Trubus.id—Harga jual stevia kering di tingkat pekebun mencapai Rp60.000—Rp70.000 per kg. Syaratnya daun stevia kering itu mesti berkualitas.
Menurut Direktur Utama PT Daya Padma Enoes, Apt.Nuning Nurcayani, beberapa syarat memasok stevia sebagai bahan baku produknya yakni daun utuh kering tanpa ranting, warna hijau kecokelatan, dan kadar air maksimal 8%.
Nuning menuturkan, “Saat masuk ke pengolahan kami turunkan lagi kadar air hingga 2%.” Pekebun stevia di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Thio Setiowekti, mampu memenuhi standar mutu itu. Rahasianya ia berbudidaya stevia secara intensif dan tepat memilih lingkungan penanaman.
Ia menuturkan stevia optimal jika penanaman di daerah dengan ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut (m dpl). Potensi kemanisan stevia 200—300 kali lipat dibandingkan dengan gula pasir.
Thio menguji tingkat kemanisan stevia hasil panen di kebunnya pada 1.200 m dpl. Ia menanam stevia di bawah tegakan kopi arabika. Hasilnya tingkat kemanisan stevia dari kebun yang dikelolanya mencapai 500 kali lipat dibandingkan dengan gula pasir.
“Harga yang ditawarkan pembeli jika hasil panen dari kebun tidak pernah kurang dari Rp100.000 dalam bentuk kering,” kata pekebun stevia sejak 2019 itu.
Kunci sukses mengebunkan stevia juga berkat penggunaan bibit berkualitas. Thio menggunakan bibit jenis Cibodas Manis 3 (CM-3). Bibit ideal setinggi 20—30 cm terdiri atas 3—4 cabang. Ia kemudian menanam di bedengan dengan campuran antara tanah, kompos, dan abu sekam dengan perbandingan 6:2:2.
“Kami membudidayakan stevia dengan cara organik, pupuk tambahan hanya mengandalkan pupuk organik cair,” kata Thio. Adapun penambahan media tanam pada guludan sekali selang 6 bulan,” kata Thio.
Anda bisa membacanya lebih lanjut di Majalah Trubus Edisi 649 Desember 2023. Majalah Trubus mengupas tuntas peluang bisnis stevia. Dapatkan Majalah Trubus Edisi 649 Desember 2023 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.
