Tuesday, November 29, 2022

Sarang Semut Stop Stroke

Rekomendasi

Harapan hidup Nuradi berkobar-kobar setelah disodori sebuah artikel sarang semut di majalah Trubus. Sarang semut tumbuhan epifit, dalamnya berongga sebagai hunian semut. Yang dimanfaatkan semacam umbi tanaman itu. Saat itu juga, Nuradi meminta adiknya untuk membeli sarang semut. Ia mengkonsumsi 1 sendok makan nongon-sebutan sarang semut di Wamena, Papua-yang direbus dalam 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas.

Setelah dingin, air rebusan berwarna cokelat itu disaring dan dikonsumsi 2 kali sehari masing-masing 1 gelas. Sebulan kemudian, tanda-tanda kesembuhan mulai tampak. Sedikit demi sedikit kaki kirinya mulai bisa digerakkan. Bahkan ia sanggup berjalan-meski merambat di tembok-ke kamar mandi. Kesembuhan itu pantas disyukuri lantaran ia kembali melakukan rutinitas menjaga toko, 15 km dari rumahnya. ‘Kaki saya bisa digerakkan seperti biasa,’ katanya.

Terbukti stroke

Hari-hari ini memang Nuradi amat bahagia terbebas dari stroke yang 4 bulan mendera. Namun, kenangan pahit saat penyakit mematikan itu menyerang tetap tersimpan di benaknya. Ia masih mengingat persis kejadian malam itu, awal Mei 2006 ketika stroke mulai menghampiri. Pukul 22.00 Nuradi hendak mematikan televisi lantaran mulai mengantuk. Baru saja bangkit dari sofa, telapak kaki kirinya tak mampu melangkah. Rasanya lemas dan mati rasa. Keruan saja istri dan ketiga anaknya panik.

Meski begitu istrinya, Dede Ratna, tak segera membawa Nuradi ke rumahsakit. Malam kian larut. Ia memanggil tetangganya yang ahli pijat refleksi. Setelah 5 menit memijat kaki Nuradi, ahli refleksi itu berujar, ‘Bapak terkena serangan stroke. Segera periksa ke dokter.’ Boleh jadi stroke itu dipicu oleh hipertensi yang diidap Nuradi sejak muda. Keesokan pagi, Dede, isterinya, membawa Nuradi ke klinik di Serpong, Tangerang, Provinsi Banten.

Diagnosis dokter ternyata sama dengan refleksiolog: Nuradi menderita stroke. Tekanan darah melambung hingga 250/150 mmHg; ambang normal, 110/90 mmHg. Dokter menyarankan agar Nuradi segera menjalani terapi sebelum serangan lanjutan datang. Ada dua jenis stroke: ischemic stroke dan haemorrhagic stroke. Ischemic stroke disebabkan arteriosklerosis alias penyumbatan dinding pembuluh darah lantaran timbunan lemak. Sedangkan haemorrhagic stroke akibat pecahnya pembuluh darah di otak sehingga terjadi pendarahan.

Pecahnya pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi. Hampir 70% penderita stroke jenis itu disebabkan hipertensi. Menurut dr H Hardhi Pranata SpS MARS, dokter ahli saraf, sebagian besar stroke di Indonesia adalah haemorrhegic. ‘Pembuluh darah orang-orang Indonesia rapuh karena kebiasaan mengkonsumsi bahan pangan gurih,’ kata Master Administrasi Rumahsakit alumnus Universitas Indonesia itu. Namun, yang tidak menderita hipertensi pun bisa terserang hemorrhagic stroke. Tekanan darah yang tiba-tiba melonjak karena makanan atau emosi bisa memicu pembuluh darah pecah.

Stroke penyebab kematian nomor satu di Amerika Serikat. Stroke memicu rusaknya sel-sel otak akibat tidak mendapat pasokan oksigen dan nutrisi memadai. Terhambatnya pasokan oksigen ke sel-sel otak selama 3 atau 4 menit saja bisa menyebabkan kerusakan sel.

Seimbang

Untuk mengatasi stroke, Nuradi menjalani terapi tusuk jarum seperti akupuntur. Di pangkal jarum terdapat cairan obat yang nantinya turun ke ujung jarum dan meresap saat ditusukkan ke tubuh. Seperti injeksi. Dalam hitungan menit, puluhan jarum tertancap di beberapa bagian kaki kirinya. Terapi itu mesti dijalani setiap hari. Untuk mempercepat kesembuhan, Nuradi juga mengkonsumsi vitamin.

Empat bulan sudah terapi itu dijalaninya hingga menghabiskan minimal Rp30-juta. Sayang, kaki kirinya belum juga bergerak. Ia tetap tergeletak di atas tempat tidur. Kesembuhan justru datang setelah ia rutin mengkonsumsi rebusan sarang semut seperti dikisahkan pada awal tulisan ini.

Bagaimana duduk perkara sarang semut mengatasi stroke? Menurut Dr Ir M Ahkam Subroto, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi, sarang semut kaya magnesium, 1,5 g. Rasio magnesium dan kalsium di dalam tubuh harus seimbang. Jika tidak, mengundang risiko arteriosklerosis alias penyumbatan pembuluh darah penyebab serangan stroke.

Konsumsi kalsium berlebih menyebabkan endapan di dinding pembuluh darah. Lama-kelamaan endapan itu menyumbat aliran darah. Efeknya otak kekurangan oksigen sehingga gagal memberikan perintah kepada organ tubuh. Oleh sebab itulah beberapa penderita stroke mengalami hilang ingatan, pelo, dan lumpuh. Bila tekanan darah terlalu tinggi, otot pembuluh darah yang kaku dan tersumbat itu bisa pecah sehingga menyebabkan pendarahan di otak. Jika tidak segera diatasi, dapat menyebabkan kematian. Makanya konsumen susu atau suplemen kalsium mesti berhati-hati. ‘Harus disertai asupan magnesium yang memadai,’ kata Ahkam.

Menurut Prof dr Bambang Wirjatmadi MS MSN, SpGK, guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, rasio magnesium dan kalsium yang ideal 1:2. Magnesium sejatinya dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan berwarna gelap. Kebutuhan konsumsi magnesium 400-450 mg per hari. Buah dan sayuran menyumbang 250-280 mg per hari. Tingginya magnesium pada sarang semut, memenuhi defisiensi magnesium dalam tubuh. Dengan begitu risiko penyakit stroke pun kian kecil. (Imam Wiguna)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img