Sunday, January 25, 2026

Rahasia Walet Betah

Rekomendasi
- Advertisement -

Pengaturan ruang tepat berpengaruh terhadap ditribusi suara untuk memikat walet berdatangan.

Pemilik gedung wajib tahu jalur terbang walet. (Dok. Trubus)

Trubus — Banyak yang membuat gedung walet besar dan luas. Tujuannya agar bisa memanen sarang sebanyak-banyaknya. Namun, hasilnya walet malah enggan menginap. Menurut praktikus walet di Jakarta, Harry Wijaya, tujuan walet menginap untuk berlindung. Ruang terlalu luas justru membuat walet takut. Menurut Harry walet alam dalam gua pun menginap di bagian yang bersekat-sekat karena lebih nyaman.

Gedung baik menghasilkan sarang membubung.

Bagian bersekat kerap menimbulkan pantulan suara atau gema. Hal itu membuat walet merasa lebih aman, seolah tempat itu ramai. “Walet makhluk sosial, biasanya akan bersuara jika masuk ke suatu tempat, gema seolah menyahut suara walet, sehingga walet merasa aman untuk menginap,” katanya.

Gema

Harry menuturkan, jika walet terbang pada jarak tertentu dan mengeluarkan suara melengking akan ada suara pantulan balik beberapa detik kemudian atau gema. Jarak antara suara dengan dinding terlalu dekat dan terlalu jauh tidak baik. Makin dekat sumber suara dengan dinding pantulan suara akan makin cepat. Hal itu membuat burung panik. Begitu pun jika dinding dengan sumber suara terlalu jauh, menyebabkan burung mengeluarkan bunyi berkali-kali kemudian burung akan berputar ke luar.

Jarak ideal mampu menghasilkan suara gema yang cocok untuk walet. Gedung ideal memiliki pantualan suara pas, seperti tanda penuntun ke ruangan lebih dalam. Oleh karena itu, desain gedung tepat menyebabkan burung betah. Menurut Harry jarak dinding ke sumber suara lebih dari 6 meter pantulannya tidak terdengar oleh burung karena jarak sumber suara atau burung dan dinding terlalu jauh.

Praktikus walet di Jakarta, Harry Wijaya. (Dok. Trubus)

Begitu pun jika jarak 1—2 meter antara dinding dan sumber suara terlalu dekat, juga membuat burung tidak nyaman. Menurut alumnus Jurusan Arsitektur, Universitas Katolik Parahyangan itu, lubang masuk antar gedung juga berpengaruh terhadap suara gema. Pada lubang masuk antarlantai sejajar atau blong dari lantai atas ke bawah kurang menghasilkan suara gema.

Selain itu lebih sulit bagi burung bermanuver. Adapun lubang masuk antar lantai berjenjang seperti tangga lebih baik dalam menghasilkan gema. Hal itu juga memudahkan burung bermanuver menjelajah masuk ke tiap lantai. Menurut praktikus walet di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, Willy, idealnya luas lubang terjun minimal 3 m x 3 m.

Lubang terlalu sempit menyebabkan walet sulit berpindah antarlantai. Menurut Harry tinggi gedung minimal tiap lantai 2,75 m. Tinggi gedung antarlantai terlalu rendah membuat walet tidak leluasa bermanuver. Setelah gedung baik, tiba saatnya mengundang walet agar berdatangan dengan memanfaatkan suara twiter. Menurut Willy memasang twiter harus searah ke tempat datangnya burung.

Suara jelas

Pemasangan twiter saling berhadapan mengakibatkan suara bertubrukan sehingga suaranya tidak jelas. Kesalahan lain yakni memasang twiter menengadah dan menghadap ke lantai. Akibatnya distribusi suara tidak menyebar rata. Desain gedung baik menyalurkan suara pun optimal, sehingga mengundang walet tertarik masuk makin dalam sampai ke ruang inap.

Komponen penyaring suara dapat mengoptimalkan suara dan meningkatkan frekuensi sesuai dengan yang dikehendaki walet.

Adapun untuk menarik burung dari luar, perlu mengetahui lintasan burung terbang. Menurut Harry alat yang bisa digunakan pelantang berbentuk bazoka. Arahkan bazoka pada daerah lintasan burung. Namun, perlu diperhatikan sudut dan jarak antara titik tembak dan lubang masuk.

“Walet perlu jarak untuk mengerem menuju ke lubang masuk. Makin leluasa jarak antara titik tembak ke lubang masuk makin baik,” katanya. Menurut Harry pemilik gedung bisa menambahkan penyaring suara agar lebih optimal. Fungsi penyaring menjernihkan suara dan meningkatkan frekuensi suara cocok untuk walet. Artinya membuang suara tidak penting dan mengoptimalkan suara walet.

Selain itu penyaring suara dapat meningkatkan frekuensi hingga 30.000 hz yang cocok bagi walet. Amplifier biasa hanya pada frekuensi pendengaran manusia 20—20.000 hz. Menurut Harry mengeraskan volume suara berbeda dengan meningkatkan frekuensi. Ciri frekuensi meningkat menimbulkan nyeri pada jika manusia terlalu lama mendengarkan. Suara menjadi lebih tajam. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img