Kiat membuat walet betah menghuni rumah adalah ukuran lubang terjun yang besar dan menanam pohon di sekitar rumah.

Trubus — Pemilik rumah walet di Pekanbaru, Provinsi Riau, Mahendra—bukan nama sebenarnya—berhasrat meningkatkan produksi sarang walet. Ia hanya menuai 50 sarang—setara sepertiga kilogram—hasil panen di lantai tiga. Burung Collocalia fuciphaga itu memang hanya bersarang di lantai paling atas. Rumah walet milik Mahendra terdiri atas tiga lantai berdiri di atas tanah 40 meter persegi. Si liur emas itu enggan menginap di lantai bawah.

Harga satu kilogram sarang walet rata-rata Rp15 juta per kg. Pantas Mahendra tergiur meningkatkan produksi sarang. Celakanya 2 lantai lainnya masih kosong, tanpa walet. Menurut praktikus walet di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, Willy, penyebab burung engan bersarang di rumah walet milik Mahendra adalah void atau lubang terjun terlalu sempit. Willy pernah mengunjungi rumah walet milik Mahendra pada 2016.
Naga atau monyet
Lubang terjun adalah lubang di dinding rumah walet yang berguna untuk terbang bermanuver naik atau turun antarlantai. Menurut Willy idealnya ukuran lubang terjun minimal 3 m x 3 m. Namun, void di rumah walet Mahendra berukuran hanya 1,2 m x 1,2 m. Ukuran void yang sempit itu menyulitkan walet turun pindah lantai. Willy yang menekuni walet sejak 2000 itu mengatakan, cara walet terbang seperti pesawat terbang. Oleh karena itu, walet membutuhkan ruang cukup untuk bermanuver sebelum hinggap.
Ruang terjun terlalu sempit menyebabkan walet sulit bermanuver. Musababnya walet tidak seperti helikopter. Butuh jarak untuk terbang pun terkadang menjatuhkan diri dahulu baru melayang. Willy menggunakan void jenis lubang naga berukuran 5 m x 10 m. Tujuannya agar walet merasa nyaman bermanuver hingga menginap di gedung walet miliknya. Menurut Willy model lubang terjun disesuaikan dengan kondisi rumah walet di daerahnya.

Jika ingin membuat rumah walet baru, perlu memperhatikan lubang terjun rumah walet lain di sekitarnya. Jika di sekitar daerah banyak menggunakan desain rumah monyet tak ada salahnya menggunakan desain yang sama. Hal itu berkaitan dengan kebiasaan walet. Walet akan enggan menginap jika lubang terjun berbeda dengan gedung walet lain di satu kawasan. Pria 43 tahun itu mencontohkan di Kalimantan rumah walet mengggunakan rumah monyet.
Oleh karena itu, calon peternak walet disarankan menggunakan desain serupa. Menurut Willy istilah lubang naga karena bentuknya menganga menghadap ke atas. Adapun rumah monyet karena bentuk lubang terjun rumahnya kecil. Alternatif lainnya bisa membuat lubang terjun langsung masuk sampai lantai bawah. Lubang masuk untuk turun luas lebih disarankan.
Tebing atau gua

Menurut praktikus walet di Jakarta, Harry Wijaya, perilaku alami walet di alam mempengaruhi pemilihan desain gedung walet. Ada walet yang terbiasa hidup di gua, adapula walet yang terbiasa hidup di tebing. Itu berpengaruh terhadap kebiasaan terbang burung. Harry mencontohkan, walet yang terbiasa tinggal di tebing akan kesulitan masuk ke gedung walet dengan desain lubang terjun lubang naga.
Menurut Harry desain rumah monyet lebih cocok untuk walet yang memiliki kebiasan terbang di tebing. Rumah monyet identik dengan tebing atau pohon tinggi, sedangkan lubang naga identik dengan terjun. Di Pulau Jawa tidak menggunakan rumah monyet atau lubang naga. Kebanyakan lubang terjun diarahkan diterjunkan biasa. Oleh karena itu, penting bagi pemula memperhatikan sekitar. Walet yang terbiasa terjun akan sulit masuk jika desain gedung walet menggunakan rumah monyet.
Willy menyarankan peternak untuk menghindari masuk rumah walet saat burung tengah ramai. Apalagi rumah walet anyar. Banyak kasus karena penasaran mengecek saat malam. Jika walet memasuki rumah pada malam hari, maka burung bisa kabur dan tak kembali. Waktu ideal untuk mengecek rumah walet pada pagi atau siang. Solusi lainnya memasang Closed-Circuit Television (CCTV).
Pilihan lain mengecek rumah walet pada siang hari ketika walet meninggalkan rumah untuk mencari pakan. Ketika itu rumah kosong, tanpa walet. Keberadaan walet di rumah tampak dari kotoran di lantai rumah. Jika kotoran cukup banyak pertanda populasi burung juga banyak dan sebaliknya. (Muhamad Fajar Ramadhan)
