Friday, December 9, 2022

Seribu Jalan Perbanyak Jati

Rekomendasi

Itulah hasil survei Dr BN Gupta dan A Kumar dari Tropical Forest Research Institute, Jabalpur, India, pada buah jati yang dikumpulkan dari 23 tempat di India. Menurut data Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan, jati baru berbunga dan dapat menghasilkan buah pada umur 6 – 8 tahun. Produksi buah dari areal produksi umumnya 20 – 30 kg/ha per tahun dengan jumlah 880 – 3.070 buah/kg.

Artinya, jika 50% buah memiliki 2 biji, maka hanya dapat dihasilkan 30.700 benih per ha per tahun. Padahal, tingkat perkecambahan biji jati tergolong rendah, hanya sekitar 45%.  Pun lantaran kulit buahnya keras, untuk mengecambahkan harus diberi perlakuan khusus antara lain direndam dan dijemur, direndam air dingin dan panas, direndam dalam larutan asam sulfat pekat, hingga diamplas.

Tunas tebangan

Lantaran pembibitan jati dari benih menghadapi banyak kendala, maka produsen bibit maupun pekebun menggunakan berbagai alternatif untuk memperoleh bibit jati. Pandi, pekebun di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membiarkan bekas tebangan jati agar menghasilkan tunas. Tunas yang biasa disebut trubusan itu dibiarkan tumbuh kembali menjadi tanaman baru.

Dengan cara itu pekebun menghemat biaya pembelian bibit. Namun, bibit yang dihemat hanya satu, karena yang dibiarkan tumbuh dari bekas tebangan tidak lebih dari satu. Artinya, cara ini hanya dapat diterapkan pada kebun yang sudah panen. Jika ingin memperluas lahan, pekebun tetap harus mencari sumber bibit lain.

Menurut Amar Sukmana, kepala Rayon Pemangku Hutan (KRPH) Sukaraja, Kota Tasikmalaya, cara seperti itu biasa diterapkan pada tanaman sengon. ‘Keunggulan memanfaatkan tunas bekas tebangan adalah penyerapan hara bisa lebih optimal karena perakaran sudah berkembang baik dan kuat,’ ujarnya. Karena penyerapan hara lebih optimal, maka pertumbuhan tanaman pun lebih cepat.

Untuk memanfaatkan tunas bekas tebangan itu, pekebun dapat membiarkan beberapa tunas tumbuh pada awalnya. Buatlah gundukan tanah untuk menyangga pertumbuhan tunas itu. Pada umur 3 – 4 bulan lakukan seleksi. ‘Pilih tunas yang tumbuh paling dekat dengan permukaan tanah,’ ujar Amar. Pada tahap seleksi itu, usahakan untuk menyisakan maksimal 2 tunas. Selanjutnya ketika tanaman berumur sekitar 1 tahun lakukan seleksi kembali untuk memilih satu tunas yang pertumbuhannya paling bagus.

Kultur jaringan

Berbeda dengan pekebun, produsen bibit memilih menggunakan teknik kultur jaringan agar dapat menghasilkan bibit dalam jumlah besar dalam waktu singkat. PT Jaty Arthamas misalnya mampu menghasilkan 30.000 bibit jati arthamas per bulan hasil kultur jaringan. Sementara PT Tunas Agro Lestari memiliki kapasitas produksi 3,5-juta bibit jati jumbo per tahun.

Bibit yang dihasilkan dari kultur jaringan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: sifat tanaman identik dengan induk, dapat diperbanyak dalam jumlah besar tanpa membutuhkan tempat luas, serta kesehatan dan mutu bibit terjamin. Tingkat keseragaman bibit hasil kultur jaringan mencapai 80%, sementara dari biji hanya sekitar 20%. Keunggulan lain, kecepatan tumbuh bibit lebih cepat dibanding dengan perbanyakan dari biji. Pohon hasil kultur jaringan dapat tumbuh 2 kali lebih cepat dibanding dari biji.

Berdasarkan hasil penelitian Agus Sunyata dan Ninik Sudarlina dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian INTAN Yogyakarta, jati umur 5 tahun hasil penanaman dari biji memiliki persentase jaringan pembuluh lebih besar dibanding jati hasil kultur jaringan. Namun, persentase sel lain relatif sama. Bahkan, panjang sel pada jati hasil kultur jaringan lebih panjang dibanding hasil perbanyakan generatif.

Setek pucuk

Cara lain yang dikembangkan produsen bibit yaitu setek pucuk, seperti yang dilakukan di Perum Perhutani KPH Kebonharjo, Rembang, Jawa Tengah. Bibit hasil setek pucuk juga tumbuh relatif cepat dibanding dari biji. Bibit umur 1 tahun hasil setek pucuk, misalnya, sudah mencapai tinggi 7 m. Sementara bibit dari biji umur sama baru mencapai tinggi 4 m.

Setek pucuk dilakukan dengan cara menanam pucuk-pucuk batang muda yang masih dalam masa tumbuh. Bahan setek pucuk bisa menggunakan tunas pertama atau kedua dari pucuk pada tanaman muda yang berumur kurang dari 2 tahun. Cara ini memiliki tingkat keberhasilan 45 – 50%. Keunggulannya antara lain jumlah dan waktu produksi bibit dapat disesuaikan dengan kebutuhan, sifat genetik bibit sama dengan induknya, dan pertumbuhan tanaman relatif seragam. (Tri Susanti/Peliput: Faiz Yajri)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mentan Ingin Produk Hortikultura Segera Tembus Pasar Mancanegara

Trubus.id — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan produk hortikultura, seperti buah dan sayur bisa tembus pasar mancanegara. Mengingat,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img