Trubus.id—Ketua Kelompok Tani Sipakatuo, Desa Ponre-ponre, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, Harman merasakan manfaat penggunaan pupuk organik cair (POC) hasil kerjasama PT Trubus Swadaya dengan PT Mandraguna Pusaka Indonesia.
Harman menuturkan tanaman cabai miliknya yang berusia lebih dari setahun, berbuah kembali dan melimpah ruah. “Saya coba-coba semprotkan POC Trubus, tidak butuh waktu lama, cabai yang tua berbuah lagi. Hasilnya banyak,” ucap Harman.
Lebih lanjut ia menuturkan, selain pada tanaman cabai dan hortikultura lain, POC Trubus juga cocok digunakan untuk berbagai jenis tanaman seperti padi dan jagung. Menurut Harman, tanaman jagung yang disemprotkan POC Trubus perkembangannya, luar biasa. “Tanaman jagung jadi lebih besar. Daunnya juga lebar-lebar,” ucap Harman.
Perkembangan tanaman jagung yang begitu signifikan pasca semprot POC Trubus, juga menggairahkan bagi sejumlah petani di Desa Ponre-ponre. Pasalnya, semula kondisi tanah yang ditanami famili Gramineae itu tidak subur. Tanah tersebut merupakan tempat habis galian.
“Rencananya jagung itu akan dipanen akhir Januari nanti,” tutur Harman.
Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, Andi Asman Sulaiman turut mendorong peningkatan produktivitas pertanian. Salah satu langkah strategis yang ditempuh Kadis Asman dengan menggunakan pupuk organik cair dari Trubus yang bekerjasama dengan PT Mandraguna Pusaka Indonesia.
Daerah percontohan untuk pemanfaatan nutrisi atau POC Trubus yang dikerjasamakan dengan PT Mandraguna Pusaka Indonesia digunakan oleh kelompok tani di Desa Ponre-ponre, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.
Kadis Asman menyampaikan, petani mesti serius menggarap sawah dan kebun supaya bisa menghasilkan hasil pertanian yang melimpah. Peningkatan hasil pertanian juga tidak lepas dari peran penting penyuluh pertanian. “Kelompok tani harus satu pintu dengan penyuluh, bersama kepala desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” ujar Kadis Asman.
Direktur Marketing Trubus, Rudi Paeru mengungkapkan, pihaknya hadir untuk mengatasi permasalahan tanah pertanian yang sudah terkuras nutrisinya. Olehnya itu, dengan penggunaan pupuk organik cair lebih ramah lingkungan serta hasil pertanian baik untuk kesehatan.
“POC yang kami bawa ini bukan berasal dari kotoran ternak, tetapi lemak hewan. Baik untuk tanaman,” tutur Rudi.
Pemilik PT Mandraguna Pusaka Indonesia, Muhammad Riyan menuturkan bahwa penggunaan POC ini nantinya akan memperbesar dan memperbanyak bulir padi.
“Penyemprotannya dilaksanakan sesuai fase pertumbuhan sesuai prosedur misalnya hari ke-7, lalu hari ke-14 untuk anakan, hari ke-30 untuk pertumbuhan, hari ke-45 pembesaran, dan hari ke-60 pengisian bulir. Dengan penggunaan POC maka beras yang dihasilkan kadar residunya dan kadar gula rendah,” tutur Riyan.
