Tuesday, January 13, 2026

Sukses Atasi Gulma dengan Herbisida

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Serangan gulma kerap meresahkan petani. Gulma berdaun lebar seperti eceng atau wewehan Monochoria vaginalis dan gunda Sphenoclea zeylanica biasa tumbuh di persawahan milik petani padi. Serangan gulma dapat diatasi dengan herbisida.

Gulma eceng memiliki rimpang dan batang semu berukuran pendek dengan daun tunggal bertepi rata, bertangkai panjang, dan memiliki panjang 10–12 cm. Selain menyerap nutrisi, gulma itu menghambat akar padi untuk tumbuh sehingga mengganggu penyerapan air dan nutrisi padi.

Adapun gunda memiliki batang berongga dengan bentuk bulat bersegi. Tanaman itu berdaun tunggal dengan bentuk bulat sepanjang rata-rata 10 cm.

Untuk mengatasi gulma, petani bisa menggunakan herbisida berbahan aktif isopropilamina glifosat. Kadim, petani padi di Desa Bojongjaya, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Jawa Barat, memakai herbisida itu 3 hari sebelum penanaman padi dengan konsentrasi 100 ml per 16 liter air yang diaplikasikan pada pagi hari, pukul 08:00 WIB. 

Jika ditotal untuk 1 hektare, ia membutuhkan 1 liter herbisida. Sekali aplikasi herbisida cukup untuk menghambat pertumbuhan gulma hingga panen. Hasilnya, panen padi di sawah Kadim meningkat dari panen sebelumnya.

Abu Bakar, petani di Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur, juga mengalami masalah karena gulma berdaun lebar. Ia menggunakan herbisida berbahan aktif paraquat diklorida dan glifosat pada 5–10 hari sebelum tanam dengan konsentrasi 150–200 ml per 20 liter air atau 2,5–3 liter per hektare.

Pada umur 10–20 hari setelah tanam (hst) ia menggunakan herbisida berbahan aktif sihalofop butil dan penoksulam dengan konsentrasi 75 ml per 20 liter air atau 1–1,5 liter per hektare.

Hasilnya memuaskan, gulma berdaun lebar itu tak lagi berdaya. Panen padi di sawah Abu pun meningkat hingga 9–10 ton per hektare.

Aprianto Dinata, Sudiarso, dan Husni Thamrin, periset dari Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, menyebut, herbisida aktif di dalam tanah selama 11–110 hari.

Herbisida ametrin dengan dosis 1 liter dapat menekan pertumbuhan gulma golongan daun lebar seperti Croton hirtus, Ipomoea triloba, Mimosa invisa, dan Richardia brasiliensis hingga 12 minggu setelah aplikasi.

Artikel Terbaru

Aksi Yayasan Bina Trubus Swadaya (YBTS) untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra

Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatra pada akhir 2025 bukan sekadar angka curah hujan di laporan cuaca. Di lapangan,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img