Tuesday, May 5, 2026

Tanam Sayuran Eksklusif

Rekomendasi
- Advertisement -
Radish red ball seukuran bawang bombai dan bercita rasa manis.
Radish red ball seukuran bawang
bombai dan bercita rasa manis.

 

Petani sukses membudiyakan beberapa sayuran impor baru di tanah air.

Ketut Adi Putra Santosa menanam beragam sayuran yang tidak lazim. Ia membudidayakan radis merah, kolrabi, dan rukola di Pancasari, Kabupaten Singaraja, Provinsi Bali. Lokasi budidaya berketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Umbi radis berbentuk membulat seukuran bawang bombai. Kali pertama mendapatkan benih radis merah pada 2017. Ketut pun penasaran dengan rupa umbi tanaman anggota famili Brassicaceae itu.

Foto koleksi I gede Sucahya Jaya Kolrabi sejenis kubis yang 		membentuk 		umbi di batang diatas 			kotiledon
Foto koleksi I gede Sucahya Jaya
Kolrabi sejenis kubis yang membentuk umbi di batang diatas kotiledon

Oleh karena itu, hari berikutnya ia segera menyemai biji impor dari Amerika Serikat itu. Selang 2 pekan ia memindahkan bibit radis ke bedeng berukuran 20 m x 0,95 m berpopulasi sekitar 300 tanaman. Ia memberikan pupuk cair berupa campuran 1 kg NPK dan 50 liter air pada 7 hari setelah tanam (hst). Selang 2 pekan pria berumur 39 tahun itu memberikan gabungan 2,5 ml pupuk organik cair dan 2 g fungisida yang dilarutkan 1,5 l air.

Pasar hotel

Ketut memanen umbi kerabat brokoli itu pada 35 hari setelah tanam. Dari 300 tanaman, Ketut menuai total 3—6 kg. Bobot sebuah umbi radis rata-rata 10—20 gram. Pemilik pasar daring (online) sayuran segar organik Bali Pick Fresh, I Gede Sucahya Jaya, membeli radish red ball produksi Ketut. Dede membeli hasil panen itu dan menjualnya di pasar daring miliknya. Respons konsumen bagus dengan adanya radis itu terutama untuk jurumasak di hotel berbintang yang menyediakan menu mancanegara.

Foto: Koleksi I Gede Sucahya Jaya  Rucola wild  Lazim 			digunakan 		sebagai 		hiasan 		(garnish) 		piza.
Foto: Koleksi I Gede Sucahya Jaya
Rucola wild
Lazim digunakan sebagai hiasan (garnish) piza.

Koki eksektuif (executive chef) di Hilton Bali Resort, Clinton Webber, salah satu konsumen anyar Dede. Setiap pekan Clinton berbelanja aneka sayuran seperti 30—40 kg beetroot dan radish red ball sejak Januari 2018. Ia senang memperoleh sayuran dari Dede karena “Kualitas produk yang dijual jauh lebih bagus dibandingkan sayuran impor. Saya sangat terkesan mendapatkan produk lokal dari Bali Pick Fresh,” kata pria yang bekerja di Indonesia sejak Agustus 2017 itu.

Radis produksi Ketut bercita rasa kuat sehingga menyempurnakan masakan. Menurut Ketut radis merah bercita rasa manis seperti bit. Alasan Clinton membeli sayuran produksi Bali Pick Fresh yaitu pelayanan mengagumkan, yakni terjalin komunikasi dan diskusi antara koki dan pekebun.

Rhubarb berkembang 		biak dengan 		anakan.
Rhubarb berkembang biak dengan anakan.

Terutama jika terdapat perubahan menu yang memungkinkan berganti pula bahan baku sayuran. Lazimnya Dede menyodorkan katalog berisi aneka sayuran, buah, dan rempah. Jika sayuran yang diperlukan koki belum ada di katalog, maka Dede dan Ketut menanam sayuran itu. Sejatinya Dede dan Ketut tidak hanya menanam radish red ball.

