Friday, August 19, 2022

Bikin Gula Semut Bermutu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Kualitas gula semut ditentukan dari bahan baku yang digunakan.
Kualitas gula semut ditentukan dari bahan baku yang digunakan.

Bahan baku bagus syarat menghasilkan gula semut terbaik.

Pieter asyik menyeruput minuman berbahan gula semut plus temulawak. Pada September 2013 warga Perancis itu datang ke Indonesia atas ajakan seorang eksportir gula semut. Saat itu ia mengunjungi produsen gula semut Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tiwi Manunggal di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.

Pada akhir kunjungan Pieter memesan 4 ton gula semut. Rinciannya 2 ton campuran gula semut dan temulawak serta 2 ton paduan gula semut dan jahe. Setahun kemudian pada September 2014 pengelola KUB Tiwi Manunggal mengekspor 12 ton gula semut plus jahe ke negara di Eropa Barat itu.

Sudiro menghasilkan gula semut berkualitas sejak 2007.
Sudiro menghasilkan gula semut berkualitas sejak 2007.

Mutu bahan baku
KUB yang berdiri pada 2010 memang salah satu penghasil gula semut berkualitas. Selain memproduksi sendiri, KUB Tiwi Manunggal mendapat pasokan gula semut dari petani kelapa di sekitar Kokap, Kulonprogo. Gula semut yang diterima mesti memenuhi beberapa syarat seperti berwarna cokelat muda, bersih dari kotoran, dan disaring menggunakan mesh 10. Salah satu anggota KUB yang gula semutnya selalu memenuhi syarat yakni Sudiro.

Saat ini Sudiro memproduksi 60—65 kg gula semut per hari dan menjualnya ke KUB Tiwi Manunggal. Ia mengatakan pemilihan bahan baku yang baik salah satu kunci sukses mendapatkan gula semut berkualitas. Sudiro menggunakan gula cetak kelas A sebagai bahan baku. Cirinya gula cetak berwarna kuning cerah, mudah patah, dan aromanya harum. Ia juga memanfaatkan nira nomor satu untuk memproduksi gula semut. Sebelum menderes, ia membersihkan wadah penampung nira berbahan potongan bambu setinggi 30 cm.

Masyarakat Kulonprogo menyebut wadah itu bumbung. Sudiro mencuci bumbung menggunakan air hangat dan menggosoknya dengan manggar. Pria berumur 39 tahun itu juga memasukkan larutan getah manggis dan kapur sirih sebelum mengisi bumbung dengan nira. Tujuannya mengurangi keasaman nira dan menjernihkannya.

Hasil penelitian Rifda Naufalin dan rekan dari Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, menunjukkan penambahan 4,5 g bubuk kulit manggis ke dalam 100 ml nira menghasilkan gula kelapa terbaik sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil riset itu mengungkapkan senyawa bioaktif seperti tanin dalam kulit Garcinia mangostana menghambat fermentasi dan mempertahankan pH nira.

Produksi nira pada kelapa yang dipupuk lebih tinggi daripada yang tidak mendapat pemupukan.
Produksi nira pada kelapa yang dipupuk lebih tinggi daripada yang tidak mendapat pemupukan.

Tanin juga menghambat aktivitas mikrob penyebab fermentasi. Dampaknya kadar air, kadar abu, kadar gula reduksi, dan kadar gula total sesuai dengan SNI. Sudiro mengatakan nira yang ia gunakan spesial karena berasal dari kelapa yang dipupuk organik. Ia membenamkan 15 kg pupuk kandang fermentasi ke dalam lubang berukuran 1 m x 1 m x 60 cm. Jarak lubang sekitar 1 m dari batang kelapa agar memudahkan pemanjatan saat panen nira.

Pemupukan rutin sebulan sekali. Sepengamatan Sudiro kelapa yang dipupuk lebih bagus ketimbang yang tidak diberi pupuk. Produksi nira milik Sudiro pada musim kemarau mencapai 2,5—3 l per pohon per hari. Sementara produksi nira dari kelapa yang tidak dipupuk 2 l per pohon per hari. Sudiro masih dapat menderes sepanjang musim kemarau.

Tanaman tanpa pupuk hanya bisa dideres sampai pertengahan musim kemarau. Menurut peneliti kelapa dari Balai Penelitian Tanaman Palma, Manado, Sulawesi Utara, Ir Elsje Tieneke Tenda MS, pemupukan penting karena menyediakan dan mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman.

Elsje menganjurkan pekebun menggunakan pupuk organik karena nira diolah menjadi bahan makanan. Penggunaan pupuk organik juga memperbaiki aerasi tanah sehingga tanah gembur dan lebih tahan terhadap kekeringan. Produksi nira berhenti pada tanaman yang tidak dipupuk karena kekurangan unsur hara.

Peneliti kelapa di Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada, Prof Dr Bambang Setiaji MSc, mengatakan kandungan nira pada kelapa di dataran tinggi lebih banyak daripada yang berlokasi di dataran rendah. “Di dataran rendah penguapan tinggi, sedangkan penguapan di dataran tinggi relatif lebih sedikit,” kata doktor alumnus University of Salford, Inggris, itu. (Riefza Vebriansyah)

550_ 137

 

Previous articleTeri Surga
Next articleTembakau: Nikotin untuk Vitamin
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img