Monday, August 8, 2022

Tembakau: Nikotin untuk Vitamin

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Daun tembakau bisa diolah menjadi nikotin air bahan pestisida nabati dan minyak asiri.
Daun tembakau bisa diolah menjadi nikotin air bahan pestisida nabati dan minyak asiri.

Vitamin B-3, nikotin cair bahan pestisida nabati, dan minyak asiri menjadi produk alternatif daun tembakau.

Suranto memeriksa pipa pengeluaran distilator untuk memastikan tidak ada lagi hasil sulingan atau distilat yang keluar. Setelah mematikan kompor, penyuling tembakau di Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung itu mengambil distilat berwarna cokelat pucat seperti air teh dan menempatkan dalam plastik bening. Itulah nikotin cair yang banyak dijual di pasaran.

Harganya cukup menggiurkan, seliter nikotin cair mengandung 40% nikotin dibanderol penjual di dunia maya US$240 setara Rp3,1-juta dengan kurs Rp13.000. Suranto memanfaatkan nikotin cair itu untuk pestisida nabati. Pemanfaatan ekstrak tembakau itu sebagai bahan antihama populer di mancanegara. Laman maya sebuah produsen pestisida nabati asal Tiongkok menjajakan nikotin cair US$30 atau setara Rp390.000.

Bunga tembakau juga bisa disuling untuk memperoleh nikotin cair.
Bunga tembakau juga bisa disuling untuk memperoleh nikotin cair.

Distilasi vakum
Harap maklum, nikotin bersifat racun kontak saraf terhadap hampir semua jenis serangga. Dosis yang lebih tinggi dapat meracuni makhluk berdarah panas seperti tikus atau belut. Untuk memperoleh nikotin cair, Suranto menyuling rajangan tembakau kering. Ia menggunakan penyuling berbahan baja nirkarat dengan ketel berkapasitas 50 kg daun rajang. Ketel itu berdinding ganda.

Ia mengisi rongga antara dinding luar dan dalam dengan bahan glass wool untuk mencegah kehilangan panas. Peneliti itu kemudian merendam daun tembakau dalam air sampai memenuhi sekitar 80% tinggi dinding ketel. “Banyaknya air tergantung banyaknya tembakau, yang penting semua bagian tercelup. Kalau terlalu banyak air, proses pemanasan lebih lama sehingga boros bahan bakar,” kata ayah 1 anak itu.

Maklum, tembakau kering rajang mengapung ketika dimasukkan ke dalam air. Setelah menutup rapat ketel, ia menyalakan pemanas berbahan bakar gas. Pada awal penyulingan, Suranto membuka penuh tuas gas sehingga api menyala besar. “Itu supaya uap cepat terbentuk,” ungkap pria 51 tahun itu. Setiap siklus penyulingan memerlukan waktu 3 jam. Uap mengalir ke pendingin lalu didinginkan oleh air yang mengalir di dinding pendingin.

Kadar nikotin daun tembakau bagian atas lebih tinggi daripada daun di bawahnya.
Kadar nikotin daun tembakau bagian atas lebih tinggi daripada daun di bawahnya.

Distilat yang keluar dari pendingin berwarna cokelat pekat. Namun, lama-kelamaan cairan itu semakin pucat. Setelah pendingin hanya mengeluarkan air, ia mengakhiri penyulingan. Selanjutnya ia memurnikan ulang distilat dengan penyulingan vakum. Suranto memanfaatkan ketel terbuat dari baja nirkarat berkapasitas 200 liter. Di tutup ketel bertengger sebuah motor listrik berkekuatan 700 W.

Motor itu terhubung dengan puli berukuran satu sepertiga kali lebih besar ketimbang poros motor listrik. Motor itu menggerakkan pengaduk di dalam ketel untuk meningkatkan kelarutan nikotin. Puli besar bertujuan memperlambat putaran motor sehingga meningkatkan kekuatan pengadukan. Selain motor pengaduk, di tutup ketel juga terdapat manometer pengukur tekanan dalam ketel dan katup darurat.

Ketel penyuling berdinding rangkap untuk meminimalkan kehilangan panas.
Ketel penyuling berdinding rangkap untuk meminimalkan kehilangan panas.

