Tuesday, January 13, 2026

Super Bejo Beruntung

Rekomendasi
- Advertisement -
Super Bejo menjadi kampiun kelas Pattimura karena memiliki banyak variasi lagu dan suara bervolume besar.
Super Bejo menjadi kampiun kelas Pattimura karena memiliki banyak variasi lagu dan suara bervolume besar.

Burung kicau setanah air beradu merdu menjadi yang terbaik di kontes nasional.

Datang dari Surabaya ke Jakarta, David hanya membawa seekor muraibatu. Padahal, lazimnya para pehobi membawa beberapa burung untuk kontes. David yakin muraibatu Copsychus malabaricus koleksinya yang bakal berprestasi. Sebelumnya muraibatu itu juara pertama kelas Polisi Militer saat kontes Piala Pomal 69 pada 5 April 2015 di Surabaya, Jawa Timur.

Ternyata prediksi David tepat. Super Bejo (bejo = beruntung)—nama burung itu—sukses menjadi kampiun di kelas Pattimura dan Golden Boy pada gelaran Piala Brother SF, 12 April 2015. Dua kelas itu paling bergengsi karena harga tiketnya tertinggi masing-masing Rp1-juta dan Rp550.000. Burung berumur 6 tahun itu sukses mengalahkan 40 pesaingnya. “Saya sangat senang dengan prestasi Super Bejo,” kata David.

Perawatan
David menuturkan Super Bejo lebih unggul karena memiliki banyak variasi lagu dan suara bervolume besar. Lagu andalan burung itu antara lain cililin, kenari, dan cucak jenggot. Selain itu, burung yang dibeli pada 2012 itu juga rajin berbunyi. Buktinya burung jawara itu terus berkicau saat Trubus memotretnya. Padahal kontes sudah berakhir sekitar 1 jam sebelumnya.

Inul, lovebird sukses menjadi juara kelas Golden Boy setelah mengalahkan 27 pesaingnya.
Inul, lovebird sukses menjadi juara kelas Golden Boy setelah mengalahkan 27 pesaingnya.

Pehobi itu mengatakan tidak ada kiat khusus dalam merawat Super Bejo. Setiap hari David memberikan masing-masing 3 jangkrik dan 1 sendok teh kroto pada pagi dan sore. Ia memandikan peliharaan itu sekali dalam dua hari. David menjemur Super Bejo selama 15 menit setiap hari agar berahi stabil. Dua hari menjelang lomba, David memperbanyak asupan jangkrik dan juga memberikan ulat hongkong.

Jika kontes berlangsung Ahad, maka pada Jumat ia memberikan masing-masing 5 jangkrik dan 5 ulat hongkong pada pagi dan sore. Jatah pakan meningkat masing-masing 7 ekor pada Sabtu. Selesai kontes, ia memasukkan burung ke kandang umbaran berukuran 3 m x 1 m x 1,5 m. Tujuannya agar stamina kuat. Ia juga memberikan air larutan penyegar selama 2 hari.

Dengan perawatan rutin itu Super Bejo menjuarai berbagai kontes nasional. Pemilik burung—Ming Basket—berhak mendapat hadiah uang tunai Rp35-juta karena prestasi Super Bejo menyabet dua gelar juara paling bergengsi. Selain super Bejo, lovebird bernama Inul koleksi Hamim juga sukses menjadi yang terbaik di kelas Golden Boy. Inul berhasil mengalahkan 27 pesaingnya.

David (kanan) dan rekan, perawat Super Bejo asal Surabaya, Jawa Timur.
David (kanan) dan rekan, perawat Super Bejo asal Surabaya, Jawa Timur.

Durasi lama
Atas prestasi Inul, Hamim mengantongi uang tunai Rp10-juta. Ia mendapatkan burung berumur 3,5 tahun itu dari seorang teman di Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat. Pada 2012 itu ia merogoh kocek Rp1,9-juta untuk mendapatkan Inul. Meski diminati beberapa pehobi lain, Hamim enggan menjual Inul karena burung berwarna biru itu hiburan bagi pria berumur 59 tahun itu.

Sebelum lomba, Hamim yakin Inul bakal berprestasi. Menurut pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat, itu keunggulan Inul antara lain durasi lagu panjang kurang lebih 1 menit serta selalu berkicau di tangkringan dan stabil. Ia hanya memberi pakan berupa milet, biji kenari, dan vitamin. Di kelas Ebod Vit, Ciremai milik Ajat Sudrajat sukses menjadi jawara setelah mengalahkan 39 lawannya.

Lomba burung berlangsung meriah dihadiri 1.800 peserta.
Lomba burung berlangsung meriah dihadiri 1.800 peserta.

“Saya yakin cucak hijau itu masuk nomine, tapi tidak menyangka bakal meraih juara pertama,” kata pria kelahiran Majalengka, Jawa Barat, itu. Menurut Ajat keunggulan burung berumur 2 tahun itu antara lain volume suara besar, durasi kicau relatif lama, dan lagu bervariasi.
Atas prestasi Ciremai Ajat berhak mendapatkan uang tunai Rp5-juta.

Ciremai, cucak hijau jawara kelas Ebod Vit milik Ajat Sudrajat dari Bekasi Timur, Jawa Barat.
Ciremai, cucak hijau jawara kelas Ebod Vit milik Ajat Sudrajat dari Bekasi Timur, Jawa Barat.

Kontes yang berlangsung di Taman Bunga Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, itu berlangsung meriah. Sebanyak 1.800 burung terbaik dari berbagai daerah meramaikan acara yang diselenggarakan Brother SF dan Ebod Jaya. “Kontes berlangsung sukses dan bertujuan untuk memperingati hari ulang tahun ke-1 Brother SF. Selain itu juga untuk mempererat tali siltaurahmi antarkicaumaniak,” kata Rizal, panitia kontes. (Riefza Vebriansyah)

Artikel Terbaru

Aksi Yayasan Bina Trubus Swadaya (YBTS) untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra

Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumatra pada akhir 2025 bukan sekadar angka curah hujan di laporan cuaca. Di lapangan,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img