Monday, November 28, 2022

Surabaya Animal Expo 2008 : Albino High Contras Ball Python Guncang Surabaya

Rekomendasi

Pantas Bellen menyandang gelar terbaik. Aksi menawannya sudah terlihat sejak turun di kelas open albino python. ‘Albino corak kuning dan high contras itu langka,’ kata D.G Pramono, juri asal Surabaya. Kelebihan lain, ular berumur 5 tahun itu memiliki kulit terang dan bebas parasit. Saat mulutnya diperiksa, rongga mulut bersih dan gusi tampak berwarna merah muda tanda sehat. Keunggulan itu mengantarkan Bellen mendulang nilai 2.455, mengalahkan granit python dan white python yang masing-masing meraih angka sama 2.435.

Kemenangan mulus Bellen tidak berlanjut di babak puncak. Freddy Di Rocco, madagascar tree boa yang kerap merajai kontes, datang menghadang. Berdasarkan catatan Trubus, Freddy sudah 3 kali mengantongi GC. ‘Boa itu warnanya campuran abu-abu, cokelat, dan kuning. Umumnya hijau,’ ucap Pramono. Namun, karena diduga habis makan, tubuhnya tampak lebih lebar sehingga tidak seimbang. Itulah biang kekalahan Freddy.

Colubrid ketat

Nasib serupa menimpa Het Piebald milik Rivo asal Surabaya. Dengan campuran warna abu-abu dan putih, python berumur 4 bulan itu tak kalah unik. ‘Normalnya kuning,’ ujar Rivo. Kegagalan Het Piebald menjadi juara lantaran suka melingkarkan tubuhnya bak bola. ‘Meski itu kebiasaannya seperti di habitat asli, Afrika, tapi tingkah itu membuat juri sulit menilai. Ular itu tampak sulit beradaptasi,’ ungkap Pramono.

Di luar babak final, kelas colubrid menyuguhkan pertarungan sengit. Kelas yang diikuti lebih dari 17 kontestan mendaulat Black Beauty milik Rivo sebagai kampiun. Kingsnake berwarna hitam solid dengan panjang tubuh 1,4 m dan bobot 1,5 kg itu sungguh istimewa. ‘Jarang ada kingsnake sebesar dan sepanjang ini. Apalagi umurnya mencapai 4 tahun,’ ujar Rivo bangga. Hal itu disepakati ketiga juri dengan menobatkannya sebagai jawara colubrid.

Snape milik Ricky yang molek dengan corak putih tak mampu mengganjal. Tubuhnya kalah panjang dibandingkan sang juara. Kingsnake itu hanya memiliki panjang 60 cm. Nasib sama juga terjadi pada peringkat ke-3, dominan white kingsnake milik Sunfire dari Surabaya. Dengan panjang tubuh kurang lebih 50 cm, ia sulit bersaing.

Balap lari

Tak hanya adu cantik ular, kontes itu juga menggelar balap kura-kura. Masing-masing kontestan saling beradu cepat di lintasan sepanjang 1 m. Di babak final, Mike-common aligator-tampil memikat. Meski tubuhnya kecil-panjang 10 cm-dibandingkan 3 kontestan lain, ia sukses menaklukkan lintasan kayu dalam waktu tercepat, 20 detik. Itu pula yang membuatnya meraih gelar jawara.

Menurut Yodia Prakarsa gampang membuat Mike berlari cepat. ‘Kuncinya terletak pada akuarium tempat tinggalnya yang harus kena sinar matahari. Itu membuat kura-kura aktif bergerak’ ucap sang pemilik. Selain itu, untuk mengasah mental, Yodia biasa menaruh Mike di pinggir halaman rumah yang dilalui banyak orang. ‘Saat kontes, kura-kura itu pasti tampil berani,’ tambahnya.

Mocil sebetulnya nyaris mengalahkan Mike. Apalagi kura-kura berleher panjang itu tanggap mendengar aba-aba. Sayang, menjelang garis akhir langkah Mocil tiba-tiba terhenti. Mike pun leluasa menyusul hingga menyentuh garis finis pertama. Berselang 3 detik, barulah Mocil mau melangkah dan meraih peringkat kedua.

Meriah

Lomba reptil pembuka tahun tikus itu berlangsung pada 3 Februari 2008 di gedung Maspion Convention Center (MCC). Sekitar 102 kontestan dari Surabaya, Malang, Mojokerto, Yogyakarta, Semarang, dan Jakarta, ikut meramaikan kontes yang bertujuan menjadi ajang mempererat ikatan antarpencinta reptil dari Asosiasi Pencinta Reptil Indonesia.

‘Banyak reptil berkualitas tampil. Itu tampak dari tubuh yang proporsional dan banyaknya jenis reptil unik ikut lomba,’ ujar drh Slamet Raharjo, ketua Asosiasi Pencinta Reptil Indonesia. Faktor kesehatan yang sering diabaikan juga mengalami peningkatan. ‘Kini ular-ular yang turun memiliki kulit cemerlang, rongga mulut bersih, dan gusi sehat,’ ungkap Budi Wonosasmito, ketua panitia. (Lastioro Anmi Tambunan)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img