Saturday, January 17, 2026

Prospek Cerah Bisnis Domba

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Bisnis penjualan domba pedaging masih menggiurkan. Sebut saja, Peternak asal Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Mohammad Huda Khairon menjual 300—500 domba sebulan.

Penjualan kian meningkat saat musim liburan dan akikah hingga 800—1.200 ekor per bulan. Keruan saja menjelang Idul Adha, Huda bisa menjual sekitar 4.000 domba.

Harga jual milik Huda berkisar Rp60.000— Rp62.000 per kg. Bandingkan dengan harga domba pedaging di tingkat nasional yaitu Rp55.000— Rp60.000 per kg. Ia memeroleh pasokan domba dari para peternak mitra dan kandang sendiri. Peternak mitra menggemukan domba selama 4—6 bulan sesuai  standar operasional prosedur (SOP).

Peternak lain Mario Febrianto asal Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, itu memiliki 1.200—1.800 domba. Dari jumlah itu ia sukses menjual 500—600 domba. “Penjualan domba itu tergantung musim. Kadang-kadang penjualan domba hanya 300—400 ekor per bulan,” kata pemilik Bhineka Farm itu

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi daging domba pada 2022 mencapai 54.650,53 ton. Naik 7,79% dibandingkan dengan 2021 yakni sebesar 50.702,06 ton. Produksi daging domba sebetulnya sempat meningkat hingga mencapai rekor tertinggi pada 2018, yakni sebesar 82.274,38 ton. Namun jumlah itu menurun sejak 2019— 2021.

Menurut peternak domba senior asal Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Martinus Alexander, pasar domba pedaging masih bagus. Dengan catatan pasar tetap bertahan melayani pangsa pasar daging dari ternak hidup yang dipotong menjadi karkas. “Jadi, bukan karkas beku hasil impor dari luar negeri,” kata Martinus.

Anda bisa membacanya lebih lanjut di Majalah Trubus Edisi 650 Januari 2024. Majalah Trubus mengupas tuntas prospek agribisnis 2024. Dapatkan Majalah Trubus Edisi 650 Januari 2024 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img