Friday, December 9, 2022

Saat Dinding Serbahijau

Rekomendasi

Udara di dalam rumah tetap segar berkat kehadiran taman dindingTaman asri di dinding rumah.

Mencari kediaman pasangan Fazri Yulianto dan Asih Yulianto di Cibubur, Jakarta Timur, amat mudah. Maklum, penampilan rumah mereka amat khas dibanding hunian lain di sekitarnya. Di dinding berukuran 30 m2 yang menghadap langsung ke jalan terdapat taman yang menjadi pusat perhatian. Warna-warna hijau segar hadir dari ratusan daun Philodendron burle marx, walisongo Schefflera sp, pakis kelabang Nephrolepis exaltata, alang-alang Imperata cylindrica, dan lili paris Chlorophytum sp.

Seluruh tanaman bagai tumbuh alami menutupi dinding. Kehadiran Alternanthera sp berwarna merah semakin membuat taman menarik. lantaran. Asisten manajer Nurseri Godong Ijo—perusahaan yang merancang taman itu—Dian Puspasari menuturkan semua jenis tanaman tahan terhadap sinar matahari. Di rumah itu total ada 3 taman yang menempel di dinding rumah seluas 775 m2. Dua taman masing-masing 30 m2 terletak di samping rumah menghadap ke timur dan barat, sisanya berukuran 25 m2 di sebuah ruang santai terbuka di lantai dua.

Segar

Hijaunya taman yang berpadu dengan latar belakang dinding berwarna putih bersih membuat suasana rumah sangat nyaman. Fazri menuturkan kehadiran taman dinding menghasilkan oksigen lebih banyak sehingga udara di dalam rumah bersih dan segar.

Puspasari menuturkan kedua taman itu menghadirkan kesan alam yang kental. “Kami menyusun tanaman sedemikian rupa menyerupai panorama alam,” katanya. Kesan itu justru berkebalikan dengan taman dinding di lantai dua. Kumpulan Philodendron burle marx disusun rapi menurut pola tertentu berpadu dengan beragam tanaman lain yang berwarna lebih atraktif. Warna-warna yang dipilih yakni kuning cerah, kuning bercorak putih, merah, dan putih. Warna kuning muncul dari Epriprenum aureum golden dan Dracaena sp. Sementara merah dari Begonia sp dan putih dari gandarusa Justicia gendarussa.

Puspasari membuat taman dinding menggunakan teknik kantung pada kain geotekstil sebagai wadah tanam. Kain geotekstil banyak menyimpan air dan tahan lama. Perancang taman di Depok, Jawa Barat, Ir Hari Harjanto, mengatakan bahwa kain geotekstil kerap digunakan sebagai alas galian tanah untuk pembangunan jalan karena bersifat permanen.

Taman dinding itu terbuat dari kerangka baja ringan yang awet hingga 10 tahun. Puspasari menutup kerangka itu menggunakan bahan sintetis lalu merekatkan kain geotekstil di atasnya. “Kain sintetis membuat penyiraman merata dan merembes langsung ke bagian bawah taman sehingga tidak merusak dinding,” kata Puspasari. Di bagian bawah taman terdapat talang dari aluminium sebagai tempat penampung air sisa siraman yang langsung dialirkan ke pembuangan.

Di dalam kantung geotekstil, Puspasari meletakkan tanaman yang akarnya sudah dililitkan pada rockwool sebagai media tanam. “Rockwool dipilih sebab efisien dalam menyerap air serta tahan hingga 7 tahun,” katanya. Sebelum menyusun pada kerangka, ia mensterilkan dulu tanaman selama dua minggu. Tujuannya untuk membunuh bibit penyakit sehingga memudahkan perawatan.

Nutrisi

Fazri menyerahkan perawatan taman dinding itu pada Nurseri Godong Ijo. Untuk menjaga kelembapan tanaman, Dewi mengalirkan air lewat pompa melalui selang yang dipasang di atas taman dinding. Penyiraman secara otomatis setiap 2 jam dari pagi hingga sore hari. Bila musim hujan, penyiraman setiap 4 jam. Sementara untuk sumber nutrisi, Puspasari memberikan pupuk daun dan hormon tumbuh dengan konsentrasi masing-masing 0,25 gram per liter.

Pupuk itu diberikan secara terpisah setiap bulan. Pemberiannya bersamaan dengan penyiraman. Untuk mencegah serangan hama dan penyakit, Puspasari menyemprotkan insektisida, fungisida, dan akarisida bergantian setiap dua pekan. Konsentrasinya 0,5 ml per liter air. “Bila ada hama tertentu yang menyerang, misalnya kutu putih, maka insektisida dulu yang diberikan hingga hama pergi,” katanya. Untuk menjaga tanaman tumbuh rapi, Puspasari memangkas setiap tiga bulan.

Bagi Fazri, kehadiran taman dinding adalah sebuah persembahan bagi alam.  Asih dan Fazri berhasrat membangun taman dinding karena menyukai panorama alam. Kegemaran Asih Yulianto saat bepergian di luar negeri adalah menyambangi taman-taman terbuka dan desa kecil yang menyuguhkan panorama alam nan cantik.

Hamparan bunga, pohon-pohon peneduh yang menjulang, dan padang rumput melekat di hati Asih. Bersama suami, Fazri Yulianto, Asih bertekad mewujudkan suasana itu di rumah. Beruntung di sekitar rumah masih banyak pohon trembesi Samanea saman yang berjajar di pinggir jalan. Kanopinya saling bersentuhan membuat halaman menjadi teduh seperti di alam terbuka. Untuk menambah suasan asri, Fazri menghias dinding menjadi sebuah taman. (Andari Titisari)

FOTO:

  1. Udara di dalam rumah tetap segar berkat kehadiran taman dinding
  2. Taman dinding di sisi timur kediaman Fazri Yulianto menarik perhatian sebab menghadap langsung ke jalan
  3. Taman dinding sebelah timur disusun acak tapi tetap cantik
  4. Taman dinding di sisi barat berperan menangkal panas matahari ketika sore menjelang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Keunggulan Kapal Canggih Penebar Pakan Ikan

Trubus.id — Kapal penebar pakan ikan bisa menjadi alternatif para pembudidaya yang memelihara ikan di tambak yang luas. Salah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img