Monday, November 28, 2022

Semarang Arwana Contest 2008 Sisik Terang Raih Kampiun

Rekomendasi

 

Sejatinya, juara kelas B yang menjadi rival utama tak kalah sempurna. Selain sosoknya prima, gaya renangnya pun lincah. Sayang juri menilai lain. ‘Sisik di punggungnya belum mengkilap maksimal,’ ujar Rio Siahaan, juri dari Semarang. Selain itu, ayunan sirip dada dianggap lemah. Menurut Rio itu karena ikan masih muda. Maklum, juara kelas B itu baru setahun. ‘Jika perawatan baik, tahun depan gelar terbaik bisa direbutnya,’ tutur Rio.

Sebelum berlaga di final, sang grand champion (GC) beradu melawan 29 golden red lain di kelas A, berukuran di atas 40 cm. Setelah dinilai juri muncul 3 kandidat: pengisi akuarium A9, A16, dan A17. Penilaian meliputi kesan keseluruhan, postur tubuh, warna sisik, gerakan sirip dada, sirip ekor, bentuk kepala, dan letak mata. Peserta A16 dinilai memiliki sisik kurang mengkilap sehingga terkesan kusam. Golden red sepanjang 42 cm itu pun ditabalkan menjadi juara ke-3.

Kini tinggal penghuni A9 dan A17 yang saling berhadapan. Keduanya meliuk anggun di bawah sorotan lampu neon berwarna ungu untuk memikat juri. Di babak akhir, penghuni A17 dinobatkan sebagai juara. ‘Sisik sama-sama mengkilap, tapi A17 tampak lebih besar,’ ujar Rio.

Postur utama

Duapuluh lima ikan dengan panjang tubuh 25-40 cm beradu molek di kelas B. Golden red di akuarium B14, B20, dan B22, tampak paling mencorong di mata ketiga juri: Fajar Shodiq, Rully Dharmawan, dan Rio Siahaan. Setelah form penilaian diisi juri, tampak penghuni B20 menjadi yang terdepan. ‘Gaya renangnya sangat indah,’ kata Fajar Shodiq, juri dari Jakarta.

Golden red di akuarium B22 sebenarnya memiliki warna indah. Posturnya pun proporsional dengan kepala dan letak mata serasi. Namun, saat penjurian siluk sepanjang 20 cm itu banyak terdiam di sudut akuarium. ‘Gaya renangnya jadi tidak tampak,’ ujar Rio. Toh, juri tetap memberinya gelar juara ke-2 karena posturnya dinilai bagus.

Posisi ke-3 menjadi milik ikan B14. Biang kekalahan dibanding para pesaingnya adalah kayuhan sirip ekor yang agak lemah. ‘Saat belok terlihat seperti miring,’ ungkap Fajar. Lebih jauh, juri kelahiran Magelang 26 tahun lalu itu menilai postur tubuh menjadi poin penting. Selanjutnya gaya renang. ‘Dibandingkan 2 musuhnya, penghuni B14 kalah juga di postur dan gaya renang,’ tambahnya.

Pontianak dominan

Kontes yang berlangsung di Pasaraya Sri Ratu, Semarang itu diselenggarakan oleh Semarang Arowana Club dengan didukung oleh walikota Semarang. Kontes yang direncanakan sejak Desember 2007 itu dilaksanakan sebagai pembuka kontes superred yang digelar pada 23 Maret 2008. Dari pengamatan Trubus, kontes perdana di Kota Atlas pada 2008 itu berjalan rapi. Akuarium dipajang lebih renggang sehingga pengunjung leluasa melihat ikan yang dilombakan.

Lima puluh tiga peserta yang ikut datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Magelang, Surabaya, Semarang, Banyuwangi, dan Pontianak saling unjuk gigi. Yang istimewa, dari 2 kelas yang dilombakan, peserta dari Pontianak, Kalimantan Barat, memborong semua juara. Henryarto Susilo mengharapkan kontes kali ini dapat mendorong hobiis memelihara arwana. ‘Dengan memelihara arwana, kelestarian ikan asli Indonesia ini akan selalu terjaga,’ ujar ketua panitia lomba itu. (A. Arie Raharjo)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img