Monday, November 28, 2022

Selamat Sapi Tanpa Hijauan

Rekomendasi

Letusan Gunung Merapi mengharuskan warga mengungsi, meninggalkan sapi perah yang menjadi andalan pencaharian. Akhirnya pemerintah dan relawan ‘menyelamatkan’ ternak warga. Namun, kebutuhan pakan lantas menjadi masalah baru di pos penampungan. Pasalnya, sapi perah perlu asupan harian 20 kg hijauan dan 5 kg konsentrat. Itu untuk memperlancar produksi susu. Namun, jika semua tertutup abu vulkanik, ke mana mencari rumput segar?

Di kampus Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Bulaksumur, Yogyakarta, Dr Ali Agus DAA DEA merancang formulasi pakan praktis. Ali mengandalkan jerami padi, bekatul, molase, dan probiotik cair – sama sekali tanpa hijauan. Pertimbangannya, ‘Saat ini memperoleh jerami dan bekatul padi lebih mudah ketimbang rumput segar,’ kata Wakil Dekan III Fakultas Peternakan UGM itu. Jerami malah kerap tersia-sia sehingga petani membakarnya begitu saja di lahan seusai panen.

Untuk membuat 100 kg pakan formulasi, campurkan 50 ml probiotik dalam 5 l molase dan aduk rata. Selanjutnya, campurkan 25 kg bekatul dalam 70 kg jerami padi. Tambahkan molase terprobiotik, tutup rapat, diamkan sehari semalam. Esoknya peternak bisa memberikan pakan kepada ternak. Sapi perah yang sedang laktasi bisa menghabiskan 15 – 20 kg formulasi per hari, sedangkan sapi potong cuma 10 kg. Biaya per kg cuma Rp1.100 – Rp1.200. ‘Formulasi itu solusi darurat menghadapi kelangkaan hijauan, tapi mencukupi kebutuhan serat, nutrisi, dan mineral,’ kata Ali.***

Previous articleTiram untuk Ningrat
Next articleDari Sarang Masuk Botol
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img