Friday, December 2, 2022

Sand Boa : dari Hutan ke Dalam Rumah

Rekomendasi

Beauty snake itu memang jinak sehingga Slamet Raharjo, kolektor yang juga dosen di Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, tertarik memeliharanya.

Sand boa istimewa lantaran tubuh bermotif jingga dengan paduan putih berupa garis lurus dari ujung kepala hingga ekor. Panjang ular itu 25-60 cm dengan diameter tubuh 1-2 cm. ‘Paduan warnanya ngejreng. Motifnya solid. Batas jingga dan putih tegas,’ ujar mantan ahli medis PT Cargill Indonesia itu.

Sand boa termasuk turunan keluarga python. Perbedaannya terletak di tubuh dan kepala. Tubuh sand boa tidak mungkin menyamai python. Rata-rata panjang tubuh tidak lebih 60 cm. Kepala boa cenderung kecil dan moncong terlihat seperti terpotong alias terbelah dua. Sedangkan kepala python membulat.

Variasi jenis

Sand boa termasuk salah satu dari beberapa jenis boa imut yang dikoleksi hobiis. Jenis lain yang jadi incaran para kolektor adalah common boa constrictor, argentine boa, viper boa, dan rubber boa. Common boa constrictor berwarna terang dengan corak tubuh dominan hitam. Campuran cokelat muda dan putih adalah kombinasi warna yang banyak diburu kolektor lantaran eksotis. Namun sayang, kombinasi itu sulit ditemukan. Ular yang bisa mencapai panjang 4-4,5 m itu dihargai Rp3-juta/ekor. ‘Mahal karena ular itu didatangkan dari Amerika Latin dan sulit mendapatkannya,’ ujar Slamet. Untuk memperolehnya, Slamet pun harus rela barter dengan jenis Boa constrictor imperator milik kolektor di Semarang.

Lain lagi argentine boa. Boa constrictor ocidentalis itu memiliki pola warna tubuh kelabu dengan bintik-bintik noda hitam. Di bagian atas punggung berwarna dasar kecokelatan atau hitam dengan corak lebih gelap dan terang. Toh, ada juga yang bercorak putih. Di sisi kepala, mulai dari leher hingga moncong terlihat garis hitam. Garis-garis lain muncul di bagian mata hingga leher. ‘Motifnya mirip batman,’ ujar Hendy Hernando, kolektor di Surabaya.

Menurut alumnus jurusan Manajemen Pemasaran di Universitas Petra Surabaya itu, ular itu didatangkan dari Argentina dan Paraguay. Umumnya argentine boa mudah ditemukan di daerah hutan tropis. Boa sepanjang 2,5 m itu dilindungi dan masuk Apendiks I karena terancam punah. ‘Untuk mendapatkannya saya harus menunggu hingga 3 bulan dari seorang importir di Jakarta,’ kata Hendy.

Viper boa asal Papua juga tak kalah cantik. Boa yang selalu aktif di malam hari itu disukai lantaran karakternya agresif. Ia memiliki variasi warna hitam berpadu cokelat, abu-abu, jingga, dan kuning emas. ‘Banyak yang mencari jenis boa seperti ini karena di habitat aslinya-Papua-saja susah ditemui,’ tutur Slamet. Uniknya viper boa tidak bisa memanjat tapi merayap di ranting rendah. Ular yang mencapai panjang 60-90 cm itu bisa mencapai umur 15 tahun.

Selain viper boa, rubber boa menggoda hati. Sesuai namanya, ular seperti karet itu berasal dari Amerika Utara. ‘Jika sudah melingkar di tangan layaknya karet gelang,’ ujar Ian dari Kynix Yogya Reptile Community.

Uniknya, corak warna di sekujur tubuh sangat sederhana, cokelat dan kuning di bagian bawah. Charina bottae itu biasa bersembunyi di bawah batang pohon, semak belukar, dan bebatuan. Tingkahnya yang tenang dan jinak membuat ular sepanjang 60 cm itu diminati kolektor.

Mahal dicari

Wajar, akibat keindahan warna tubuhnya, harga boa kian meroket. Contoh, sand boa ukuran baby rata-rata dijual Rp1,5-juta/ekor. ‘Padahal, pada 2002 harganya hanya Rp800.000/ekor,’ kata Slamet. Harga serupa juga disematkan pada Boa constrictor constrictor. Ukuran medium dihargai Rp3-juta-Rp3,5-juta/ekor. Lebih-lebih argentine boa yang dibandrol Rp3,5-juta-Rp5-juta/ekor. Sedangkan viper boa dan rubber boa tidak kurang dari Rp1,5-juta-Rp2-juta/ekor.

Menurut Slamet, harga boa memang mahal karena cara memperolehnya yang sulit. ‘Jangankan hutan di Amazon, Amerika Latin, di Papua saja untuk mendapatkan satu ekor taruhannya nyawa,’ ujarnya. Hal senada diamini Martien Ardianto dari Surabaya Amphibian & Reptile Lovers Community (Smiley). ‘Pegunungan yang terjal menjadikan boa sulit didapat,’ ujarnya.

Selain tidak memiliki bisa, boa tidak butuh kandang besar. Cukup tempat berbahan kaca atau akrilik berukuran 0,5 m x 0,5 m atau 2 m x 3 m yang didalamnya diberi cekungan air. Itu tempat untuk minum dan menjaga suhu stabil pada 24-28oC, serta kelembapan 65-85%. Pakan juga sangat mudah, hanya memberikan 3 tikus setiap minggu. (Hermansyah/Peliput:Lani Marliani)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img