Sunday, June 16, 2024

Tangkarkan Ulat Hongkong di Daerah Panas

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Sungguh langka menemukan peternak ulat hongkong di daerah panas. Ulat pakan burung ini memang cuma betah di daerah dingin. Namun, dengan mengatur suhu ruang, ulat hongkong dapat diternakkan di daerah panas.

Mengatur suhu ruangan memang kunci sukses. Oleh karena itu, bahan bangunan tempat penangkaran harus mampu meredam panas matahari. Atap dari seng sebaiknya dihindari, yang ideal genteng, asbes, atau daun rumbia.

Untuk dinding, pilih dinding tembok lantaran lebih efektif meredam panas dibanding kayu. Agar suhu udara dalam ruangan tetap rendah lakukan penyiraman terutama saat cuaca panas.

Bagian yang mesti disiram adalah lantai di bawah rak dan tembok. Pada musim hujan penyiraman ditiadakan karena suhu udara relatif rendah. Kualitas induk juga perlu diperhatikan.

Induk ulat hongkong yang diternakkan di daerah panas umurnya lebih pendek hanya 1,5—2 bulan, jika di daerah dingin umur induk bisa sampai 3 bulan. Untuk itu, harus disiapkan indukan baru setiap minggu.

Kumbang indukan dewasa siap kawin dan bertelur biasanya berwarna hitam dan ukuran sebesar kuku jari kelingking. Calon indukan ditempatkan di bak plastik atau kotak kayu berukuran 50 cm × 33 cm × 10 cm yang dialasi dedak kering.

Selain sebagai tempat hidup, dedak juga berfungsi sebagai pakan. Setiap kotak berisi sekitar 1.000 kumbang indukan yang akan bertelur dalam 2 minggu. Setelah telur terkumpul, seluruh isi kotak diayak untuk memisahkan telur, dedak, dan kumbang.

Telur dan dedak yang berjatuhan dari ayakan ditampung dalam wadah baru. Telur-telur itu akan menetas 5—7 hari kemudian. Setiap minggu populasi ulat dalam bak dikontrol. Saat ulat berukuran 1 cm, diayak lagi untuk memisahkan ulat dan dedak.

Dedak dibuang dan ulat ditaruh dalam bak plastik lain yang berukuran sama. Populasi maksimal 500 gram ulat per bak. Bak-bak itu ditaruh dalam rak bersusun dengan tumpukan 10—20 buah.

Tempat penyimpanan sebaiknya diletakkan di tempat agak gelap. Sebab, aktivitas makan lebih tinggi di tempat gelap dibanding di tempat terang. Oleh karena itu sebaiknya selalu tertutup, kecuali saat memberi pakan agar ulat tidak terganggu.

Jumlah pakan per hari setara dengan bobot ulat. Misalnya, komposisi pakan dalam sehari berupa 500—600 gram dedak dicampur air hingga mencapai bobot 1 kg. Pemberiannya tidak sekaligus, tapi 2—3 kali sehari agar tidak menindih ulat.

Sebagai pakan tambahan berikan sawi putih dan mentimun secukupnya setiap hari untuk pengganti minum. Setelah umur 3 minggu ulat-ulat tersebut menjadi dewasa, berukuran panjang 3—3,5 cm dan siap jual.

Satu kali metamorfosis tersebut memerlukan waktu 2 bulan. Tiap 1 kg kumbang indukan menghasilkan sekitar 3 kg ulat per minggu. Pemeliharaan ulat hongkong di daerah panas mudah tetapi harus teliti.

Ulat harus dijauhkan dari hama seperti cicak, semut, tikus, dan burung gereja. Untuk menghindari semut, kaki-kaki rak penyimpanan sebaiknya direndam dalam wadah tertentu.

Sementara untuk mencegah hama lain, tutup sekeliling rak dengan kawat ram. Prospek budidaya ulat hongkong masih cerah. Selain waktu singkat—2 bulan—pasar pun masih membutuhkan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Berniaga Bibit Buah Naga, Pekebun di Subang dapat Cuan Puluhan juta

Trubus.id—Dedi Sumardi selalu kebanjiran pesanan ribuan bibit buah naga. Total sekitar 2.480 batang bibit yang terjual dalam sebulan.  Ia...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img