Untuk mengoptimalkan lahan, Dodi menanam alpukat hass di sela-sela pohon lama yang berjarak renggang. Kini, populasinya mencapai dua kali lipat dari jumlah awal.
Langkah itu ia ambil setelah membaca literatur luar negeri tentang sistem tanam rapat atau high density planting. Di beberapa negara, jarak tanam hass bahkan bisa mencapai 1,25 m x 1,25 m dengan populasi hingga 6.400 pohon per hektare.
“Namun target produksinya hanya 3—5 kg per pohon per tahun,” ujarnya. Menurut Dodi, tujuan tanam rapat bukan untuk memperbanyak buah per pohon, tetapi untuk mempercepat modal kembali dan menyeragamkan ukuran buah.
Selain itu, sistem tanam rapat juga memudahkan perawatan dan panen. Tanaman mudah dijangkau karena tidak terlalu tinggi.
Dalam budidaya tanam rapat, tinggi pohon diatur sekitar 80% dari jarak tanam. Jika jarak tanam 2,5 m x 2,5 m, maka tinggi pohon dijaga sekitar 2 meter.
Tujuannya agar cahaya matahari dan aliran udara bisa optimal di sekitar tanaman. Kondisi itu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas pohon.
Jika jarak tanam lebar seperti 5 m x 5 m, tanaman butuh waktu lama untuk berbuah maksimal. “Kalau ditanam rapat, umur dua tahun sudah mulai berbuah sekitar 2 kg per pohon,” kata Dodi.
Alpukat hass berharga premiunmeski berbobot kecil-kecil.Foto: Dok. Dodi Jarwoko8TOPIK