Tantangan

Sayuran impor lain yang mereka tanam antara lain kolrabi, rucola wild, dan rhubarb. Kolrabi sejenis kubis yang membentuk umbi di batang di atas kotiledon. Para pelanggan dapat mengonsumsi kolrabi mentah atau rebusan. Cita rasanya perpaduan antara kubis dan brokoli. Rucola wild jenis tanaman yang daunnya berwarna hijau dan berlekuk. Sosok rucola wild lebih kecil, bertekstur relatif keras, bercita rasa lebih pedas, dan lengkungan daun lebih tajam ketimbang tanaman sejenis lainnya.

“Lazimnya restoran asal Italia menggunakan ricola wild sebagai hiasan (garnish) piza,” kata alumnus Bisnis Pariwisata, Bournemouth University, Inggris, itu. Sementara rhubarb sayuran yang batangnya dimanfaatkan sebagai campuran kue. Masyarakat negara Eropa lazim menyajikan kue rhubarb pada Natal dan Paskah. Cita rasanya masam. Saat ini Dede salah satu penyedia rhubarb terbesar di tanah air sehingga setiap orang yang memerlukan sayuran itu pasti menghubungi warga Denpasar, Bali, itu.

Radish red ball, kolrabi, rucola wild, dan rhubarb sayuran impor yang kini rutin ditanam karena permintaan relatif banyak. Komoditas sayuran impor andalan lainnya yakni aneka tomat seperti tigerila dan rosso sicilian heirloom. Total jenderal lebih dari 10 jenis sayuran daun dan buah yang Dede dan Ketut tanam.

Dede dan Ketut tertarik mengembangkan sayuran impor karena ceruk pasar besar, tapi tidak ada pasokan. Jika ada pun, itu pasti produk impor, bukan hasil budidaya di dalam negeri. Perkenalan Dede dengan sayuran impor bermula ketika gagal menawarkan selada ke salah satu hotel bintang 5 di Bali. Saat itu koki asal Perancis di hotel itu menolak produk Dede. Alasannya, “Sebelum kamu menawarkan selada ini, puluhan pemasok terlebih dahulu melakukannya,” kata Dede menirukan ucapan sang koki.

I Gede Sucahya Jaya dan  Putu Dian Andriani kerap mengikuti pameran.
I Gede Sucahya Jaya dan Putu Dian Andriani kerap mengikuti pameran.

Juru masak itu pun menyarankan pria kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, itu untuk membudidayakan beberapa jenis sayuran impor seperti beetroot, microgreen, edible flowers, kolrabi, dan fennel. Jika Dede berhasil menanam sayuran itu, sang koki membeli semua hasil panen. Bahkan ia bakal merekomendasikan teman koki lainnya di Bali untuk membeli sayuran dari kebun Dede. Ia pun mencari semua informasi sayuran impor itu di dunia maya.

Hasil penanaman pertama menunjukkan sayuran daun seperti rukola dapat dibudidayakan di tanahair. Sementara sayuran umbi seperti wortel impor kurang cocok. Hanya daun yang banyak, sedangkan umbinya kecil. Semula Dede mendapatkan benih impor dari Amerika Serikat. Kini ia memperoleh bibit impor dari Eropa seperti Inggris. Dede dan istri, Putu Dian Andriani, kerap mengikuti pameran yang melibatkan warga negara asing. Tujuannya agar memperluas pasar produk sayuran impor mereka. Mayoritas konsumen Dede koki di hotel bintang 5 serta 6 dan restoran fine dining. (Riefza Vebriansyah)


Artikel Terbaru

Cara Memilih Jeruk Manis di Pasar: Ciri Fisik, Aroma, dan Mutu

Menurut Said dan rekan dalam artikel Physicochemical Quality Indicators of Citrus Fruits, mutu jeruk manis ditentukan oleh kombinasi karakter...

More Articles Like This