Saturday, June 22, 2024

Seri Walet (95) Tumbuhkan Serangga Pakan Walet

Rekomendasi
- Advertisement -

Saat ini banyak peternak sadar betapa pentingnya serangga dalam budidaya walet. Mengandalkan kemurahan alam tak bisa terus berlanjut akibat kerusakan hutan dan pembukaan lahan baru untuk perumahan. Ketersediaan pakan semakin parah saat kemarau, karena produksi serangga anjlok. Akibatnya, untuk mempertahankan diri saja burung harus berjuang keras. Bahkan, tidak sedikit burung mati karena kekurangan pakan. Lebih-lebih untuk menghasilkan sarang. Kalau pun bisa, sarang yang dibuat kecil dan tipis.

Beragam cara ditempuh peternak untuk menyediakan pakan, seperti menumpuk gabah, singkong, atau buah pisang di bawah lubang keluar-masuk di dalam gedung.Dari bahan itu diharapkan keluar kemrutu—kutu-kutu kecil—pakan walet. Cara lain, menanam rengas, beringin, waru, tebu, petaicina, dan pisang di lingkungan rumah. “Meski tidak mencukupi, tambahan pakan sangat berguna saat ketersediaan pakan di alam berkurang,” kata Boedi Mranata, pakar walet di Jakarta. Idealnya jumlah pakan alami buatan dapat mencukupi kebutuhan masing-masing gedung. Walet tak usahrepot-repot mencari pakan.

Ratusan jenis

Di alam, jumlah dan jenis serangga pakan walet beragam. Boedi Mranata menjumpai ratusan jenis serangga di saluran pencernaan burung itu. Salah satunya, lalat buah Drosophila sp. Hal itu juga dibuktikan Ade M Yamani, praktikus walet di Karawang, Jawa Barat. “Kalau dilihat dari kotoran di lantai, kebanyakan walet makan lalat buah,” kata Abeng, panggilannya.

Wajar, bila banyak peternak mengonggokkan tumpukan pisang, nanas, atau pepaya di pojok-pojok gedung. Ada pula yang memasukkan cacahan gaplek atau gabah di karung ke dalam rumah walet. “Tak tanggung-tanggung tonasenya mencapai 2 ton di setiap gedung,” kata Andreas Susanto Seno, pengusaha di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Cara itu membuahkan hasil, setelah sebulan muncul serangga-serangga kecil. Hanya saja, timbul aroma apek dan suhu di ruangan agak sedikit panas. Sebab, layaknya pupuk kandang, saat pematangan material mengeluarkan panas.

T e k n i k – t e k n i k menghasilkan serangga terus berkembang. Salah satunya, serbuk penumbuh serangga, seperti AS46 dan Magic Powder Walet Mas. Masing-masing bahan menumbuhkan jenis serangga berbeda. Contohnya, Magic Powder menghasilkan lalat buah; AS46, serangga kecil sejenis wereng. “Serbuk itu terbuat dari bahanbahan alami sehingga aman bagi manusia dan lingkungan,” kata Stephanus

Yoki Suwignyo, produsen Magic Powder Walet Mas di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah. Yoki—panggilan Stephanus Yoki Suwignyo—telah meriset selama setahun untuk membuktikan efektivitas serbuk penumbuh serangga. Hasilnya, “Walet selalu berputar-putar di sekeliling rumah sambil menyambar lalat buah,” kata direktur PT Banyumas Raya itu. Begitu pula ketika diujicobakan di salah satu bangunan baru berlantai 2 milik Andreas Susanto Seno yang terletak di Kedungampel, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, itu memancing walet. Tiga bulan berselang sudah terlihat 5 pasang menempel di lagur

Efektif

Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan saat membuat serbuk penumbuh serangga agar efektif dimakan walet. Caranya, masukkan 2 kg serbuk penumbuh dan 4 liter air ke ember berdiameter 30 cm. Aduk hingga membentuk adonan pasta atau bubur. Tutup bagian atasnya dengan kawat ram atau kasa nyamuk ukuran ½ cm agar burung gereja tidak masuk ke ember. Bagian atas kawat dipasang 2 balok kayu atau batu bata secara berjajar, lalu ditindih tripleks atau papan kayu. Ukurannya asal bisa menutupi diameter ember.

Setelah 2—3 minggu, muncul lalat buah dari kawat ram, lalu terbang ke udara. Masa daur hidup serangga tergantung kondisi ruangan di gedung. “Makin lembap dan dingin lebih bagus. Campuran air dan serbuk pun dapat tahan lama. Yang penting harus selalu mengontrol air, jangan sampai kering,” ujar Yoki.

Letakkan ember-ember itu di beberapa sudut bangunan. Kalau memilih tempat di dekat lubang keluar-masuk sebaiknya berjarak 2—3 m agar mudah dijangkau walet. Pemasangan ember di luar gedung boleh juga dilakukan untuk mempercepat pemancingan walet. Namun, yang perlu dipertimbangkan arah angin dan lubang keluar-masuk. Jangan sampai serangga yang dihasilkan justru terbang ke bangunan tetangga. (Nyuwan SB)

Drosophila Favorit Walet

Di alam jenis serangga beragam. Sumbernya berasal dari tanah, kayu lapuk, buah busuk, dan biji-bijian kering. Tak heran, setiap jenis serangga memiliki karakteristik berbeda-beda, ada yang berukuran kecil dan ada pula yang besar. Teksturnya pun ada yang lunak dan ada pula keras. Lalat buah Drosophila sp termasuk jenis serangga bertekstur lunak.

Hasil analisis proksimat laboratorium ilmu nutrisi dan makanan ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, keluarga Drosophilidae itu mengandung 57% protein. Makanya serangga itu diminati walet. “Coba perhatikan walet banyak berputar-putar di tumpukan sampah atau dekat pasar. Di sana gudangnya lalat buah,” ujar Ir. Hermananto MS. MAgr Sc, ahli serangga Universitas Soedirman, Purwokerto.

Serangga berukuran 1 cm itu mudah dikenali. Sebab, ia muncul pada buah atau bagian tanaman yang membusuk. Ia juga dijumpai di bunga yang terjatuh, bersembunyi di feses atau urin binatang. Cara perkembangbiakkannya, lalat betina yang memiliki ovipositor menyalurkan telur ke buah. Ketika menjadi larva ia menggerogoti daging buah sambil mengsekresikan suatu zat yang mempercepat pembusukan. Setelah tumbuh menjadi ulat, keluar dari buah dan membentuk kepompong di tanah.

Daur hidupnya singkat, mulai dari ulat, kepompong hingga serangga butuh 2—3 minggu. “Waktu yang pendek itu memudahkan dalam pengembangbiakannya,” kata Yoki. Pantas, bila banyak peternak memasukkan pisang, nanas, dan pepaya busuk ke rumah walet. Maksudnya, dari bahan itu diharapkan keluar lalat buah yang menjadi santapan lezat walet. (Nyuwan SB)

 

 

 

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Berbisnis Olahan Bayam, Anak Muda Asal Tasikmalaya Raup Omzet Puluhan Juta

Trubus.id—Bayam tidak hanya menjadi sumber zat besi, tetapi juga bisa menjadi sumber cuan bagi  Filsya Khoirina Fildzah, S.Kep., Ners...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img