Sunday, August 14, 2022

Rosela Lawan Anemia

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Rosela manjur mengatasi anemia. Bunga itu meningkatkan kuantitas leukosit dan persentase limfosit.

Anemia itu datang dengan membonceng tamu bulanan. “Biasanya ketika haid saya berlebih, tubuh saya melemah, lesu, dan lemas,” tutur Dr drh Bayyinatul Muchtaromah MSi yang kerap mengalami anemia itu. Untuk mengatasi keluhan itu, Bayyinatul mengambil 5-7 kelopak rosela kering, menyeduh dengan segelas air panas, kemudian meminumnya ketika hangat. Frekuensi konsumsi 2-3 kali sehari masing-masing segelas.

 

“Besoknya badan saya sudah bugar kembali,” tutur perempuan kelahiran Sidoarjo, 9 September 1971 itu. Pengalaman itu sejalan dengan hasil riset Susilawati, mahasiswi bimbingannya. Mahasiswi Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim itu pada 2009 membuktikan ekstrak kelopak bunga rosela mampu meningkatkan kuantitas leukosit dan persentase limfosit yang ia perlakukan pada tikus putih betina. “Leukosit dan limfosit menjadi indikator bagi penderita anemia,” tutur Bayyinatul.

Leukosit dan limfosit

Susilawati memberikan ekstrak rosela pada 24 tikus putih Rattus novergicus betina berumur 5 bulan dengan bobot rata-rata 200 g. Ia membagi satwa percobaan menjadi 4 kelompok. Pada grup pertama, ia memberi air ledeng, dosis 0,18 g ekstrak rosela (II), 0,36 g ekstrak rosela (III), dan 0,72 gram ekstrak rosela (IV)-semua dosis itu untuk  per ekor setiap hari selama 18 hari. Hasil riset membuktikan bahwa ekstrak rosela meningkatkan kuantitas leukosit dan persentase limfosit darah tikus putih betina.

Pemberian ekstrak rosela pada grup keempat (0,72 gram) merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan kuantitas leukosit dengan nilai rata-rata yaitu 8.400 sel dari semula 6.200 sel. Adapun persentase limfosit tikus putih pada grup keempat rata-rata 78,8%. Indikasi terserang anemia pada manusia jika kadar leukosit di bawah 4.000 sel, sedangkan limfosit di bawah 20%.

Menurut Bayyinatul, anemia akibat penurunan kadar hemoglobin darah di bawah normal. Penyebabnya karena kekurangan zat gizi seperti zat besi, vitamin C, vitamin B-12, protein, dan asam folat. yang dapat membantu dalam pembentukan hemoglobin. Penyakit anemia karena defisiensi besi umumnya diderita perempuan terutama oleh ibu hamil.

“Karena kebutuhan zat besi yang semakin banyak dalam proses perkembangan janin,” tutur doktor Biologi Reproduksi alumnus Ilmu Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang itu. Leukosit merupakan salah satu bagian dari komposisi darah yang berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh. Sementara limfosit terdiri dari 2 jenis yaitu limfosit T dan limfosit B. Limfosit B menghasilkan antibodi yang beredar dalam darah. Limfosit T mengontrol kualitas sistem imun.

Zat besi

Menurut Bayyinatul kelopak bunga rosela Hibiscus sabdariffa mengandung senyawa-senyawa yang bermanfaat untuk tubuh, terutama untuk penderita anemia. “Senyawa itu seperti zat besi, vitamin C, asam folat, dan beberapa asam amino esensial,” tutur Bayyinatul. Menurut Kementerian Kesehatan setiap 100 g bunga rosela kering mengandung 260-280 mg vitamin C, vitamin D, vitamin B, 486 mg kalsium, omega-3, magnesium, betakaroten, dan asam amino esensial seperti lysine dan arginin.

Selain itu bunga anggota famili Malvaceae itu juga mengandung 1,145 g protein, 2,61 g lemak, 12 g serat, 1,263 g kalsium, 273,2 mg fosfor, dan 8,98 mg zat besi. Kandungan lain dalam bunga rosela adalah 3,31% asam malat, 0,82% fruktosa, 0,24% sukrosa, 0,029% karoten, 0,117 mg tiamin, dan 3,765 mg niasin. Zat besi dalam rosela berfungsi sebagai pembawa oksigen untuk melepas tenaga dalam tubuh. Zat besi juga berpengaruh terhadap leukosit sebagai sistem imun.

“Kekurangan zat besi akan meningkatkan infeksi yang diikuti dengan gangguan pada perkembangan jaringan sistem imun,” tutur Bayinatul. Dampak lain karena kekurangan zat besi yaitu dapat mengurangi sintesis protein yang terlibat dalam respon imun seperti antibodi, mengakibatkan gangguan aktivitas seluler, dan respon imun seluler. Vitamin C dapat meningkatkan daya tahan terhadap infeksi yang berhubungan dengan fungsi kekebalan tubuh.

Herbalis di Bogor, Provinsi Jawa Barat, Valentina Indrajati, meresepkan rosela dengan beragam herbal lain seperti 15 g lempuyang wangi, 10 g tapakdara, 5 g pegagan, 10 g sambiloto, dan bayam merah. Valentina menyarankan untuk merebus bahan-bahan itu dengan 250 ml air selama 5-10 menit hingga mendidih. Bagi dua hasil rebusan itu dan minum dua kali sehari. “Biasanya setelah sebulan mulai ada perbaikan,” tutur Valentina.

Pada ramuan itu, lempuyang wangi berguna untuk memperlancar peredaran darah, tapak dara membangun imunitas tubuh, pegagan menguatkan organ-organ tubuh, sambiloto untuk detoksifikasi, dan bayam merah berperan memperbanyak sel darah merah. Sementara itu rosela yang mengandung legnin berperan dalam proses peremajaan dan pembentukan sel darah merah baru.

Herbalis lain yang meresepkan rosela adalah Albertha. Ia meresepkan rosela untuk mengatasi anemia. Untuk terapi anemia, ia mengambil 12 kelopak rosela yang masih segar lalu rebus dalam 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa segelas. Pasien tinggal minum hasil rebusan itu dua kali sehari pada pagi dan malam hari. “Sekitar 15 hari biasanya mulai ada khasiatnya,” tutur herbalis di Medan, Sumatera Utara itu. Selain itu, ia juga menyarankan pada penderita anemia untuk mengonsumsi buah atau sayuran seperti alpukat, kentang, dan terung belanda. “Buah dan sayuran itu membantu meningkatkan pembentukan darah,” tutur Albertha. (Bondan Setyawan)


Keterangan Foto :

  1. Kelopak rosela mengandung legnin yang berperan dalam proses peremajaan dan pembentukan sel darah merah baru
  2. Seduhan rosela dapat meningkatkan kebugaran penderita anemia
  3. Dr drh Bayyinatul Muchtaromah MSi “Rosela mengandung senyawa-senyawa yang bermanfaat untuk tubuh, terutama untuk penderita anemia, seperti zat besi,vitamin C, asam folat, dan beberapa asam amino esensial”
  4. terung belanda dapat meningkatkan pembentukan darah pada penderita anemia
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img