Monday, January 19, 2026

Teknologi Ultrafine Bubbbles: Budidaya Bawang Putih Hanya 2—3 Bulan

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Semula pekebun bawang putih mesti menunggu 6 bulan, kini bawang putih bisa ditanam 2—3 bulan setelah panen.  Apa rahasia sehingga bibit bawang putih miliknya bisa ditanam lebih cepat?

Dosen Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Y. Aris Purwanto, M.Sc., merendam bibit bawang putih ke dalam ultrafine bubbles 20 ppm selama 24 jam setiap dua pekan. Sebelumnya Aris dan tim membersihkan, menyortir, dan menyimpan bawang putih hasil panen di dalam lemari pendingin bersuhu 18ºC.

Teknologi ultrafine bubbles berarti pembuatan gelembung sangat halus berukuran 100—300 nanometer yang diinjeksikan ke dalam air. Dengan begitu oksigen terlarut atau dissolved oxygen (DO) meningkat. Makin tinggi DO makin stabil nano bubbles yang terbentuk sehingga dapat bertahan lama dalam air.

Tingginya kandungan oksigen berkorelasi dengan percepatan germinasi bawang putih. Itulah sebabnya benih bawang putih milik Maufur bertunas 100% dan berakar pada umur 2—3 bulan setelah panen. Lazimnya kondisi itu tercapai setelah penyimpanan 6 bulan.

Bawang putih mengalami dorman setelah panen. Menurut ahli fisiologi tanaman dari IPB, Ir. Edhi Sandra, M.Si., dorman terjadi karena menurunnya pertumbuhan vegetatif akibat sel menua dan regenerasi sel baru sangat sedikit.

Dampaknya muncul metabolit sekunder seperti etilen dan paklobutrazol yang menghambat pembelahan sel. Jika situasi kondusif bawang putih bisa tumbuh lagi atau pecah dorman. Kondisi kondusif itu berkaitan dengan ketersediaan air, hara, dan suatu kondisi individu tanaman bisa bermetabolisme.

Pemberian ultrafine bubbles yang meningkatkan DO menjadi sinyal bawang putih untuk pecah dorman sehingga bisa bertunas dan siap untuk tumbuh. Teknologi ultrafine bubbles juga dapat mengatur waktu tanam sesuai keinginan.

Apalagi saat ini kondisi iklim tidak menentu. Teknologi itu juga lebih terjangkau dan ekonomis serta hemat biaya dan waktu dibandingkan dengan penggunaan gudang penyimpanan bersuhu terkontrol atau lemari pendingin kapasitas besar untuk menginduksi pertumbuhan plumula.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img