Variasi air infusan baru makin beragam antara lain kombinasi potongan buah dan teh.

Trubus — Ratih Anggun Perdhani memasukkan irisan buah jeruk sunkist, stroberi, lemon, atau daun poko dalam botol kaca berkapasitas 500 mililiter. Ia menambahkan 5—10 gram teh hijau. Perempuan 33 tahun itu menambahkan air matang dingin dan membiarkan selama 6—8 jam di lemari pendingin. Proses itu sohor dengan sebutan cold brew atau seduh dingin. Sesekali ia menambahkan madu.
Namun, Ratih lebih kerap menambahkan buah bercita rasa manis seperti semangka, pir, dan melon sebagai sumber pemanis. Cita rasa air infusan atau infused water itu amat lezat. Selama ini air infusan hanya mengandalkan bahan buah antara lain lemon dan jeruk atau sayuran seperti mentimun. Namun, warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah, itu menambahkan teh.
Bahan organik

Menurut Ratih Anggun Perdhani mengolah teh dengan seduhan dingin menghasilkan minuman yang lebih segar. “Rasanya lebih light, tidak sepekat dan sepahit seduhan panas,” kata perempuan kelahiran 13 Desember 1987 itu. Ia menuturkan, “Orang awam menganggap teh itu hanya sekadar pahit, pekat, dan hitam. Padahal, setiap jenis teh punya rasa, warna, dan aroma yang berbeda.”
Semula Ratih hanya penggemar teh. Lama-kelamaan ia berkreasi dengan minuman siap konsumsi dikombinasikan dengan beragam buah. Apalagi ketika air infusan tengah tren, Ratih menyediakan dua jenis teh siap minum, yakni teh hitam dan teh hijau. Menurut pendiri Nala Organic Tea dan Yuna Fresh Tea itu konsumsi teh khususnya seduhan dingin terasa lebih nikmat. “Rasanya lebih light, tidak sepekat dan sepahit seduhan panas,” kata Ratih.
Ia merasakan tubuhnya lebih bugar sejak rutin mengonsumsi air infusan itu sejak 2016. Kesehatan kulitnya juga lebih terjaga. Ratih mengatakan, penambahan buah-buahan menyebabkan rasa minuman yang lebih enak. Selain itu kandungan vitamin juga lebih beragam. Menurut Ketua Bidang Promosi Dewan Teh Indonesia, Ratna Somantri, teknik seduh dingin pada teh bertujuan untuk mendapatkan sensasi aroma dari daun teh.
Penambahan gula sangat tidak dianjurkan. Bukan sekadar sulit untuk larut, tetapi dapat menutupi karakter teh. “Cold brew tea dengan sekaligus infused buah untuk sama-sama mendapatkan cita rasa yang alami. Ditambah madu boleh tapi sedikit saja, dan jangan madu yang beraroma,” kata anggota Association of Indonesian Specialty Tea itu. Ratna menganjurkan penggemar air infusan dan teh menggunakan bahan-bahan organik. Menurut perempuan 42 tahun itu karena metode perendaman teh dan buah dalam waktu lama, khawatir residu pestisida ikut terlarut.
Lindungi gizi
Menurut Ratna teh sebenarnya berkarakter dingin. Oleh karena itu, bisa membantu lebih rileks atau tidak stres. Perempuan kelahiran 3 November 1978 itu mengatakan, tidak ada batasan untuk konsumsi teh secara umum, khususnya metode seduh dingin. Senyawa-senyawa aktif seperti tanin dan kafein yang biasa menjadi pencetus masalah kesehatan akibat dosis konsumsi yang berlebihan tidak terekstrak secara maksimal.

Berkat penambahan buah-buahan antioksidan dapat lebih maksimal. “Bagi orang lanjut usia yang energi tubuhnya mendingin, sebaiknya konsumsi cukup 2 cangkir sehari,” kata pendiri Indonesian Tea Institute itu. Idealnya konsumsi teh 30—60 menit setelah makan untuk mencegah penghambatan pencernaan. Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Jawa Barat, Dr. Dadan Rohdiana, S.T., M.P. mengatakan, kandungan gizi teh justru terlindungi dengan seduhan dingin.
Sebagai gambaran, 20% senyawa katekin justru akan rusak ketika air seduhan sangat panas, bersuhu 98oC. “Hasil penelitian menyatakan bahwa katekin stabil pada suhu 27oC” kata Ketua Bidang Litbang Dewan Teh Indonesia itu. Artinya seduhan dingin teh itu sangat aman terhada senyawa aktif dalam teh. Tanaman anggota famili Theaceae itu antara lain mengandung katekin yang berperan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Selain itu faedah katekin juga menekan risiko kanker dan tumor, menurunkan kolesterol, serta mencegah hipertensi. Katekin juga berperan sebagai antivirus, antibakteri, dan antiradang. Secangkir teh mengandung 5—10% katekin. Doktor Farmasi alumnus Institut Teknologi Bandung itu mengatakan, penambahan aneka buah pada seduhan dingin teh akan membentuk sinergisme antara dua bahan yang mengandung antioksidan alami. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)
