Monday, August 8, 2022

Rezeki Puyuh

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Apa yang dikandangkan si kakek? Burung gemak, alias si Bence, alias puyuh! Puyuh Coturnix coturnix burung liar pertama yang diternakkan untuk menjadi konsumsi manusia. Kisahnya dimulai sejak Exodus—kisah keluarnya orang Israel dari Mesir, beberapa ribu tahun sebelum Masehi. Konon mereka bertumpu pada burung-burung puyuh yang sedang bermigrasi.

Panen tripel

Kita mengenal puyuh jepang Coturnix japonica dan sekitar enam macam puyuh dunia baru, dengan beragam warna dan ukuran di kawasan prairie, Amerika Serikat. Jangan heran, sampai sekarang, olahraga menembak puyuh dan resep memasak puyuh dengan seribu citarasa, masih cukup digemari di Texas, Amerika Serikat. Di Pulau Jawa, peternakan puyuh mulai berkembang pada 1970-an sebagai upaya alternatif untuk memenuhi kebutuhan daging.

Namun, sebenarnya ada 3 hal yang dipanen dari puyuh. Pertama adalah telur,  yang bersinambungan selama 18 bulan setiap generasi. Kedua, kotoran sebagai pupuk super untuk sayur-mayur dan buah-buahan. Ketiga, daging, baik dari apkiran maupun dari puyuh jantan. Jadi, cobalah menikmati puyuh goreng kalau ada dan sempat. Di warung sederhana di Kota Blitar, Jawa Timur, harganya Rp4.000 seporsi. Itu bisa dipahami karena harga puyuh apkiran berbobot 150 gram Rp2.500 per ekor. Di Bekasi, Jawa Barat, harga seekor puyuh indukan yang siap bertelur mencapai Rp10.000.

Apakah Anda takut kolesterol? Tentu saja. Namun, kalau kita tidak melahap 56 butir sekaligus setiap hari, sebenarnya masih aman. Itulah batas maksimal seekor indukan setiap kali musim bertelur. Telur puyuh bahkan sangat bagus bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Sedangkan bagi paman, bapak, dan kakek, telur puyuh baik untuk menjaga stamina.

Sayangnya, konsumsi daging puyuh belum berkembang optimal. Belum terdengar penjual satai puyuh, puyuh kremes, puyuh bakar, abon puyuh, atau puyuh pepes di jalan-jalan. Padahal, cukup banyak varietas puyuh dengan berbagai fungsi unggulannya. Indonesia bahkan boleh bangga, karena memiliki jenis puyuh paling besar di dunia yaitu snow mountain quail di Gunung Jayawijaya, Papua. Burung puyuh endemik Indonesia itu hidup di ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut.

Tinggi tubuh 28 cm, warna dominan cokelat, dan berkaki kuning. Puyuh betina berwarna putih di bagian bawah dan hanya bertelur 3 butir semusim. Sudah sepantasnya kalau puyuh salju itu dinyatakan oleh IUCN—Konvensi Internasional untuk Perlindungan Satwa—sebagai spesies yang terancam punah. Kalau tidak dilindungi, puyuh papua akan menyusul saudaranya, puyuh selandia baru Coturnix novaezelandiae yang sudah tinggal cerita.

Mendengar musik

Sementara itu, puyuh peliharaan di Jawa sangat produktif bisa menghasilkan 56 butir semusim. Itulah yang banyak memberikan rezeki di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Peternakan puyuh di India juga berkembang baik. Sedangkan Tiongkok, punya puyuh biru Corturnix chinensis. Burung puyuh terkecil berwarna biru degan kaki jingga itu, terkenal sebagai puyuh hias dan dapat berumur panjang, 13 tahun.

Padahal, rata-rata burung puyuh di kandang di Wonosari, Yogyakarta, berumur hanya 2 tahun, dan sudah diapkir pada umur 18 bulan. Setelah 2 tahun, semua diganti dengan generasi baru dan kandang bambunya dibuang. Kalau ingin tahu persisnya, silakan datang ke Desa Pulutan, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta. “Betul, 62 dari 65 keluarga di sini memelihara burung puyuh,” kata kakek yang seumur dengan republik tadi.

Tetangganya juga sibuk berurusan dengan puyuh. Ada yang membuat kerajinan sangkar burung puyuh. Ada juga yang mengurus penyewaan listrik dan operator lagu-lagu. Jangan lupa, puyuh peliharaan sangat sensitif pada cahaya dan suara. Tamu yang datang tidak boleh masuk kandang, apa lagi kalau berbaju warna menyala atau loreng-loreng.

Burung puyuh menyukai kelembutan. Sebisa mungkin pengunjung kandang berbaju warna gelap. Puyuh-puyuh betina akan mogok bertelur kalau sampai terkaget-kaget. Supaya tidak terganggu oleh petir atau suara motor yang meraung-raung dan tiba-tiba, burung-burung cebol itu dibiasakan menikmati musik.

