Sunday, August 14, 2022

Semula Eksperimen Ishakak

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Diana Hermawati penemu antimikrob galaktoferin dalam susu kuda sumbawa organik
Diana Hermawati penemu antimikrob galaktoferin dalam susu kuda sumbawa organik

Khasiat susu kuda liar menyebar ke seantero negeri. Pada mulanya, hanya coba-coba.

Ishakak kelimpungan mencari obat untuk istrinya yang mengidap asam urat dan mag. Di tengah kegalauan itu warga Desa Pili, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, itu mencoba peruntungan dengan memberikan segelas susu kuda kepada sang belahan jiwa. Saat itu, pada 1970, kuda menjadi hewan ternak yang dimiliki oleh setiap kepala keluarga di Desa Pili. Setelah beberapa kali mengonsumsi, penyakit sang istri sembuh.

“Sebelum kejadian Ishakak, susu kuda tidak dimanfaatkan oleh warga. Kisah itu yang membuat susu kuda liar mulai dikenal berkhasiat di sini,” kata Ibrahim, warga Desa Palawa, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. Sampai kini cara pemeliharaan kuda tetap sama seperti zaman  Ishakak. Kuda-kuda itu diliarkan di padang rumput, lantas saat betina menyusui anaknya, barulah pemilik menggiring kuda-kuda itu ke kandang. Lalu memerah susunya.

Sejak kesembuhan istri H Ishakak itu, kabar khasiat susu kuda liar menyebar ke seantero Desa Pili dan desa-desa lainnya di Kecamatan Donggo. Menurut Eddy Suratman, kerabat Isahak  pemilik kuda mulai rajin memerah susu untuk konsumsi keluarga. “Susu yang diperah ditaruh di dalam botol dan disimpan selama 2—3 bulan,” kata warga Desa Palawa yang sempat memiliki 10 kuda sumbawa betina dan seekor pejantan itu.

Terbukti susu-susu kuda itu memang berkhasiat. Samroni, warga Desa Mbawa, Kecamatan Donggo, menuturkan susu kuda yang telah didiamkan terlebih dahulu selama 2—3 bulan hingga berasa masam dan beraroma kecut menjadi obat penghilang lelah. “Kami peladang di sini selalu berbekal sebotol susu kuda bila berladang. Saat istirahat baru meminumnya,” kata guru agama di sebuah sekolah menengah pertama di Kecamatan Donggo.

Kebiasaan itu membuat fisik peladang di Kecamatan Donggo kokoh meski harus bekerja seharian di ladang-ladang yang berada di daerah perbukitan. Benarkah susu kuda liar berkhasiat? Penelusuran Trubus memperlihatkan riset berkaitan dengan khasiat susu kuda liar sumbawa sangat terbatas. Riset Dr drh Diana Hermawati MSi dari Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan Kementerian Pertanian RI di Jakarta Selatan, memperlihatkan susu kuda liar sumbawa memiliki sifat antimikrob.

Menurut Hermawati, “Terutama pada kuda-kuda yang dipelihara secara organik.” Organik yang dimaksud adalah kuda-kuda itu menyantap pakan alami di lokasi yang bebas dari lahan pertanian. “Itu menghindari kuda memakan tanaman yang terpapar pestisida,” kata Hermawati yang akan meriset secara khusus pakan kuda liar itu. Keberadaan senyawa antimikrob alami yang lantas diberi nama galaktoferin oleh Hermawati itu terlihat dari rusak tidaknya susu.

“Susu kuda yang beredar di masyarakat tidak mengalami pasteurisasi atau ditambah bahan lain dan susu itu tidak mengumpal atau rusak, tapi hanya mengalami fermentasi alami,” ujar Hermawati. Fermentasi alami yang disebut autofermentasi itu yang menyebabkan pH susu turun setelah 3 jam sehingga menimbulkan rasa masam.                Istimewanya lagi hasil uji penyimpanan susu kuda sumbawa selama 5 bulan atau 157 hari pada suhu kamar tidak menurunkan aktivitas antimikrob, tetapi malah menambah daya antimikrob. “Hal itu menunjukkan stabilitas antimikrob susu kuda sumbawa cukup bagus,” ujar  Diana.

Riset lain oleh Nengah Sujaya dari program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Udayana dan rekan yang tertuang dalam “Jurnal Veteriner” pada Juni 2008. Penelitian yang mengisolasi bakteri asam laktat susu kuda sumbawa memperlihatkan bila susu kuda sumbawa didominasi oleh kelompok bakteri Lactobacilli dan Weisella. Kedua kelompok bakteri itu bisa antara lain menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli penyebab diare dan Salmonella thypimurium yang menyebabkan penyakit tifus.

Sejatinya pemanfaatan susu kuda untuk kesehatan bukan barang baru. Di negara-negara Eropa timur, misalnya, susu kuda yang difermentasi dikonsumsi untuk kesehatan. Di negeri Tiongkok, terutama di Mongolia, susu kuda yang rendah lemak dan protein diyakini mengobati penyakit radang paru-paru, terutama tuberkulosis, kekurangan vitamin, radang lambung, hingga gangguan kardiovaskuler.

Menariknya lagi penelitian Davies Morel dari Institute of Rural Studies University of Wales pada 2003  membuktikan susu kuda mempunyai keunggulan dibandingkan susu sapi, misalnya, karena memiliki protein whey dan laktosa tinggi. Kondisi itu hampir mendekati kualitas air susu ibu alias ASI. (Dian Adijaya Susanto & Pressi Hapsari Fadlilah)

 

FOTO:

  1. Kuda-kuda dibiarkan mencari pakan di lahan terbuka
  2. Diana Hermawati penemu antimikrob galaktoferin dalam susu kuda sumbawa organik
  3. Antimikrob dalam susu kuda mampu menghambat bakteri patogen dan perusak susu
  4. Ibrahim menceritakan penemuan susu kuda untuk mengobati penyakit
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img