Monday, January 26, 2026

Rawat Keladi Juara

Rekomendasi
- Advertisement -
Caladium koleksi Nugrus Rudi Kristanto juara kesatu kategori rumpun.

Pehobi menempuh beragam cara untuk menghasilkan caladium jawara.

Tangkai-tangkai daun yang kokoh menopang caladium koleksi Nugrus Rudi Kristanto. Tanaman tampak kekar. Daun tebal dan berwarna hijau tua bersemburat merah marun dari bagian tengah. Menurut pehobi caladium asal Kota Bogor, Jawa Barat, Djojohadi Haristiono Eko Putro, ketebalan daun menjadi salah satu nilai tambah dalam kontes. “Caladium berdaun tebal biasanya lebih tahan dalam kondisi ekstrem,” tutur pemilik Hoqi Flora itu.

Oleh sebab itu, ketebalan daun menjadi keunggulan yang diperhitungkan dalam kontes. Caladium koleksi Rudi itu terdiri atas lebih dari satu rumpun. Meski berumpun majemuk, susunan daun tampak simetris sehingga penampilan tanaman tampak roset. Dengan penampilan itu pantas bila para juri kontes caladium di Bogor, Jawa Barat, pada 28 Juli 2018 menobatkan keladi milik pehobi asal Semarang, Jawa Tengah, itu sebagai juara di kelas rumpun.

Berdaun ganda

Pada kontes itu caladium koleksi Rudi juga sukses meraih gelar juara di kelas new hibrid. Menurut juri, Handry Chuhairy, penampilan caladium itu tergolong unik. Daun seperti mengeriting. Keunikan lain tanaman anggota famili Araceae itu juga berdaun ganda. Artinya, dalam satu tangkai terdiri atas dua daun, lazimnya berdaun tunggal. Selain daun utama yang berukuran lebar, pada bagian bawah pangkal daun juga muncul helaian daun yang lebih kecil.

Menurut pehobi caladium asal Bogor, Jawa Barat, Febriadi Rahmatullah, daun ganda juga menjadi nilai tambah dalam kontes caladium. “Pada penilaian kontes daun ganda memberikan bobot nilai lebih tinggi dari sisi keunikan,” tutur pemilik Mutasi Flora itu. Apa rahasia caladium koleksi Rudi tampil prima dan sukses menyabet dua gelar juara? Menurut Rudi salah satu kunci utama caladium tampil prima adalah kondisi media tanam yang selalu lembap.

Untuk mencegah kekeringan, Rudi menempatkan seluruh koleksi caladium miliknya di dalam wadah berisi genangan air. Air itu merendam bagian dasar pot hingga menyentuh media tanam. Selanjutnya air akan meresap melalu media tanam yang porous sehingga perakaran caladium selalu lembap. “Dengan cara itu saya tidak perlu menyiram caladium,” tuturnya. Ahli nutrisi tanaman di Jakarta, Yos Sutiyoso, mengatakan, kekeringan memicu caladium stres.

Caladium koleksi Nugrus Rudi Kristanto juara kesatu kategori new hibrid.

Dampak stres caladium pun dormansi. Lazimnya masa dormansi berlangsung selama 4—5 bulan. Sebab, caladium tergolong tanaman aroid yang senang air, tapi tidak tergenang. Pada kondisi itu seluruh daun caladium gugur dan hanya menyisakan umbi. Produsen tanaman hias di Sentul, Kabupaten Bogor, Gunawan Widjaja, menuturkan saat dormansi tanaman ibarat beristirahat panjang. “Pada kondisi itu tak ada pertumbuhan vegetatif sama sekali. Akibatnya, pehobi tidak bisa menikmati keindahan daun,” tutur Gunawan.

Rudi menggunakan media tanam berupa campuran sekam padi yang lapuk dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Ia memilih media tanam sekam padi karena tersedia melimpah di sekitar kediamannya. Terkadang ia menggunakan sekam bekas media tanam aglaonema. “Sekam membuat media tanam menjadi tidak padat sehingga bagus untuk pertumbuhan akar,” kata pria yang juga gemar mengawinsilangkan caladium itu.

Sinar matahari

Menurut Rudi pemenuhan unsur hara yang cukup tak kalah penting untuk menghasilkan caladium prima. “Untuk merawat caladium termasuk boros nutrisi,” katanya. Sebagai sumber nutrisi, Rudi rutin memberikan pupuk berupa larutan pupuk daun dengan cara dikocor di media tanam. Konsentrasi pupuk sesuai dengan petunjuk dalam kemasan. Interval pemupukan seminggu sekali.

Rudi menempatkan koleksi caladiumnya di bawah sinar matahari langsung. Perlakuan itu menepis anggapan jika keladi menyukai tampat teduh sehingga harus dirawat di bawah naungan. Menurut Rudi caladium yang diletakkan di bawah sinar matahari penuh memiliki tangkai daun cenderung memendek. “Daun juga mengecil dan menebal,” tutur alumnus Jurusan Biologi Universitas Negeri Semarang itu.

Warna daun juga menjadi lebih kontras dan tulang daun menjadi lebih terlihat jelas. Jika disimpan di tempat teduh tangkai daun cenderung memanjang sehingga kurang kokoh. Daun juga menjadi lebih lebar, tapi tipis sehingga tampak lemas. Itulah sebabnya ketahanan terhadap paparan sinar matahari penuh menjadi kriteria terakhir dalam menyeleksi hasil perkawinan silang untuk menghasilkan varietas caladium hibrida baru.

Sebelumnya Rudi menyeleksi bentuk daun, yakni saat tanaman hasil perkawinan silang berumur sekitar 4 bulan. Ia hanya memilih tanaman berdaun ganda. Seleksi selanjutnya saat tanaman berumur 8 bulan, yakni seleksi warna. Pada umur 12—18 bulan ia menyeleksi karakter, seperti ketebalan daun, pertulangan daun, kekokohan tangkai, kemampuan menghasilkan anakan, dan penampilan keseluruhan tanaman.

Suasana kontes caladium di Bogor, Jawa Barat, pada 28 Juli 2018.

Setelah semua tahapan itu lolos, baru masuk seleksi akhir, yakni menguji ketahanan terhadap paparan sinar matahari langsung. Tanaman yang lolos seleksi akhir biasanya berdaun tebal, bentuk daun menarik dan unik, tangkai kokoh, warna menarik, serta memiliki organ tambahan seperti sayap—atau kerap disebut daun ganda—di bagian bawah daun. Berbagai perlakuan itu mengantarkan keladi menjadi juara kompetisi. (Imam Wiguna)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img