Monday, November 28, 2022

Surabaya Orchids Show 2005 Galaxy Orchids Borong Juara

Rekomendasi

Sosok phalaenopsis giorgie vasquez x hawaiian legend memang paling semarak. Kuntum-kuntum bunga putih memenuhi 2 tangkai yang bercabang-cabang. Tampilannya kian menawan berkat garis-garis pink yang menghias dasar putih. Istimewanya, motif itu seragam dan tidak pudar mulai dari kuntum bunga pertama sampai terakhir. Dompolan bunga tampak lebat karena arahnya yang kompak, semua menghadap ke depan.

Para juri yang dikoordinir oleh Wirakusuma menilai berdasarkan kesempurnaan dan keserasian bunga. Kriteria lain ialah kondisi umum, kelangkaan jenis tanaman yang bisa berbunga, dan tingkat kesulitan pembudidayaan.

Prestasi anggek bulan itu menjadi puncak sukses Herman Wijaya. Pemilik Galaxy Orchids itu mendulang 24 medali dari 35 anggrek yang disertakan. “Saya memang meremajakan dan membenahi anggrek sejak 6 bulan silam,” ujar kolektor di Prigen, Pasuruan, itu.

Dalam perjalanan menuju puncak juara, ia bersaing dengan phalaenopsis ever spring light koleksi Ridho Orchids, Bandung. Anggrek kelahiran Taiwan itu tampil dengan 18 kuntum bunga yang tersusun di 2 tangkai. Sayang, susunannya kurang rapi sehingga ia hanya berhasil meraih peringkat ke-2. Juara ketiga ialah leopard princess. Coraknya sungguh indah, ada garis dan bintik merah yang tersebar merata di permukaan bunga. Semakin ke tengah bintik itu kian besar. Anggrek sejenis dan berbunga lebat pada 2004 pernah meraih gelar grand champion di Taiwan. Sayang, leopard princess yang tampil di Surabaya hanya mengeluarkan belasan kuntum bunga.

Persaingan antar-section

Sebelum melangkah ke babak berikut, phalaenopsis hasil silangan Wijaya itu bertarung dahulu dengan 5 juara kelas di section E: Dtps zuma white maria vasaves x ph henci d zuma boel, juara kelas 21; ph gajahmada, juara kelas 23; ph doo—dii x golden prince juara kelas 24; serta ph sogo twinkle juara kelas 26.

Di tahap akhir, anggrek yang lahir 2 tahun silam itu menantang setiap juara section untuk menentukan the best hybrid. Section A diwakili cattleya monte elegante “xin pu” koleksi Foresta Orchids. Kelas B hadir dengan dendrobium margaret thatcher x joan ingrid milik Royal Orchids. Section C mengandalkan oncidium “paris” milik Hendra Gunawan. Section D, vanda, diwakili ascda fuchs delight x ascda parlor koleksi RR Orchids. Sedangkan section F menghadirkan paphiopedillum stoke horse “superbum” milik Galaxy Orchids.

Melalui voting tertutup juri sepakat menobatkan anggrek bulan Wijaya sebagai juara. Toh, sebagian pengamat melihat ada kekurangan pada sang juara. Bunganya tipis sehingga daya tahan singkat. Selain itu, motifnya tergolong lawas.

Pada kategori spesies, Dendrobium smillieae dari Si Manis Orchids menjadi juara lantaran dompolan bunganya yang berdiameter 8—9 cm. Lazimnya dompolan bunga anggrek alam jenis itu hanya 5—6 cm. Kesehatannya juga prima. Bulb hijau mengkilap dan gemuk. Kelebihan itu istimewa sehingga tangkai bunganya yang patah tidak menjadi masalah. Menurut Yusof Alsagof, juri asal Singapura, “Di lomba internasional, hanya tangkai bunga saja boleh dipertandingkan.”

Selain peserta lomba, sejumlah anggrek mancanegara tampak hadir. Sekadar menyebut contoh, cattleya “monte elegante” yang mengeluarkan 21 kuntum bunga. Tampak pula dendrobium lovely virgin “angel” setinggi 30 cm dengan bunga berwarna pink. Di beberapa stand terlihat Dendrobium aggregatum.

Lomba dan pameran anggrek Surabaya Orchids Show 2005 di World Trade Center itu semarak sekali. Para peserta datang dari Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Papua. Utusan dari mancanegara: Singapura, Malaysia, Th ailand, Taiwan, dan Australia juga hadir. (Syah Angkasa)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img