Pucuk terbaik
Pemanas ketel itu adalah sebuah tungku berbahan bakar gas. Sebelum mencapai tungku, aliran gas dari tabung masuk ke keran pengatur yang dilengkapi panel penunjuk. Suhu air yang diinginkan bisa diatur dari keran itu dengan menempatkan tuas di posisi penunjuk suhu dalam panel. Uap mengandung nikotin bercampur air mengalir ke tabung pendingin dengan ulir bertingkat.

Dinding dalam pendingin tidak dialiri air, sebagai gantinya sebuah pompa vakum menurunkan tekanan hingga mendekati hampa. Menurut Prof Dr Bambang Setyaji, guru besar Jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada, distilasi vakum biasa digunakan untuk menarik kandungan bahan alam yang mudah rusak oleh pemanasan.
Dengan kata lain, dalam penyulingan vakum, air yang biasanya mendidih di suhu 1000C bisa mendidih di suhu lebih rendah.

Menurut Prof Bambang, proses hampa juga bisa mengeluarkan kandungan asiri alias minyak terbang tembakau. Suhu pemanasan yang terlalu tinggi menyebabkan asiri terbawa oleh uap pelarut. Distilasi vakum menghasilkan cairan cokelat jernih mirip air teh. Pengalaman Suranto, penyulingan 50 kg tembakau rajang menghasilkan sekitar 1—3 l distilat. Setelah dimurnikan, volumenya berkurang 20—30%.

Sebagai bahan baku, Suranto memanfaatkan tembakau rajang hasil apkiran gudang tembakau di daerahnya. Akibatnya rendemen nikotin cair yang ia peroleh pun bervariasi tergantung kualitas tembakau. Menurut Ir Djajadi MSc PhD, peneliti tembakau di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Malang, sejatinya kadar nikotin tertinggi terdapat di daun tembakau yang berada di pucuk.

Musababnya, daun di pucuk memperoleh fotosintat terbanyak lantaran posisinya yang memperoleh sinar matahari penuh. Cirinya lembaran daun tebal dan terasa berminyak ketika diremas di telapak tangan. Semakin ke bawah posisi daun, kian rendah kadar nikotin. Selain letak daun, kualitas tembakau juga dipengaruhi curah hujan, intensitas sinar matahari, tekstur tanah, dan kelembapan udara harian.

Vitamin B-3
Saat cuaca mendung dan curah hujan tinggi, kadar nikotin anjlok. Namun, intensitas matahari terik dan suhu tinggi ketika musim kemarau di dataran rendah pun kurang pas untuk Nicotiana tabacum itu. Pengalaman Suranto menunjukkan, tembakau terbaik berasal dari daerah Temanggung, Provinsi Jawa Tengah, yang berada di kaki gunung Sumbing atau Sindoro. “Harga tembakau rajang dari sana bisa mencapai Rp1-juta per kg,” tuturnya.

Penyuling vakum untuk mengeluarkan kandungan minyak asiri.
Penyuling vakum untuk mengeluarkan kandungan minyak asiri.

Biasanya mutu terbaik dicapai ketika daerah kaki gunung jarang diguyur hujan, paling banter diselimuti kabut. Menurut Djajadi, tembakau dari dataran tinggi Temanggung sohor bermutu tinggi. Sementara  dataran rendah penghasil tembakau berkualitas adalah Madura. Doktor Ilmu Tanah dan Nutrisi Tanaman dari University of Western Australia itu menyatakan hal itu karena tanah di sana kering dan gembur sehingga akar berkembang optimal.

Namun, harga tembakau berkualitas pun tinggi lantaran menjadi buruan pabrik rokok. Jika dimanfaatkan untuk penyulingan, biaya bahan baku bakal membengkak. Apalagi pasar nikotin cair untuk pestisida nabati belum terbentuk. “Pemanfaatan untuk rokok elektrik pun masih menyulut kontroversi dan terbatas di kalangan tertentu,” kata Djajadi. Alternatif untuk menyuling bagian tanaman tembakau yang belum termanfaatkan, seperti batang, akar, atau bunga.

Sejatinya minyak asiri tembakau dan nikotin cair dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi. Menurut Djajadi, minyak asiri tembakau mempunyai aroma khas sehingga cocok menjadi bahan baku parfum kelas dunia. Sementara Prof Bambang Setyaji tengah meneliti pembuatan vitamin nikotinamida alias vitamin B-3 dari nikotin cair. Kelak, pemanfaatan tembakau bakal semakin beragam sehingga petani mempunyai lebih banyak alternatif pasar. (Argohartono Arie Raharjo)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img