Trubus.id—Ceplukan tanaman yang menyebar di seluruh tanahair dan negara beriklim tropis lain. Jenis ceplukan cukup banyak, yang sering ditemukan di tanahair setidaknya ada dua, yakni Physalis angulata dan Physalis minima.
Di Argentina terdapat spesies lain ceplukan, yaitu Physalis alkekengii yang sohor dengan sebutan lentera tiongkok. Masih banyak spesies lainnya, seperti Physalis peruviana, Physalis philadelphia, dan Physalis oxycarpa.
Sebaran ceplukan yang meluas menyebabkan penyebutan namanya juga amat beragam. Di Ambon disebut daun boba, masyarakat Makassar menyebutnya daun kopo-kopo atau daun loto-loto. Sebutan lain adalah leletoken (Minahasa), angket atau keceplokan (Bali).
Nama ceplukan yang dipakai sebagai nama yang dikenal luas berasal dari penyebutan buah itu oleh masyarakat Jawa Tengah. Dalam bahasa asing, tanaman keluarga terung-terungan disebut morel berry. Ceplukan merupakan tanaman semusim.
Saat tanaman muda berwarna hijau, di bagian tertentu tampak berwarna ungu. Batang tanaman dewasa berubah menjadi kuning. Pada umumnya ceplukan tumbuh liar di sawah-sawah seusai panen atau di pinggir sungai serta di sela-sela tanaman di dataran rendah sampai ketinggian 1.550 meter di atas permukaan laut. Khasiat ceplukan sejatinya beragam.
Faedah itu seperti untuk mengatasi hipertensi,Baharuddin Aritonang, apoteker di Jakarta menuturkan cukup dengan merebus 5 gram tanaman ceplukan kering dalam 100 ml air lalu meminum air rebusan itu dua kali sehari pada pagi dan sore. Setelah rutin mengonsumsi rebusan ceplukan, tekanan darah turun.
Prof. Dr. H.M. Hembing Wijayakusuma dalam buku “Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia,” ceplukan juga membantu menyembuhkan panas akibat pembengkakan amandel dan diabetes mellitus. Kandungan vitamin C membuat buah ceplukan terasa manis dan sedikit masam, seperti rasa buah tomat.
Menurut Sudarsono dari Pusat Studi Obat Tradisional Universitas Gadjah Mada, biji ceplukan mengandung protein, minyak lemak dengan komponen utama asam palmitat dan asam stearat. Selain itu ceplukan juga mengandung berbagai bahan yang berkhasiat seperti fisalin, tanin, alkaloid, saponin, asam elaidin pada bijinya, zat samak, serta gula. Sehingga khasiat ceplukan kian dapat dirasakan.
Seluruh bagian tanaman yang dikeringkan—sohor sebagai brangkas— berfaedah sebagai obat alamiah. Kandungan alkaloida dan beberapa bahan lainnya membuat rasanya pahit. Namun demikian, khasiatnya cukup banyak.
Akar tanamannya berguna sebagai obat demam, diabetes mellitus, dan obat cacing. Adapun seluruh bagian tanaman yang dikeringkan untuk pengobatan diabetes mellitus, mag, dan penurun tekanan darah tinggi. Sementara itu buahnya sering digunakan sebagai obat memperlancar air kencing atau diuretik, obat sakit kepala, dan obat sakit perut.
