Monday, July 15, 2024

Rawat Platycerium di Dalam Ruangan dengan Lampu Tumbuh Pehobi di Jakarta Hasilkan Tanaman Prima

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—“Pertumbuhan platycerium di dalam ruangan jauh lebih cepat,” ujar Ali. Pehobi platycerium di Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, itu merawat 130 platycerium hasil seleksi di dalam ruangan berukuran 4 m x 4 m menggunakan lampu tumbuh (grow light).

Hampir seluruh tanaman mengalami mutasi sehingga berpenampilan apik. Menurut Ali platycerium di dalam ruangan memiliki daya tumbuh dua hingga tiga kali lipat lebih cepat. Ali menyalakan lampu tumbuh 24 jam per hari.

Dampaknya durasi fotosintesis yang terjadi lebih panjang. Bandingkan dengan perawatan di luar ruangan yang hanya mengandalkan sinar matahari selama sekitar 8 jam per hari. Ali menggunakan 3 sekat berjaring untuk meletakkan platycerium. Setiap sekat berisi 40 tanaman. Sementara 10 tanaman ia gantungkan mengitari dinding kamar.

Setiap sekat dilengkapi 2 lampu tumbuh model bar. Ada juga 15 lampu tumbuh model sorot yang mengitari sekat. Kedua jenis lampu tumbuh itu memiliki daya 45 watt. Ali mengatur sedemikian rupa posisi lampu dengan tanaman supaya memperoleh cahaya secara merata.

Ia mengatur secara detail karena kebutuhan cahaya setiap tanaman berbeda. Contoh Platycerium bifurcatum dan Platycerium veitchii memiliki kebutuhan cahaya yang tinggi yakni 20.000 lux. Sementara Platycerium wilinckii hanya membutuhkan 10.000 lux.

Ia juga memasang satu pendingin ruangan dengan daya 1 paard kracht (PK). Dalam ruangan seluas 16 m2 itu suhu stabil di angka 20—23°C. Ada juga kipas angin menghadap ke lantai atau langit-langit. Tujuannya mengatur perputaran udara dingin supaya merata.

Ali menghindari penggunaan exhaust fan lantaran menyedot udara dingin dari dalam ruangan ke luar ruangan. Ali memilih media tanam berupa 70% serbuk sabut kelapa dan 30% sphagnum moss. Ia meletakkan sphagnum moss pada lapisan luar supaya media tetap lembap.

Setiap pekan Ali menambahkan 38 mg pupuk yang mengandung 2,29% nitrogen dan 4 tetes pupuk organik yang mengandung 155,3 mg sodium. Ia melarutkan pupuk itu dalam 19 liter air. Aplikasi dengan cara menyemprotkan pada seluruh tanaman, sedangkan penyiraman 2 kali \ sepekan.

Ali juga rutin menyemprotkan 20 ml disinfektan per 2 liter air sekali sebulan. Penyemprotan disinfektan di luar ruangan supaya aromanya tidak terlalu menyengat di dalam ruangan. Upaya yang dilakukan Ali itu mampu menghasilkan platycerium yang berkualitas.

Hampir 100% tanaman milik Ali mengeluarkan performa terbaiknya meski di dalam ruangan. Contoh Platycerium willinckii cv. cianjurngensis ‘Diablo’ milik Ali mendapatkan tawaran senilai Rp45 juta.

Menurut Ali pemeliharaan platycerium di dalam ruangan sangat cocok dengan tempat tinggal di kota. Suhu udara di perkotaan cenderung tinggi. Sirkulasi udara juga kurang lancar. Solusinya merekayasa lingkungan yang sesuai habitat tumbuh platycerium

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Bahan Alami untuk Ternak Ayam

Trubus.id—Lazimnya kunyit sebagai bumbu masakan. Namun, Curcuma domestica itu juga dapat menjadi bahan untuk menambah nafsu makan ayam....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img