Monday, August 15, 2022

Sentosa Karena Keranjang Tingkat

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Sepuluh koi di kolam 40 m2 berkapasitas 80 ton air itu  berwarna cerah.

Itu karena sang empunya kolam, Winarso Tanuwidjaya, menggunakan bakki shower sebagai filter terakhir sebelum air masuk kembali ke kolam di Cisarua, Kabupaten Bogor. Menurut Winarso bakki shower pada dasarnya keranjang yang dialiri air. Keranjang itu bisa berbahan plastik, besi nirkarat, atau beton. “Bahan paling baik adalah stainless karena tahan karat, tetapi mahal. Keranjang stainless steel berukuran 40 cm x 1,5 m harganya Rp2-juta-Rp3-juta,” ujar pemilik Golden Koi Centre itu.

Bakki shower berbahan plastik lebih murah, harganya cuma Rp300.000/buah. Toh perangkat itu bisa digunakan hingga 5 tahun. Hobiis juga bisa membuat sendiri bakki dari bahan-bahan tak terpakai atau perangkat rumahtangga seperti krat minuman ringan atau keranjang buah. Di kolam berkapasitas 80 ton itu Winarso menggunakan 2 bakki shower yang berdiri bersebelahan. Masing-masing terdiri dari 5 bakki shower.

Filter keset

Mula-mula air dari kolam masuk ke filter utama berkapasitas sekitar 30% dari total air kolam. Menurut Suwira Susanto, konsultan kolam koi di Jakarta, kapasitas filter idealnya 50% dari kapasitas kolam. “Kapasitas filter 30% cukup asalkan penguraian amonia dalam filter maksimal,” katanya.

Air dari kolam masuk ke vortex. Di dalam vortex air diputar kencang sehingga kotoran mengendap. Air bersih dari vortex kemudian dialirkan menuju ruang filter mekanik berisi roll brush di petak pertama hingga keempat. “Roll brush perawatannya mudah, tidak cepat rusak, dan dapat dipakai hingga puluhan tahun,” ujar Winarso.

Sekat antarruang filter dibuat setengah tinggi filter yang berkedalaman 1,5 m. Oleh karena itu air mengalir stabil dan langsung menabrak mate-filter keset-yang tergantung dalam kamar kedua hingga keempat. Filter keset berfungsi mengendapkan kotoran yang lewat tanpa menyumbat pori filter dan sekaligus media tempat hidup bakteri pengurai nitrit dan amoniak. Filter keset tahan hingga 10 tahun. Di ruang filter terakhir, terdapat 4 buah lampu ultraviolet berdaya 20 watt yang digantung berjarak 10 cm dari permukaan air kolam. Lampu UV berfungsi membunuh bakteri patogen yang membahayakan kesehatan ikan.

Air dari filter itu kemudian dialirkan ke bakki shower menggunakan pompa 400 watt. Bakki shower-berukuran 40 cm x 80 cm-berbahan plastik diletakkan berdampingan masing-masing dari lima lapis keranjang setinggi 30 cm. Di dalam bakki shower terdapat media berpori berupa batu bioaktif (bioactive stone) untuk mengurai amonia dan nitrit. Bisa juga tambahkan bioball yang fungsinya sama dengan bioactive stone. Bioball diletakkan pada bakki shower teratas.

Alternatif lain menggunakan media biokristal. “Biokristal bentuknya lebih porous sehingga bisa menampung bakteri lebih banyak,” kata Sugiarto Budiono, pengelola Jakarta Koi Center. Keuntungan lain, batu buatan berbahan keramik dan kaca itu tetap bisa menapung bakteri meski dicuci bersih. “Beda dengan filter berbahan plastik yang bakterinya langsung hilang setelah batu dicuci,” ujar pemilik kolam yang juga menggunakan bakki shower itu. Kebutuhan biokristal cukup 10% dari volume air sehingga tidak boros tempat.

Air keluar dari bakki shower dalam ukuran kecil-kecil. Prinsip bakki shower memang meniru riak air yang memecah di atas bebatuan. Dengan begitu luas permukaan permukaan yang bersentuhan dengan udara lebih banyak sehingga kadar oksigen terlarut meningkat. “Penggunaan bakki shower juga menghasilkan oksigen terlarut lebih banyak,” kata Winarso. Manfaatnya, metabolisme ikan menjadi lebih baik sehingga bergerak aktif dan doyan makan. Dengan teknik filterisasi seperti itu Winarso tidak pernah mengganti air kolam. “Cukup menambahkan 2-5% air baru ke kolam setiap hari.

Menurut Winarso bakki shower tidak mutlak dipakai, ia bersifat tambahan. “Jika filter utama dengan proses mekanik, biologi, kimia, dan UV sudah sempurna maka pemakaian bakki shower tidak perlu,” katanya. Namun, beberapa hobiis menginginkan kesempurnaan, sehingga mereka menggunakan bakki shower. Winarso memasang bakki shower pada 5 kolam berkapasitas 200, 80, dan 60 ton.

Bisa tunggal

Sugiarto menuturkan bakki shower mungkin juga digunakan secara tunggal. “Dengan catatan, air yang keluar tetap berkualitas baik, yaitu jernih dan rendah kadar amonia, dan nitrit,” katanya. Amonia biasanya berasal dari kotoran ikan dan sisa makanan. Kadar amonia di atas 0,01 mg/l air dapat meracuni ikan.

Dalam proses filterisasi secara biologi, amonia diubah menjadi nitrit oleh bakteri Nitrosomonas. Sebaiknya kandungan nitrit di kolam di bawah 0,2 mg/l air, di atas itu bisa meracuni ikan.  Nitrit dapat mengikat hemoglobin di darah ikan sehingga menurunkan kemampuannya membawa oksigen. Salah satu tandanya ikan terlihat berenang di permukaan dan di sekitar air yang keluar dari filter. Tingginya kandungan amonia, nitrit, dan nitrat membuat kulit ikan mengalami iritasi dan memproduksi lendir berlebih.

Lalu nitrit diubah menjadi nitrat oleh bakteri Nitrobacter. Nitrat bermanfaat sebagai sumber nutrisi bagi alga. Namun, kandungan nitrat di atas 50 mg/l air akan membuat alga berkembang cepat sehingga mempengaruhi kesehatan koi.

Untuk memaksimalkan peran bakki shower, Sugiarto menyarankan bakki disusun dalam beberapa lapis disesuaikan dengan volume air kolam. “Semakin banyak air kolam, maka jumlah bakki yang tersusun pun semakin banyak,” katanya.Hal itu pun diamini Winarso. “Semakin banyak rak semakin bagus sehingga kualitas air yang keluar semakin baik,” katanya. Terbukti, koi di kolam Winarso aktif bergerak, doyan makan, dan berwarna cerah. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Desi Sayyidati Rahimah)

Kolam berkapasitas 80 ton air milik Winarso Tanuwidjaya di Cisarua, Bogor

Batu bioaktif bermanfaat menampung bakteri pengurai amoniak dan nitrit

 

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img