Thursday, August 18, 2022

Si Cakram Bermotif Macan Tutul

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ikan cakram nan cantik itu lahir di Malaysia pada 2002. Kini popularitasnya mulai merangkak naik. Di negara asalnya, ia diburu para hobiis. Para diskus mania kepincut perpaduan warna dan corak golden leopard yang alamiah tanpa rekayasa. Di Indonesia pendatang baru itu juga mendapat tempat di hati hobiis. Ia menyusul leopard snake skin dan super ogon yang lebih dulu tren.

Santoso Liman, hobiis di Kelapagading, Jakarta Utara, mendatangkan diskus tutul langsung dari Pulau Penang, Malaysia, 1,5 tahun silam. Ia memboyong hasil persilangan ke-4 seharga RM 1.000 alias Rp2-juta seekor. “Saat itu golden leopard yang beredar masih jarang sekali,” ujarnya. Makanya pria kelahiran Tegal itu hanya dapat membeli seekor.

Langkah panjang

Tetesan peluh dan perasan otak para penangkar di Malaysia akhirnya melahirkan strain baru. Ia hasil silangan jenis golden dan leopard. Golden bagai selembar kain keemasan yang tinggal menorehkan corak merah menawan kepada generasi baru. Sayang, itu tidak semudah yang dibayangkan. Perlu kerja keras untuk menghasilkan perpaduan warna dan corak menawan itu.

Persilangan pertama (F1) hampir 100% menghasilkan corak bercampur yang tidak sempurna. Corak macan tutul yang dititiskan oleh leopard terpencar-pencar di tubuhnya dan tidak solid. Persilangan pertama bisa dikatakan gagal menghasilkan golden leopard yang diinginkan.

Berkat kegigihan, persilangan-persilangan tetap dilakukan. Hingga persilangan ke-4, 20% berkualitas bagus. Sejak itulah para penangkar di Pulau Penang, Malaysia, memasarkan golden leopard. Jenis itu diperoleh bila turunan pertama di-cross in breed, persilangan sesama keturunan. Keturunan selanjutnya diperoleh golden leopard sempurna. Kini di Malaysia generasi ke-6 laku RM600—800 setara Rp1,3—Rp1,6-juta per ekor ukuran 2 inci.

Golden leopard tidak memiliki ring pada sirip atas dan bawah. Santoso menduga genetik golden kuat menurun ke anak, sedangkan totol merah dari leopard. Untuk menghasilkannya induk betina berupa golden kuning solid dan leopard berwarna dasar cokelat kekuningan sebagai pejantan. “Warna dasar itu menghasilkan kualitas golden leopard yang lebih baik,” ujarnya.

Menangkar sendiri

Santoso memiliki puluhan ekor golden leopard berukuran 2 inci. Namun jangan salah, ia tidak mendapatkannya dari penangkar Malaysia yang lihai menciptakan strain baru. Pria 52 tahun itu menangkarkan sendiri. Musababnya golden leopard yang dibeli dari Malaysia sampai kini sulit berpijah. “Saya tidak tahu kenapa tidak mau mature (matang kawin, red) sampai sekarang,” katanya.

Indukan golden F3 yang diakuinya tidak kalah dengan kualitas Malaysia dikawinkan dengan leopard miliknya. Hasilnya 4 bulan lalu lahir burayak golden leopard. Bagi hobiis harap bersabar lantaran Santoso belum berniat memasarkan. “Saya akan silangkan kembali hingga betulbetul berkualitas,” ujarnya mantap. Mutu golden leopard ditingkatkan dengan pakan. Pemberian pakan mengandung asasantin mampu menguatkan corak tutul merah pada si emas menawan itu. (Pupu Marfu’ah)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img