik digunakan untuk mempekerjakan pompa.
Pompa mini itu bertegangan 12—24 Volt mampu mengalirkan air dengan debit 3,6 liter per menit. Teknologi itu memanfaatkan energi terbarukan yang bersumber energi sinar matahari. Tugasnya menyalurkan air dari sumber air yang letaknya lebih rendah dibandingkan dengan daerah target. Meski demikian bukan berarti pompa air itu tanpa kelemahan. Menurut Bambang saat hari mendung, kinerja panel surya menurun. Akibatnya akan berpengaruh terhadap kinerja pompa.
Harap mafhum, sumber energi pompa air itu berupa sinar matahari. Intensitas sinar matahari yang rendah menyebabkan energi yang diserap menjadi kurang. Idealnya pancaran sinar matahari hingga 5 jam per hari.
Pompa Air Jinjing
- Panel surya 20 WP berukuran 53 cm x 34 cm x 2,5 cm dirakit menjadi seperti sebuah case (koper). Panel surya terdapat di kedua sisi sehingga peletakan dalam kondisi terbuka dan panel surya di sisi atas.
- Di dalam koper panel surya terdapat peralatan tambahan berupa pompa, regulator, akumulator, dan kabel yang terhubung.
- Digunakan pada lokasi pertanian yang memiliki sumber air berupa sumur (sumber air vertikal) yang terletak lebih rendah daripada lokasi pertanaman.
- Sinar matahari yang diserap panel surya kemudian disalurkan menuju regulator dalam bentuk arus listrik searah (DC)
- Regulator bertugas menjaga tegangan arus listrik yang akan dialirkan menuju akumulator tetap stabil. Bila listrik yang dialirkan tidak stabil (tegangan terlalu tinggi atau rendah) dapat mengganggu kinerja akumulator.
- Akumulator menyimpan energi listrik dari regulator dalam bentuk energi kimia dan menyalurkan energi menuju pompa
- Bambang menggunakan pompa dengan tegangan 12—24 volt arus DC.
- Hasil uji coba menunjukkan pompa air DC dengan solar cell dapat menyedot air dengan pipa berdiameter 0,5 inchi dan berkedalaman 1,4 meter, berhasil mendistribusikan air dengan pipa berdiameter 0,5 inchi sepanjang 20—25 meter dengan perbedaan ketinggian 9 meter.
- Pompa telah diujikan selama 5 jam dengan debit air 3,6 liter per menit. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)