Secara tradisional, burung puyuh dipercaya sebagai hewan yang sangat peka. Mereka makhluk siang alias diurnal; kalau malam semestinya tidur. Jadi, di Jawa Timur pada abad ke-19 ada kepercayaan, burung puyuh adalah pengawal keamanan. Pada siang hari disebut burung atau manuk gemak, sedangkan pada malam hari diberi gelar si Bence. Kalau terdengar si Bence melintas pada malam hari, sambil bernyanyi: chiyer-chiyer, berarti ada pencuri sedang beroperasi.

Warga harus waspada, semua berjagajaga, dan aparat keamanan segera siap di lapangan. Kisah munculnya seorang maling selalu didahului dengan jeritan burung bence, cukup populer bagi anak-anak hingga 1950-an. Memang ada jenis-jenis puyuh yang sangat peka dan hanya muncul pada musim-musim tertentu. Mereka adalah jenis puyuh hujan Coturnix coromandelica yang terdapat di Sri Lanka, India Selatan, dan Myanmar.

Industri puyuh

Perniagaan telur puyuh mulai berkembang di Amerika Serikat pada pertengahan abad ke-19. Pada 1860-an peternakan burung puyuh mulai dilakukan besar-besaran. Bahkan, bagaimana cara menyembelih, membersihkan bulu, dan peralatan apa saja yang dibutuhkan dapat dilihat pada bermacam film penyuluhan peternakan puyuh.

Seni kuliner puyuh juga terus berkembang, sementara permintaan telur puyuh cenderung meningkat. Itu tidak hanya terjadi di Amerika, tapi juga di Sukabumi. Seorang peternak kebanjiran permintaan 8.000 butir telur per hari dan mendapat keuntungan Rp10-juta per bulan. Beberapa tahun belakangan, sejumlah perusahaan swasta menggerakkan peternak plasma. Dengan cermat mempercayakan anakan, pasokan pakan dan obat-obatan pada warga dusun.

Mereka dilatih memelihara puyuh sistem kandang tertutup. Setiap unit 20 m2 cukup untuk 3.000 ekor. Peternak tidak usah memikirkan bibit dan penjualan panennya. Perusahaan sudah menyediakan, mengirim secara rutin, mengontrol, dan mengangkut telur dua kali dalam sepekan. Syarat yang harus mereka miliki adalah lahan cukup, tahan bau, dan rajin membersihkan kandang.

Pantaslah kalau 62 dari 65 kepala keluarga bertekad membuat kampung halamannya makmur dengan rezeki puyuh. Beternak ramai-ramai dengan sistem plasma itu jelas lebih meringankan ketimbang berusaha sendiri. Meskipun demikian, ada juga peternak-peternak lokal yang sukses dan tetap kebanjiran pesanan. Contohnya adalah Hadi Santosa, di Jombang, Jawa Timur. Hadi menghitung, paling tidak perlu modal Rp6,15-juta untuk beternak burung puyuh.

Dana itu untuk membeli 500—1.000 puyuh dengan harga Rp2.000 per ekor. Lalu, pembuatan kandang Rp3-juta dan instalasi pemasangan listrik untuk lampu dan musik. Untuk pakan, setiap burung perlu 20 gram per hari. Kebutuhannya dikalikan sesuai jumlah burung. Harga pakan jadi berkisar Rp450 per kilogram. Biasanya untuk 2.500 ekor, perlu biaya sekitar Rp1,2-juta untuk pakan, minum, dan obat-obatan.

Pengeluaran itu harus dapat dibayar dengan penjualan telur setiap pekan. Tentu, ada juga penjualan pupuk dari kotoran burung dan penjualan burung apkir dan pejantan. Penghasilan tambahan dari penjualan indukan, Rp9.500 per ekor dan penjualan telur matang Rp200 per butir. Untuk menjual indukan, setiap unit peternakan melepas dua kali 500 ekor per bulan. Sedangkan dengan 2.500 ekor indukan, ia mendapat rata-rata 2.000 telur sehari. Tingkat produktivitas burung puyuh betina dewasa biasanya 80—85%.

Bagaimana peran pemerintah dalam upaya pengembangan puyuh? Tentu komunikasi dan penyuluhan perlu ditingkatkan. Negara harus melindungi dan menerangkan, apa yang harus dilakukan kalau terjadi serangan hama atau harga anjlok. Ternyata bukan hanya burung garuda yang membuat Indonesia jaya, burung puyuh pun bisa membuat para peternak sejahtera dan Indonesia tertawa. ***

Eka Budianta, konsultan Jababeka Botanic Gardens, kolumnis Trubus, anggota Dewan Pakar Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI)

Keterangan foto

Peternak memanen telur dan daging dari puyuh

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img