Trubus.id—Kini jamu hadir dengan tampilan modern yang pas untuk anak muda, tetapi tetap menyehatkan. Itulah yang tengah dilakukan kafe-kafe jamu seperti Djampi Jawi.
Kafe jamu di Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah dan Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), itu memiliki sekitar 95 menu minuman dan makanan.
Menu andalan yakni beras kencur, kunir asam, gula asam, dan coastal breeze yakni perpaduan jeruk nipis, daun serai, dan bunga telang.
Menu beras kencur ada yang tersaji unik dengan lapisan susu dan lize dari gula aren berharga Rp29.000—Rp31.000. Sementara gula asam ada yang tersaji dengan tambahan air tonik, sirop lemon, dan topping karamel (Rp31.000).
Pelanggan dapat menikmati beragam ramuan tradisional yang menyehatkan di kafe berkapasitas 100 orang itu.
“Saat akhir pekan atau hari libur pengunjung mencapai 70—80% dari kapasitas. Pengunjung ratarata keluarga dengan usia lebih dari 25 tahun,” kata penanggung jawab Djampi Jawi, Tedjo Widodo A.Md. Kes.
Minuman jamu juga tersedia dalam botol 250 ml (Rp18.000). Masa simpan minuman berbahan herba dan rimpang segar dalam botol dengan pengiriman beku yang diletakkan dalam lemari es mencapai 3 pekan.
Menu unik lainnya seperti seperti segoro gunung yang berupa es krim dengan rasa khas jamu. Sajian lain espresso based seperti perpaduan biji kopi dengan berbagai rempah pilihan seperti kayu manis, kapulaga, dan cengkih.
Pelanggan juga dapat memilih jamu seperti beras kencur, gula asam, dan kunir asam. Pembuatan semua jamu itu menggunakan peralatan kekinian seperti grinder, rokpresso, dan french press.
Selain itu, Djampi Jawi juga menyajikan ramuan yang berasal dari simplisia. Menurut Tedjo cara itu memberi edukasi kepada para pelancong untuk mengenalkan bentuk asli tanaman obat.
Salah satu ramuan Djampi Jawi yakni gagah prakosa untuk vitalitas pria. Ramuan itu berbahan purwaceng, jahe, teki, kayu manis, daun sendok, daun salam, dan kapulaga.
Contoh lain andating untuk menurunkan darah tinggi berbahan salam, sambilata, temulawak, kayu manis, kunyit, dan pegagan. Harga minuman dari simplisia mulai dari Rp13.000 per ramuan.
Djampi Jawi juga menjual herba serbuk yang mesti melalui konsultasi. “Berdasarkan anamnesis dari diagnosis pengobatan sebelumnya,” kata Tedjo.
Ia memperhatikan betul kesegaran dan kualitas semua produk jamu Djampi Jawi. Surakarta menjadi salah satu kota pilihan yang tepat untuk kafe itu karena dekat sumber bahan baku. Ia memperoleh bahan baku segar dan simplisia langsung dari pemasok herba.
“Untuk simplisia kering maksimal berkadar air 5% dan tanpa kontaminasi bahan asing,” kata Tedjo.
Lalu simplisia itu dikeringkan kembali menggunakan dehidrator dengan kadar air maksimal 2%. Menurut Tedjo pada dasarnya siasat mengembangkan kafe jamu itu dengan inovasi tanpa henti dan edukasi.

Djampi Jawi mengenalkan jamu melalui kegiatan seperti jamu tour meliputi sejarah jamu, pengenalan tanaman, dan praktik membuat jamu. Ada juga jamu experience atau membuat jamu sendiri dengan pilihan 11 resep jamu. Djampi Jawi mematok harga kegiatan itu Rp50.000—Rp75.000 per orang.
Lebih lanjut ia menuturkan, kafe jamu saat ini memang tidak sementereng kafe kopi. Namun Djampi Jawi terus berupaya memberi hal baru. “Supaya jamu bukan hanya untuk orang sakit saja, tetapi konsumsi jamu supaya tetap sehat,” kata Tedjo.
Djampi Jawi kali pertama berdiri di Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Kini hadir di dua tempat lagi yakni Yogyakarta dan Surakarta.
Pemilik Djampi Jawi Gus Minging D.S., MBA., P.si., A.Md. Kes., dan Santi Stanislausia L., S.S., M.A., A.Md.,Kes., memperluas pemasaran jamu dengan membuka restoran di Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, pada Desember 2022.
