Tuesday, May 5, 2026

Rasa & Aroma Baru Teh

Rekomendasi
- Advertisement -

Racikan teh dengan penambahan bunga menambah aroma dan nilai gizi.

Kemasan daun teh dan tisane produksi Sila Tea Innovation House di Bogor, Jawa Barat.

Trubus — Kamomil, krisan, rosela, dan telang bukan sekadar bunga yang elok dipandang. Bunga itu juga lezat di lidah sebagai campuran teh yang kini tengah naik daun. Sejatinya itu bukanlah teh melainkan tisane. Istilah tisane merujuk pada air seduhan dari bunga, akar, atau daun selain tanaman teh yang dikeringkan dan dikonsumsi sebagai minuman herbal atau obat. Di Kabupaten Bandung Barat, Sari Nurmayani memproduksi tisane sebagai pangan fungsional.

“Pangan fungsional artinya tidak hanya mengenyangkan tapi juga punya fungsi khusus pada tubuh,” kata Nurmayani. Fungsi itu berasal dari antioksidan dan bioaktif yang terkandung di dalamnya. Alumnus Pendidikan Teknologi Industri Universitas Pendidikan Indonesia itu melabeli tisane racikannya dengan nama Authenticitea. Ia memanfaatkan rempah dan herba asli petani Indonesia.

Minuman fungsional

Nurmayani meracik tisane berdasarkan serangkaian riset. “Kami melakukan analisis kandungan, uji organoleptik, dan tes proksimat setiap bahan,” kata Nurmayani. Jadi, membuat tisane tidak bisa sembarangan mencampur sebab tujuannya pangan fungsional. Hasil riset sebagai dasar formulasi tisane. Wajar bila perusahaan rintisan yang didirikannya, Griin.id, memiliki tim riset dan pengembangan dari jurusan teknik kimia dan pangan.

Ragam tampilan teh racikan Sila.

Griin.id bermitra dengan petani di Jawa Barat untuk memasok bahan segar organik. Menurut Nurmayani manfaat kesehatan pada Authenticitea berasal dari senyawa bioaktif. Fungsi senyawa bioaktif menjadi pedoman meracik tisane. Hal itu untuk menghindari kontradiksi atau fungsi ganda. “Misalnya kopi meningkatkan konsentrasi sedangkan kapulaga membuat tubuh relaks maka keduanya tidak dicampur. Ada pula kelor dan rosela sama-sama menurunkan gula darah sehingga kami menggunakannya terpisah,” tutur perempuan berusia 24 tahun itu.

Total ada enam varian tisane bertitel Passion Series. Ia menggunakan rempah kayu manis, jahe, dan adas manis. Ada herba daun poko Mentha sp. dan rosmari Rosmarinus officinalis. Adapun buahnya lemon Citrus limon. Bunga meliputi mawar Rosa sp., melati Jasminum sp., kenikir Tagetes erecta, rosela Hibiscus sabdariffa, dan telang Clitoria ternatea. Ia menganjurkan menyeduh tisane tanpa gula agar manfaatnya dapat terserap optimal.

Seduhan berbahan dasar teh hitam ala Redha Ardhias.

Redha Ardhias juga memanfaatkan beragam bunga untuk meracik daun teh menjadi minuman. Ia menyeduh teh hitam sebagai biang. Lalu ia menambahkan bunga dan buah. Cita rasa dan aroma teh menjadi kaya, sekaligus mempercantik tampilan. Ia memastikan semua bahan dapat dimakan. “Selama ini saya minum teh tubruk yang daunnya sudah pecah bahkan ada ranting kecil,” kata Redha.

Makna teh

Bersama Iriana Ekasari, Redha mendirikan Sila Tea Innovation House di Kota Bogor, Jawa Barat, pada Februari 2018. Sila merilis setidaknya 16 ragam teh campuran atau kini sohor dengan istilah blended tea. Memadukan teh dengan prinsip beragam dan seimbang. Redha harus memahami karakteristik bahan dan rasa yang ingin dimunculkan. “Kami mencoba menghadirkan rasa yang kaya dan seimbang. “Oleh karena itu, meracik blended tea ada nilai seni tersendiri,” kata alumnus Psikologi Universitas Indonesia itu. Setiap jenis teh punya makna. Misalnya teh putih bermakna kedamaian.

Rasa lembut yang menyenangkan dapat mengisi kembali pikiran dan jiwa. Teh hijau tenang dan santai dapat membantu menenangkan pikiran dan suasana hati. Dalam memadukan daun teh Camellia sinensis menjadi unsur utama. Adapun jenis daun teh berdasarkan warna seduhan ada lima. Sila menggunakan jenis teh putih, hijau, kuning, merah, dan hitam. Pengolahan pascapanen seperti pengeringan dan pemanggangan mempengaruhi warna.

Ratna Somantri, tea specialist dan Ketua Bidang Promosi Dewan Teh Indonesia.

Bahan kering seperti rempah, daun, buah, bahkan bunga memperkaya rasa dan aroma. Racikan paling sederhana dari dua bahan yakni mojang geulis. Campurannya dari teh putih menjadi lebih harum dengan campuran pandan. Ada varian guardian angel tersusun atas 11 bahan dengan komponen utama teh merah.

Salah satu tea specialist Indonesia, Ratna Somantri menuturkan teh yang beredar di masyarakat bukanlah satu jenis teh. “Produk teh yang sering kita temui adalah teh racikan. Campurannya beragam jenis daun teh dan bahan lain seperti bunga melati. Tujuan meracik untuk menjaga konsistensi kualitas teh dan juga membuat produk baru,” kata ketua Bidang Promosi Dewan Teh Indonesia itu. Seperti Redha dan Nurmayani, Ratna juga mengharuskan peracik teh mengenali karakteristik masing-masing teh.

Karakter teh meliputi derajat pahit, astringen―sensasi sepet atau kering di mulut, manis, gurih, rasa sayur atau daun, rasa bebungaan, dan buah. “Bagaimana kita mendeteksi rasa sangat bergantung pada indra pengecap masing-masing. Rasa manis itu berasal dari banyaknya asam amino dalam daun teh, “ kata Ratna. Selain paham karakter, peracik hendaknya menentukan tujuan meracik teh. Musababnya hal tersebut mempengaruhi jenis bahan yang diperlukan. Bahan racikan teh terbagi atas fungsi meliputi pengaya rasa, aroma, dan pemercantik tampilan. (Sinta Herian Pawestri)


Artikel Terbaru

Cara Memilih Jeruk Manis di Pasar: Ciri Fisik, Aroma, dan Mutu

Menurut Said dan rekan dalam artikel Physicochemical Quality Indicators of Citrus Fruits, mutu jeruk manis ditentukan oleh kombinasi karakter...

More Articles Like This