Wednesday, August 17, 2022

Taman Bernilai Miliaran

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Palem golden dari Australia begitu anggun dengan warna hijau kekuningan.

TRUBUS — Beragam tanaman impor dari tiga benua hidup sentosa di tanah air.

Sekilas tidak ada yang istimewa di tempat seluas 6.000 m2 itu. Aneka tanaman mengisi setiap sudut kebun yang berlokasi di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, itu. Yang paling mencolok tentu saja moringa madagaskar yang tumbuh di bagian depan kebun. Tingginya mencapai 10 m dengan cabang yang meliuk. Sosoknya gagah dan elegan. “Cabang yang melengkung mirip tangan sedang menari. Saya suka melihat moringa itu dalam waktu lama,” kata pengelola taman, Usber Fransiskus Manurung.

Saat ini ada tiga moringa madagaskar di kebun itu. Sebelumnya ada lebih dari 10 tanaman. Semuanya sudah laku dan menjadi penghias jalan di suatu perumahan di Jakarta. Usber mengatakan, semua moringa atau kelor madagaskar berasal dari Madagaskar. Wahidin Husen—pemilik taman tanaman impor—kerap bepergian ke mancanegara untuk keperluan bisnis atau liburan.

Tiga benua

Wahidin mencintai tanaman sejak kecil sehingga kerap membeli tanaman kesukaan. Moringa madagaskar tidak bisa langsung dikirim dari negara asal ke Indonesia. Tanaman mesti transit terlebih dahulu untuk pengurusan dokumen di Taiwan. Saat itu tanaman hanya seukuran kurang dari 1 m. Usber pernah menawarkan moringa madagaskar berukuran besar itu ke salah satu badan usaha milik negara (BUMN) sebagai penghias kantor baru mereka.

Moringa madagaskar setinggi sekitar 10 m berharga ratusan juta rupiah.

Namun, tidak ada kesepakatan harga di antara kedua pihak. BUMN itu tetap memilih moringa madagaskar tetapi berukuran lebih kecil. Perusahaan itu juga membeli baobab Adansonia digitata koleksi Usber. Sosok moringa dan baobab sangat cocok disandingkan dengan kantor baru BUMN itu. Kedua tanaman itu memunculkan aura kewibawaan. Tanaman berkelas memang untuk bangunan berkelas juga.

Dahulu ada sekitar 100 baobab di kebun itu. Semuanya terjual. Usber sangat menyukai baobab yang berbatang lurus dan sekilas mirip kaki gajah. Semua baobab juga didatangkan dari Afrika berupa tanaman kecil. Koleksi unik Wahidin lainnya yakni black boy Xanthorrhoea sp. Tanaman asli Australia itu berhabitat di tanah gersang dan berdaun jarum. “Sedikit orang seperti kolektor yang memiliki black boy,” kata Usber.

Pertumbuhan lambat hanya 1 cm per tahun salah satu keunikan black boy. Disebut black boy karena batang tanaman berdaun jarum itu menghitam setelah terjadi kebakaran lahan. Masyarakat Aborigin menyebut black boy sebagai balga yang berarti anak lelaki hitam. Musababnya batang tanaman itu menghitam setelah kebakaran. Berumur lama salah satu alasan Wahidin memboyong grass tree—sebutan lain black boy—ke Indonesia.

Ia tidak menjual black boy lagi lantaran untuk koleksi pribadi. Saat ini hanya ada 15 black boy dalam pot. Media tanam berupa tanah dan pasir dengan perbandingan 1:1. Keberadaan black boy di taman memberi warna tersendiri. Menurut Usber tidak ada perawatan khusus bagi black boy. Pekerja rutin menyiram tanaman itu sebelum pukul 09.00 dan setelah pukul 15.00. Untuk memenuhi kebutuhan unsur hara, pekerja memberikan pupuk lambat rilis secara berkala.

“Kami tidak memanjakan black boy yang bisa hidup di alam liar,” kata Usber. Tanaman asal Australia lainnya kesukaan Wahidin yaitu palem golden Livistona benthamii. Disebut golden karena warna daunnya hijau kekuningan. Tajuknya membulat dan daun menjuntai. Kemungkinan hanya Wahidin yang memiliki jenis palem ini di tanah air. Ada sekitar 100 palem golden di kebun itu. Pencinta tanaman eksotis dari Amerika Serikat, Geoff Stein, menyatakan Livistona salah satu jenis palem yang bagus untuk pengisi lanskap taman.

Pengelola kebun tanaman taman impor di Kota Bekasi, Jawa Barat, Zainal Arifin (kiri) dan Usber Fransiskus Manurung.

Alasannya palem kipas itu tinggi, relatif tahan dingin, dan lebih cepat tumbuh di Kalifornia. Tanaman koleksi Wahidin lainnya antara lain palem jenggot Coccothrinax crinita dari Kuba, Cycas cairnsiana (Australia), Chamaerops humilis ‘Vulcano’ (Afrika), Encephalartos princeps (Afrika), Dioon edule (Meksiko), dan caralea (Malaysia). Jadi, koleksi tanaman itu berasal dari tiga benua. Usber memprediksi nilai tanaman di kebun itu mencapai belasan miliar. Sebagian tanaman merupakan koleksi pribadi Wahidin, sisanya dijual untuk tanaman lanskap. (Riefza Vebriansyah)

Previous articleElok Rupa Agave Anyar
Next articleTersihir Suplir
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img